RADARBONANG.ID – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi dalam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) viral di media sosial dan memicu berbagai komentar dari netizen.
Sorotan utama publik tertuju pada penataan produk di dalam koperasi yang dianggap kurang rapi dan tidak menerapkan ilmu planogram seperti toko retail modern pada umumnya.
Dalam video tersebut, rak-rak produk terlihat masih banyak kosong dengan susunan barang yang dinilai kurang teratur.
Baca Juga: Resmi! Bahasa Inggris Wajib Masuk Kurikulum SD Mulai 2027, Guru Akan Dapat Pelatihan Khusus
Beberapa minuman bahkan tampak hanya diletakkan berjajar tipis di rak panjang sehingga menimbulkan kesan sepi dan kurang menarik bagi pembeli.
Tulisan dalam video berbunyi, “POV: karyawan anyar ora kober sinau planogram,” yang dalam bahasa Jawa berarti karyawan baru belum sempat belajar planogram.
Kalimat itu langsung memancing reaksi warganet karena dianggap menggambarkan lemahnya penataan produk di koperasi tersebut.
Netizen Soroti Pentingnya Ilmu Planogram
Banyak netizen menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan display produk masih jauh dari standar retail modern.
Padahal, ilmu planogram dianggap sangat penting dalam dunia perdagangan karena berkaitan dengan strategi penempatan barang agar lebih menarik, rapi, dan mudah ditemukan konsumen.
Dalam minimarket modern, produk biasanya disusun berdasarkan kategori, ukuran, warna, hingga tingkat penjualan.
Barang dengan permintaan tinggi umumnya ditempatkan di area strategis sejajar pandangan mata agar lebih mudah menarik perhatian pembeli.
Sementara pada video KDMP yang viral, sejumlah pengguna media sosial menilai penataan rak justru terlihat kosong dan kurang efektif secara visual.
Beberapa bahkan menyebut tampilan toko menjadi terkesan belum siap beroperasi secara profesional.
Rak Kosong Dinilai Kurangi Daya Tarik Pembeli
Selain penempatan produk, jumlah barang yang terlihat sedikit di rak juga menjadi perhatian publik.
Dalam dunia retail, rak kosong dapat memberikan kesan stok minim atau toko kurang ramai sehingga berpotensi memengaruhi minat belanja konsumen.
Netizen menyebut susunan barang yang terlalu renggang membuat tampilan toko terlihat kurang hidup.
Sebagian menyarankan agar produk ditata lebih padat dan simetris supaya toko tampak lebih penuh serta nyaman dipandang.
Ada pula yang menyoroti pentingnya kombinasi warna produk dalam display agar rak terlihat lebih menarik secara visual.
Dinilai Jadi Tantangan Koperasi Modern
Viralnya video tersebut memunculkan diskusi lebih luas soal kesiapan Koperasi Merah Putih bersaing dengan retail modern.
Banyak pihak menilai koperasi saat ini tidak cukup hanya menyediakan barang kebutuhan masyarakat, tetapi juga harus memperhatikan kenyamanan visual dan pengalaman belanja konsumen.
Penataan produk menjadi salah satu faktor penting karena dapat memengaruhi keputusan pembelian masyarakat.
Tampilan toko yang rapi dan profesional dinilai mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuat pembeli lebih nyaman saat memilih barang.
Karena itu, ilmu planogram kini dianggap sebagai kemampuan dasar yang perlu dipahami pegawai koperasi, terutama yang bertugas di bagian display produk.
Planogram Jadi Strategi Penting dalam Dunia Retail
Planogram sendiri merupakan teknik pengaturan posisi produk di rak berdasarkan strategi pemasaran tertentu.
Tujuannya bukan hanya membuat toko terlihat rapi, tetapi juga meningkatkan efektivitas penjualan.
Dalam retail modern, setiap posisi rak biasanya memiliki perhitungan khusus.
Produk paling laris sering ditempatkan di area tengah rak setinggi mata karena dianggap paling mudah terlihat konsumen.
Sementara barang pelengkap biasanya ditempatkan berdekatan agar memicu pembelian tambahan.
Tanpa penataan yang tepat, toko berisiko terlihat kurang menarik meski memiliki produk lengkap.
Viral di Media Sosial dan Jadi Bahan Perbincangan
Cuplikan video KDMP tersebut kini ramai dibagikan ulang di berbagai platform media sosial.
Sebagian netizen menganggap kondisi itu wajar karena koperasi masih dalam tahap pengembangan dan adaptasi sistem.
Namun ada pula yang berharap pengelolaan koperasi ke depan bisa lebih profesional agar mampu bersaing dengan minimarket besar.
Beberapa pengguna media sosial bahkan menyarankan agar pegawai koperasi mendapat pelatihan khusus mengenai dasar-dasar retail modern, termasuk teknik display dan planogram.
Meski menuai kritik, viralnya video tersebut juga dianggap bisa menjadi evaluasi positif bagi pengelola koperasi untuk memperbaiki tampilan toko dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Editor : Muhammad Azlan Syah