Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Seminar Mugihyung Digelar di Surabaya, Hapkido Jatim Benahi Kelemahan Nomor Seni untuk Target Medali Nasional

Bihan Mokodompit • Selasa, 19 Mei 2026 | 09:45 WIB
Hapkido Jawa Timur mulai berbenah. Fokus utama kini tertuju pada nomor seni yang dinilai masih tertinggal. Puluhan pelatih dikumpulkan demi target besar di level nasional. (Diklat Pelatih Nasional Hapkido 2025 lalu. Sumber foto: Instagram /hapkido.indonesia)
Hapkido Jawa Timur mulai berbenah. Fokus utama kini tertuju pada nomor seni yang dinilai masih tertinggal. Puluhan pelatih dikumpulkan demi target besar di level nasional. (Diklat Pelatih Nasional Hapkido 2025 lalu. Sumber foto: Instagram /hapkido.indonesia)

RADARBONANG.ID – Hapkido Jawa Timur mulai melakukan langkah serius untuk memperkuat kualitas pembinaan atlet, khususnya pada sektor nomor seni yang selama ini dinilai masih belum maksimal.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Seminar Mugihyung Hapkido Jawa Timur yang digelar di Surabaya pada Minggu, 17 Mei 2026.

Kegiatan ini diikuti sekitar 20 pelatih Hapkido dari berbagai daerah di Jawa Timur sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi pelatih dan penguatan kualitas pembinaan atlet.

Seminar tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Hapkido Jawa Timur dalam memperbaiki performa nomor seni yang selama ini kalah bersaing dibanding nomor tarung.

Baca Juga: Insiden Neymar Ngamuk Warnai Kekalahan Santos dari Coritiba, Masa Depan di Timnas Brasil Kembali Disorot

Fokus pada Nomor Seni Menggunakan Senjata

Dalam cabang olahraga Hapkido, Mugihyung merupakan salah satu nomor seni yang menggunakan senjata dan dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan resmi tingkat nasional.

Materi yang dipelajari dalam nomor ini meliputi penggunaan tongkat ganda, tongkat panjang, hingga teknik menggunakan pedang.

Nomor seni dinilai memiliki kontribusi besar terhadap peluang perolehan medali dalam kompetisi Hapkido. Karena itu, penguatan sektor ini menjadi prioritas penting bagi pengurus provinsi.

Selama ini, Hapkido Jawa Timur dikenal cukup kuat di nomor tarung. Namun capaian pada kategori seni dinilai masih belum mampu bersaing secara maksimal dengan sejumlah provinsi lain.

Melalui Seminar Mugihyung Hapkido Jawa Timur, pengurus berharap kualitas latihan dan pemahaman teknik para pelatih dapat meningkat sehingga berdampak langsung terhadap performa atlet.

Kompetensi Pelatih Jadi Pondasi Prestasi

Peningkatan kualitas pelatih menjadi perhatian utama dalam program pembinaan kali ini.

Para peserta seminar mendapatkan pembekalan langsung dari Grandmaster Hapkido Indonesia, Vincentius Yoyok Suryadi.

Materi yang diberikan tidak hanya mencakup teknik dasar Mugihyung, tetapi juga metode penyusunan latihan yang lebih terukur dan efektif.

Ketua Hapkido Jawa Timur, Ivan Risvianto, menegaskan bahwa kelemahan di nomor seni memang menjadi perhatian serius pihaknya.

“Kita lemah di nomor ini. Saya ingin Jawa Timur bisa setara, bahkan lebih baik dari provinsi lain,” ujar Ivan.

Menurutnya, dominasi Jawa Timur selama ini lebih terlihat pada nomor tarung. Sementara sektor seni masih membutuhkan pembinaan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Ia menilai peningkatan kompetensi pelatih menjadi fondasi utama untuk menciptakan atlet yang mampu bersaing di level nasional.

Nomor Seni Dinilai Lebih Kompleks

Ivan Risvianto menjelaskan bahwa nomor seni Hapkido bukan sekadar soal menghafal rangkaian gerakan.

Menurutnya, Mugihyung membutuhkan pemahaman teknik yang detail, presisi gerakan, keseimbangan, hingga penguasaan filosofi dasar dalam setiap teknik yang ditampilkan.

Karena itu, pelatih dituntut memiliki pemahaman menyeluruh agar proses transfer ilmu kepada atlet berjalan maksimal.

“Ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga pemahaman menyeluruh. Karena itu, kami memberikan perhatian khusus pada nomor seni, baik tangan kosong maupun senjata,” jelas Ivan.

Ia menambahkan bahwa pola pembinaan nomor seni juga berbeda dibanding nomor tarung.

Jika nomor tarung lebih menitikberatkan pada kecepatan dan duel langsung, maka nomor seni membutuhkan ketelitian, harmonisasi gerakan, serta konsistensi teknik yang tinggi.

Hal itulah yang membuat peningkatan kualitas pelatih menjadi sangat penting dalam proses pembinaan atlet nomor seni.

KONI Jawa Timur Beri Dukungan Penuh

Langkah Hapkido Jawa Timur dalam menggelar seminar ini mendapat apresiasi dari KONI Jawa Timur.

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menilai bahwa kualitas pelatih memiliki peran vital dalam mencetak atlet berprestasi.

Menurutnya, seorang pelatih tidak hanya bertugas mengajarkan teknik olahraga, tetapi juga membentuk karakter, mental, dan sikap atlet.

“Pelatih harus mampu mentransformasikan keterampilan, sekaligus membangun mental, moral, dan sikap atlet,” kata Nabil.

Ia juga menegaskan bahwa profesionalisme pelatih tidak boleh hanya menjadi status formalitas semata.

“Pelatih harus profesional. Bagaimana melahirkan atlet profesional jika pelatihnya sendiri belum maksimal,” tegasnya.

Baca Juga: Work-Life Balance Jadi Tantangan Anak Kantor di Kota Besar, Ini Cara Menjaga Hidup Tetap Seimbang dan Bebas Burnout

Dukungan dari KONI Jawa Timur diharapkan mampu menjadi dorongan tambahan agar program peningkatan kualitas pelatih seperti Seminar Mugihyung dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Target Cetak Atlet Unggulan Nasional

Melalui penguatan pembinaan dan peningkatan kualitas pelatih, Hapkido Jawa Timur menargetkan lahirnya atlet-atlet unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Pengurus optimistis nomor seni Hapkido Jawa Timur dapat berkembang lebih cepat apabila pembinaan dilakukan secara konsisten dan terukur.

Selain memperkuat kualitas teknik atlet, program ini juga diharapkan mampu menciptakan regenerasi pelatih yang lebih profesional di masa depan.

Dengan langkah tersebut, Hapkido Jawa Timur ingin memastikan seluruh nomor pertandingan, baik tarung maupun seni, memiliki daya saing kuat dalam berbagai ajang nasional mendatang.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#koni jawa timur #Hapkido Jawa Timur #Seminar Mugihyung #nomor seni Hapkido #pelatih Hapkido