RADARBONANG.ID – Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke China pada pekan depan, hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyelesaikan lawatan pentingnya ke Beijing.
Kunjungan tersebut membuat China kembali menjadi pusat perhatian geopolitik global karena dalam waktu berdekatan menerima dua pemimpin dari negara-negara dengan pengaruh terbesar di dunia.
Menurut laporan South China Morning Post pada Jumat (15/5), Putin dijadwalkan berada di China pada 20 Mei 2026 untuk melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping.
Baca Juga: Copilot Mode Dihentikan, Microsoft Justru Integrasikan AI Lebih Dalam ke Browser Edge
Kunjungan Putin Disebut Bersifat Singkat
Media tersebut menyebut lawatan Putin diperkirakan hanya berlangsung selama satu hari.
Sumber yang dikutip menyatakan kunjungan itu merupakan bagian dari komunikasi rutin antara Moskwa dan Beijing sehingga kemungkinan tidak akan diwarnai parade besar maupun penyambutan kenegaraan yang berlebihan.
Meski singkat, pertemuan tersebut tetap dipandang penting karena berlangsung di tengah dinamika hubungan global yang semakin kompleks.
Hubungan Rusia dan China sendiri selama beberapa tahun terakhir terus menunjukkan kedekatan strategis, terutama dalam bidang ekonomi, energi, dan geopolitik internasional.
Trump Baru Saja Tinggalkan Beijing
Sebelum kedatangan Putin, Donald Trump baru saja menyelesaikan kunjungan resminya selama tiga hari ke China pada Jumat (15/5).
Lawatan tersebut menjadi momen penting karena disebut sebagai kunjungan pertama Presiden Amerika Serikat ke China dalam sembilan tahun terakhir.
Dalam pertemuan dengan Xi Jinping, Trump membahas sejumlah isu strategis mulai dari perdagangan, Taiwan, konflik Timur Tengah, hingga hubungan bilateral kedua negara.
Pertemuan itu juga menjadi sorotan internasional karena berlangsung di tengah ketegangan geopolitik dan persaingan ekonomi global antara Washington dan Beijing.
Kremlin Pastikan Persiapan Sudah Hampir Rampung
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa persiapan kunjungan Putin ke China hampir selesai.
Menurutnya, hanya tinggal beberapa tahap akhir sebelum jadwal resmi diumumkan sepenuhnya kepada publik.
“Kunjungan ini sedang dipersiapkan. Dapat dikatakan persiapannya sudah selesai, hanya tinggal beberapa sentuhan akhir,” ujar Peskov.
Ia juga menegaskan hubungan Rusia dan China tetap berjalan kuat terlepas dari kunjungan Trump ke Beijing.
China dan Rusia Disebut Terus Jaga Komunikasi Erat
Dari pihak China, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyebut Beijing dan Moskwa terus menjaga komunikasi intens terkait agenda kedua pemimpin negara tersebut.
China dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir memang semakin sering memperlihatkan koordinasi diplomatik dalam berbagai isu internasional.
Pertemuan terakhir Putin dan Xi Jinping sendiri diketahui berlangsung pada 4 Februari 2026 melalui sambungan video.
China Kini Jadi Pusat Diplomasi Global
Kunjungan beruntun Trump dan Putin ke Beijing memperlihatkan posisi China yang semakin penting dalam peta politik dunia.
Negara tersebut kini menjadi salah satu pusat diplomasi global yang memainkan peran besar dalam berbagai isu internasional, mulai dari perdagangan, konflik geopolitik, hingga stabilitas ekonomi dunia.
Baca Juga: Googlebook Resmi Meluncur, Tapi Google Pastikan Chromebook Belum Tamat dan Tetap Dapat Dukungan
Banyak pengamat menilai rangkaian kunjungan ini menunjukkan bagaimana China menjadi titik temu penting bagi negara-negara besar di tengah perubahan tatanan geopolitik global.
Sorotan Dunia Tertuju ke Beijing
Dengan kedatangan dua pemimpin dunia dalam waktu hampir bersamaan, perhatian internasional kini tertuju pada Beijing.
Publik global menunggu apakah pertemuan-pertemuan tersebut akan membawa dampak baru terhadap hubungan internasional, terutama terkait keseimbangan kekuatan antara Amerika Serikat, Rusia, dan China.
Meski belum ada rincian agenda resmi yang diumumkan, kunjungan Putin diperkirakan akan membahas kerja sama strategis dan perkembangan situasi global terkini bersama Xi Jinping.
Editor : Muhammad Azlan Syah