Mensos Gus Ipul Murka Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, Pelaku Diminta Dihukum Seumur Hidup

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:23 WIB
Mensos Gus Ipul murka atas dugaan kekerasan seksual di Ponpes Pati. Ia meminta pelaku dihukum seberat-beratnya hingga seumur hidup dan menegaskan pemerintah berdiri di pihak korban. (Sumber Foto: Instagram @kemensosri)
Mensos Gus Ipul murka atas dugaan kekerasan seksual di Ponpes Pati. Ia meminta pelaku dihukum seberat-beratnya hingga seumur hidup dan menegaskan pemerintah berdiri di pihak korban. (Sumber Foto: Instagram @kemensosri)

RADARBONANG.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengecam keras dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Dalam pernyataannya, Gus Ipul menegaskan pemerintah berdiri di pihak korban dan meminta pelaku yang diketahui berinisial AS (51), diduga sebagai pengasuh ponpes, dihukum seberat-beratnya.

Menurutnya, tindakan kekerasan seksual tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun, terlebih jika dilakukan oleh sosok yang seharusnya menjadi panutan moral dan pendidikan di lingkungan pesantren.

Baca Juga: Googlebook Resmi Meluncur, Tapi Google Pastikan Chromebook Belum Tamat dan Tetap Dapat Dukungan

Gus Ipul Minta Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Gus Ipul menyatakan pelaku layak mendapat hukuman maksimal agar memberikan efek jera sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat luas.

Ia bahkan menyebut hukuman seumur hidup pantas dijatuhkan jika terbukti bersalah dalam proses hukum.

“Kami mengutuk keras kejadian itu. Kami minta pelaku dihukum sekeras-kerasnya, seberat-beratnya, seumur hidup kalau perlu, agar menjadi pembelajaran bagi semua,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com.

Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap dugaan tindak kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Pesantren Harus Jadi Tempat Aman

Mensos menegaskan pondok pesantren seharusnya menjadi ruang aman bagi para santri untuk belajar agama dan menimba ilmu.

Karena itu, menurutnya, tindakan menyimpang yang dilakukan di lingkungan pendidikan tidak boleh dibiarkan maupun ditutupi.

Ia menilai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan harus dijaga dengan memastikan lingkungan belajar benar-benar aman bagi anak-anak dan remaja.

“Pesantren harus menjadi tempat pendidikan dan pembinaan moral, bukan tempat terjadinya tindakan menyimpang,” tegasnya.

Pemerintah Siap Dampingi Korban

Selain mengecam pelaku, Gus Ipul juga memastikan pemerintah akan memberikan pendampingan kepada para korban.

Kementerian Sosial disebut akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pati untuk memastikan korban memperoleh perlindungan serta pemulihan psikologis secara menyeluruh.

Pendampingan tersebut mencakup aspek sosial, psikologis, hingga perlindungan hukum agar korban tidak mengalami tekanan tambahan selama proses penanganan kasus berlangsung.

Minta Publik Tidak Generalisasi Semua Ponpes

Gus Ipul juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan generalisasi terhadap seluruh pondok pesantren akibat kasus tersebut.

Ia menilai mayoritas pesantren di Indonesia tetap menjadi lembaga pendidikan yang memberikan kontribusi besar bagi pembentukan karakter dan pendidikan masyarakat.

Namun demikian, ia meminta seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren.

Menurutnya, sistem perlindungan terhadap santri harus terus diperkuat agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Kasus Jadi Sorotan Publik

Kasus dugaan kekerasan seksual di Ponpes Ndholo Kusumo sendiri kini menjadi perhatian luas masyarakat.

Baca Juga: Copilot Mode Dihentikan, Microsoft Justru Integrasikan AI Lebih Dalam ke Browser Edge

Publik menyoroti pentingnya pengawasan di lembaga pendidikan berbasis asrama karena santri berada dalam lingkungan tertutup dan berinteraksi intens dengan pengasuh maupun pengelola pesantren.

Sejumlah pihak juga mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban.

Perlindungan Anak dan Santri Dinilai Harus Diperkuat

Fenomena kasus kekerasan di lingkungan pendidikan kembali memunculkan desakan agar perlindungan anak diperkuat secara lebih serius.

Selain pengawasan internal, edukasi mengenai kekerasan seksual dan mekanisme pelaporan juga dinilai penting agar korban berani melapor sejak dini.

Pemerintah pusat maupun daerah diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan lembaga pendidikan demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat bagi seluruh siswa serta santri.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : www.metrotvnews.com
Gus Ipul Ponpes Pati kekerasan seksual pesantren kasus Ponpes Ndholo Kusumo pengasuh ponpes Pati