RADARBONANG.ID – Warga Dusun Klawisan Topadan, Kalurahan Margoagung, Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, digegerkan oleh penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Jumat pagi (15/5).
Korban berinisial S (48) diketahui merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman yang baru saja diangkat.
Kasus ini langsung menarik perhatian warga sekitar setelah polisi menemukan surat pesan yang diduga ditulis korban sebelum meninggal dunia.
Baca Juga: Longsor Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Telan 9 Korban Jiwa, Lokasi Berada di Pertemuan Tiga Sungai
Ditemukan Setelah Ibu Korban Curiga Ada Darah dari Kamar
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ibu korban berinisial R (65) sekitar pukul 06.45 WIB.
Saat itu, ia melihat bercak darah mengalir keluar dari kamar anaknya. Karena merasa curiga, ia segera meminta bantuan warga sekitar untuk memeriksa kondisi di dalam rumah.
Warga kemudian menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar.
Penemuan jenazah tersebut membuat suasana kampung mendadak heboh karena sebelumnya korban diketahui masih beraktivitas seperti biasa.
Korban Ditemukan dengan Luka di Leher
Saat ditemukan, korban berada dalam posisi terlentang di kamar rumahnya.
Polisi menyebut terdapat luka sayatan di bagian leher korban. Kondisi tersebut membuat aparat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian.
Petugas kepolisian kemudian memasang garis polisi di area rumah guna mempermudah proses penyelidikan.
Polisi Temukan Surat Wasiat
Dalam proses pemeriksaan di lokasi kejadian, polisi menemukan sebuah surat pesan yang diduga ditulis korban sebelum meninggal dunia.
Isi surat tersebut disebut berisi permintaan korban agar dimakamkan di tempat yang telah ia tentukan sebelumnya.
Temuan surat itu menjadi salah satu petunjuk penting yang kini didalami aparat kepolisian.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Korban Asli Topadan Meski Ber-KTP Gunungkidul
Keponakan korban, Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa korban sebenarnya merupakan warga asli Topadan.
Namun, secara administratif korban masih tercatat sebagai warga Gunungkidul karena alamat pada KTP miliknya.
Menurut keluarga, korban selama ini dikenal tinggal dan beraktivitas di lingkungan tersebut.
Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian
Kasubag Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.
Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan apakah kejadian tersebut murni bunuh diri atau terdapat unsur tindak pidana lainnya.
“Masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Argo.
Warga Sempat Geger dan Berkumpul di Lokasi
Penemuan korban sempat membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi rumah korban.
Banyak warga mengaku terkejut karena tidak menyangka kejadian tragis tersebut menimpa korban yang dikenal cukup tertutup namun tetap berbaur dengan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Longsor Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Telan 9 Korban Jiwa, Lokasi Berada di Pertemuan Tiga Sungai
Petugas kepolisian meminta warga tidak berspekulasi sembari menunggu hasil penyelidikan resmi.
Polisi Imbau Publik Tidak Berspekulasi
Hingga kini aparat masih mengumpulkan sejumlah keterangan dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus tersebut.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara jelas sebelum kesimpulan resmi diumumkan kepada publik.
Editor : Muhammad Azlan Syah