Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

SMAN 1 Pontianak Tolak Final Ulang LCC Empat Pilar MPR RI, Pilih Akhiri Polemik Penilaian

Cicik Nur Latifah • Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:20 WIB
SMAN 1 Pontianak memilih tidak ikut final ulang dan mengaku ingin mengakhiri polemik demi fokus pendidikan siswa. (Instagram)
SMAN 1 Pontianak memilih tidak ikut final ulang dan mengaku ingin mengakhiri polemik demi fokus pendidikan siswa. (Instagram)

RADARBONANG.ID - SMAN 1 Pontianak memastikan tidak akan mengikuti pertandingan ulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, melalui pernyataan resmi sekolah yang diunggah di media sosial pada Kamis (14/5).

Menurut Indang, langkah yang sebelumnya diambil pihak sekolah bukan untuk menyerang penyelenggara ataupun membatalkan hasil perlombaan.

Ia menegaskan pihak sekolah hanya ingin memperoleh kejelasan terkait sistem penilaian yang sempat menjadi sorotan publik.

Baca Juga: Jangan Tergiur Harga Murah, Ini Tips Membeli Motor Bekas yang Aman dan Masih Nyaman Dipakai Harian

Sekolah Sebut Hanya Ingin Klarifikasi Penilaian

Indang menjelaskan keberatan yang sebelumnya diajukan merupakan bagian dari upaya untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi demi menjaga transparansi lomba.

“Langkah yang kami ambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel,” ujarnya, dikutip dari Pontianak Post, Jumat (15/5).

Pihak sekolah juga membantah anggapan bahwa keberatan tersebut bertujuan menjatuhkan kredibilitas panitia ataupun lembaga penyelenggara.

Menurutnya, seluruh proses yang dilakukan sekolah semata-mata untuk menjaga prinsip keadilan dalam kompetisi pendidikan.

Pilih Fokus pada Pendidikan dan Masa Depan Siswa

Meski kontroversi penilaian sempat ramai dibahas publik, SMAN 1 Pontianak mengaku tidak ingin polemik tersebut terus berlarut-larut hingga mengganggu kondisi psikologis dan semangat belajar siswa.

“Kami ingin anak-anak tetap semangat belajar dan tidak terus larut dalam polemik. Fokus utama kami tetap pendidikan dan masa depan mereka,” lanjut Indang.

Keputusan untuk tidak mengikuti final ulang disebut sebagai langkah terbaik agar para siswa dapat kembali fokus pada kegiatan belajar dan persiapan masa depan mereka.

Tetap Hormati Hasil Perlombaan

Walaupun memilih tidak ikut pertandingan ulang, pihak sekolah tetap menyatakan menghormati hasil perlombaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

SMAN 1 Pontianak juga menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas yang nantinya akan mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.

“SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas,” kata Indang.

Final LCC Sebelumnya Picu Kontroversi

Sebelumnya, babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar sempat menjadi sorotan setelah muncul kontroversi terkait penilaian lomba.

Polemik tersebut ramai dibahas di media sosial dan memunculkan berbagai pendapat dari masyarakat maupun dunia pendidikan.

Merespons situasi itu, Ketua Ahmad Muzani menyatakan final LCC tingkat Kalimantan Barat akan diulang.

MPR RI Janji Gunakan Juri Independen

Menurut Muzani, pertandingan ulang nantinya akan menggunakan juri independen dan tidak melibatkan dewan juri sebelumnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga objektivitas dan transparansi perlombaan agar tidak kembali memunculkan polemik.

“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita ulang pada waktu yang akan segera diputuskan,” ujar Muzani.

Ia juga memastikan pimpinan MPR RI akan mengawasi langsung jalannya pertandingan ulang dari awal hingga akhir.

Polemik Kompetisi Pendidikan Jadi Sorotan

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan kompetisi pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, dan transparansi.

Banyak pihak menilai polemik penilaian dalam lomba akademik dapat berdampak terhadap mental dan motivasi siswa apabila tidak ditangani secara baik.

Baca Juga: Copilot Mode Dihentikan, Microsoft Justru Integrasikan AI Lebih Dalam ke Browser Edge

Karena itu, keputusan SMAN 1 Pontianak untuk mengakhiri polemik dan kembali fokus pada pendidikan mendapat beragam respons dari masyarakat.

Transparansi Kompetisi Dinilai Penting

Fenomena ini juga menjadi pengingat pentingnya sistem penilaian yang transparan dalam setiap kompetisi pendidikan.

Selain menjaga kepercayaan peserta, transparansi dinilai penting agar lomba benar-benar menjadi ruang pembelajaran yang sehat bagi siswa.

Publik berharap polemik serupa tidak kembali terjadi dalam ajang pendidikan lainnya di masa mendatang.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#SMAN 1 Pontianak #LCC Empat Pilar MPR #final ulang LCC Kalbar #SMAN 1 Sambas #ahmad muzani