RADARBONANG.ID - Tragedi longsor terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kampung Sintuk, Jorong Guguak, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (14/5).
Sebanyak sembilan penambang emas ilegal dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor saat melakukan aktivitas tambang di lokasi tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ketika para korban sedang bekerja menggunakan metode dompeng di area tambang yang berada di titik pertemuan tiga sungai.
Longsor Terjadi Setelah Waktu Zuhur
Wali Nagari Guguak, Zainal, mengatakan longsor terjadi tidak lama setelah waktu zuhur.
Menurutnya, seluruh korban langsung tertimbun material runtuhan tanah dan bebatuan dari area tambang.
Para penambang disebut sempat terjebak di bawah timbunan longsor sebelum akhirnya dilakukan proses pencarian dan evakuasi oleh warga serta tim terkait.
Evakuasi Berlangsung Hingga Malam
Proses pencarian dan evakuasi korban berlangsung cukup dramatis karena kondisi lokasi yang sulit dijangkau dan rawan longsor susulan.
Evakuasi baru selesai sekitar pukul 18.00 WIB atau setelah salat magrib.
Seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan, namun semuanya dalam kondisi meninggal dunia.
Cuaca Ekstrem Diduga Jadi Pemicu
Zainal menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi salah satu faktor pemicu longsor di area tambang ilegal tersebut.
Curah hujan tinggi membuat kondisi tanah menjadi labil dan meningkatkan risiko runtuhan di lokasi pertambangan.
Selain itu, area PETI tersebut memang dikenal cukup berbahaya karena berada di kawasan pertemuan tiga aliran sungai.
Lokasi Tambang Berada di Area Berisiko Tinggi
Lokasi pertambangan ilegal itu berada di titik pertemuan Sungai Batang Kuantan, Batang Oilin, dan Batang Sinamar.
Kondisi geografis tersebut membuat area tambang rawan longsor, terutama saat debit air meningkat akibat hujan deras.
Aktivitas pertambangan di kawasan seperti ini dinilai sangat berisiko karena struktur tanah mudah berubah dan tidak memiliki sistem keamanan memadai.
Aktivitas PETI Kembali Jadi Sorotan
Peristiwa ini kembali menyoroti maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin di berbagai daerah.
Selain merusak lingkungan, aktivitas PETI juga sering memakan korban jiwa akibat minimnya standar keselamatan kerja.
Para penambang biasanya bekerja dengan peralatan sederhana tanpa perlindungan memadai dan tetap beroperasi meski kondisi cuaca berbahaya.
Risiko Tambang Ilegal Sangat Tinggi
Kasus longsor tambang seperti ini bukan pertama kali terjadi di Indonesia.
Aktivitas tambang ilegal sering dilakukan di lokasi rawan bencana dengan pengawasan keselamatan yang sangat minim.
Kondisi tersebut membuat para pekerja menghadapi risiko tinggi mulai dari longsor, banjir, hingga runtuhan lubang tambang.
Warga Diminta Waspadai Aktivitas Tambang Berbahaya
Peristiwa tragis di Sijunjung menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas pertambangan ilegal.
Selain penegakan hukum, edukasi mengenai risiko keselamatan juga dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terlibat dalam aktivitas tambang berbahaya.
Apalagi kondisi cuaca ekstrem yang masih sering terjadi dapat meningkatkan potensi bencana di kawasan pertambangan terbuka maupun ilegal.
Editor : Muhammad Azlan Syah