Polisi Bongkar Pencurian Tas Lululemon di Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Jumat, 15 Mei 2026 | 16:11 WIB
Polisi menangkap tiga pelaku yang diduga sudah berulang kali mencuri tas ekspor Lululemon di Bandara Soekarno-Hatta dengan total kerugian lebih dari Rp1 miliar. (Sumber Foto: Pinterest)
Polisi menangkap tiga pelaku yang diduga sudah berulang kali mencuri tas ekspor Lululemon di Bandara Soekarno-Hatta dengan total kerugian lebih dari Rp1 miliar. (Sumber Foto: Pinterest)

RADARBONANG.ID - Polisi berhasil mengungkap kasus pencurian tas merek Lululemon di area kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kasus ini menjadi sorotan karena aksi pencurian disebut telah berlangsung sejak tahun 2024 dan menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar bagi perusahaan ekspor.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh jajaran Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta setelah melakukan penyelidikan terkait hilangnya puluhan hingga ratusan tas ekspor di kawasan pergudangan kargo bandara.

Tiga Pelaku Berhasil Diamankan

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Yandri Mono, mengatakan polisi telah menangkap tiga orang tersangka dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Indonesia Siaga Hadapi El Nino 2026, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Ingatkan Ancaman Karhutla dan Kemarau Panjang

Ketiga pelaku masing-masing berinisial R alias K, A, dan F.

Mereka diamankan di wilayah Tangerang tepatnya kawasan Karawaci pada 29 April sekitar pukul 00.30 WIB.

Polisi menyebut penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan setelah adanya laporan kehilangan barang ekspor di area kargo bandara.

Diduga Sudah Beraksi Berulang Kali

Dari hasil pemeriksaan, para tersangka mengaku telah melakukan aksi pencurian secara berulang sejak tahun 2024.

Polisi menyebut para pelaku diduga sudah tiga kali melakukan pencurian dalam jumlah besar.

Modus yang digunakan adalah mengambil barang ekspor di area pergudangan kargo dengan sasaran utama produk milik PT Pungkook Indonesia One.

Tas-tas tersebut diketahui merupakan barang ekspor merek Lululemon yang memiliki nilai cukup tinggi.

Kerugian Capai Lebih dari Rp1 Miliar

Akibat aksi pencurian tersebut, perusahaan disebut mengalami kerugian lebih dari Rp1 miliar.

Besarnya nilai kerugian membuat kasus ini mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian.

Selain menyangkut tindak kriminal, kasus ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai sistem keamanan di kawasan logistik bandara yang seharusnya memiliki pengawasan ketat terhadap barang ekspor.

Pengawasan Area Kargo Jadi Sorotan

Kasus pencurian ini menambah sorotan terhadap keamanan area pergudangan dan logistik di bandara internasional.

Kawasan kargo bandara selama ini dikenal memiliki sistem keamanan berlapis karena menjadi jalur penting distribusi barang domestik maupun internasional.

Karena itu, terjadinya pencurian berulang dalam waktu cukup lama memunculkan kekhawatiran terkait celah pengawasan di area tersebut.

Polisi Masih Dalami Kasus

Saat ini ketiga tersangka masih menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam aksi pencurian tersebut.

Selain itu, penyidik masih melakukan pengembangan terkait alur distribusi barang hasil curian dan kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar.

Barang Ekspor Bernilai Tinggi Jadi Target

Barang ekspor seperti tas merek internasional memang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga sering menjadi sasaran tindak pencurian.

Apalagi produk-produk tersebut biasanya dikirim dalam jumlah besar dan memiliki harga jual mahal di pasaran.

Baca Juga: BGN Perketat Program Makan Bergizi Gratis, SPPG yang Belum Kantongi SLHS Terancam Disetop Sementara

Karena itu, pengamanan distribusi logistik di kawasan bandara menjadi aspek penting untuk mencegah kerugian besar bagi perusahaan maupun sektor ekspor nasional.

Kasus Jadi Pengingat Pentingnya Sistem Keamanan Logistik

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan logistik dan distribusi barang ekspor membutuhkan pengawasan yang benar-benar ketat.

Selain sistem keamanan fisik, pemantauan internal dan prosedur pengelolaan barang juga perlu diperkuat agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Apalagi kawasan bandara merupakan salah satu titik vital dalam rantai perdagangan dan distribusi internasional Indonesia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : megapolitan.kompas.com
pencurian tas Lululemon Bandara Soekarno Hatta kasus pencurian kargo polisi tangkap pelaku pencurian kargo bandara Tangerang