Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Purbaya dan Bahlil Bahas Strategi Tingkatkan PNBP hingga Program Listrik Desa, Fokus pada Swasembada Energi

Siti Rohmah • Kamis, 14 Mei 2026 | 10:24 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Keduanya membahas strategi peningkatan PNBP, program swasembada energi, hingga pengembangan listrik desa untuk masyarakat Indonesia (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Keduanya membahas strategi peningkatan PNBP, program swasembada energi, hingga pengembangan listrik desa untuk masyarakat Indonesia (Salman Toyibi/Jawa Pos)

RADARBONANG.ID - Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk membahas sejumlah isu strategis nasional, mulai dari peningkatan pendapatan negara bukan pajak (PNBP), percepatan swasembada energi, hingga pengembangan program listrik desa.

Pertemuan kedua pejabat tersebut berlangsung di Jakarta pada Rabu dan menjadi perhatian karena menyangkut kebijakan fiskal serta pengelolaan sektor energi nasional.

Dalam keterangannya, Purbaya menegaskan bahwa dirinya mendukung berbagai langkah strategis yang dirancang Kementerian ESDM, terutama yang berkaitan dengan penguatan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

“Pada dasarnya, setiap langkah yang diambil oleh Pak Menteri ESDM akan saya dukung,” ujar Purbaya.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Gagal Juara Liga Arab, Al Nassr Kebobolan Dramatis Menit 98 saat Lawan Al Hilal

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya komitmen kolaborasi antara Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM dalam menyusun kebijakan yang saling mendukung.

Fokus pada Swasembada Energi dan Listrik Desa

Selain membahas peningkatan penerimaan negara, pertemuan itu juga menyoroti program swasembada energi dan pengembangan listrik desa yang dinilai penting bagi pemerataan pembangunan nasional.

Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa sinergi kedua kementerian sangat diperlukan agar program-program sektor energi dapat berjalan optimal sekaligus memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami bersama Menteri Keuangan membahas berbagai program sinkronisasi, termasuk bagaimana cara meningkatkan PNBP, serta mewujudkan program swasembada energi dan listrik desa,” jelas Bahlil.

Menurutnya, sektor energi memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah.

Program listrik desa sendiri menjadi salah satu fokus penting pemerintah untuk memperluas akses energi hingga ke wilayah terpencil dan pelosok Indonesia.

Penataan Potensi Pendapatan Negara di Sektor ESDM

Dalam pertemuan tersebut, Bahlil juga menekankan pentingnya pengelolaan potensi pendapatan negara di sektor ESDM secara lebih terintegrasi.

Ia menyebut penataan sektor energi dan sumber daya alam harus dilakukan secara optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

“Saya dan Menteri Keuangan Purbaya bekerja sebagai tim yang baik dalam mengembangkan penataan potensi pendapatan negara di sektor ESDM,” kata Bahlil.

Kolaborasi lintas kementerian dinilai menjadi langkah penting di tengah tantangan penerimaan negara yang masih dipengaruhi kondisi global, termasuk fluktuasi harga komoditas energi.

Pemerintah berharap sinkronisasi kebijakan fiskal dan energi dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat penerimaan negara.

PNBP Capai Rp112,1 Triliun hingga Maret 2026

Data pemerintah menunjukkan bahwa hingga akhir Maret 2026, realisasi pendapatan negara bukan pajak mencapai Rp112,1 triliun.

Angka tersebut setara dengan 24,4 persen dari target APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp459,2 triliun.

Meski demikian, kinerja PNBP tercatat mengalami kontraksi sekitar 3 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Penurunan itu dipengaruhi beberapa faktor, seperti melemahnya harga komoditas dan belum optimalnya lifting minyak bumi nasional.

Selain itu, pemerintah juga tidak menerima setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti pada periode sebelumnya.

PNBP Migas Turun, Nonmigas Justru Tumbuh

Pada sektor sumber daya alam (SDA), penerimaan negara dari migas tercatat sebesar Rp18,6 triliun.

Namun angka tersebut mengalami penurunan hingga 25,4 persen dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan dipicu oleh melemahnya harga minyak mentah Indonesia (ICP), turunnya lifting minyak bumi, serta perubahan kebijakan bagi hasil migas.

Baca Juga: Dari True Beauty hingga All of Us Are Dead, Ini Drama Korea Adaptasi Manhwa yang Wajib Ditonton

Di sisi lain, sektor SDA nonmigas justru menunjukkan pertumbuhan positif.

PNBP nonmigas tercatat mencapai Rp35,1 triliun atau tumbuh sekitar 7,1 persen secara tahunan.

Kenaikan tersebut didorong oleh performa komoditas mineral dan batu bara (minerba), terutama emas, tembaga, dan nikel yang mengalami peningkatan harga.

Komoditas mineral bahkan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp32,6 triliun.

Pemerintah berharap penguatan sektor energi dan optimalisasi penerimaan negara dapat membantu mendukung pembangunan nasional sekaligus mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#PNBP 2026 #listrik desa #swasembada energi #Bahlil Lahadalia #Purbaya Yudhi Sadewa