Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

MPR Putuskan Final Lomba Cerdas Cermat Kalbar Diulang Usai Viral Polemik Penilaian Juri

Muhammad Azlan Syah • Rabu, 13 Mei 2026 | 15:46 WIB
Viral di media sosial, polemik penilaian juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar akhirnya berujung pertandingan ulang. MPR juga menonaktifkan juri dan MC yang bertugas. (Dwi/detik.com)
Viral di media sosial, polemik penilaian juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar akhirnya berujung pertandingan ulang. MPR juga menonaktifkan juri dan MC yang bertugas. (Dwi/detik.com)

RADARBONANG.ID - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan untuk menggelar ulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat setelah muncul polemik penilaian juri yang viral di media sosial.

Keputusan tersebut diambil menyusul derasnya sorotan publik terhadap proses penjurian yang dinilai tidak adil.

Polemik bermula saat final lomba yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau berlangsung di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026).

Dalam salah satu sesi pertanyaan rebutan, jawaban dari regu SMAN 1 Pontianak dinilai salah dan mendapat pengurangan poin oleh dewan juri.

Baca Juga: Spotify Investigasi Bug Misterius, Chromecast dan Speaker Nest Mendadak Hilang dari Spotify Connect

Namun tak lama kemudian, regu lain memberikan jawaban yang dianggap serupa dan justru memperoleh nilai penuh.

Momen tersebut langsung memicu protes dari peserta dan menjadi perbincangan luas di media sosial setelah videonya viral.

Jawaban Peserta Jadi Sorotan Publik

Dalam tayangan yang beredar, peserta dari SMAN 1 Pontianak menyampaikan keberatan karena merasa telah memberikan jawaban yang sama dengan peserta lain.

Namun dewan juri menyatakan artikulasi jawaban peserta dianggap tidak jelas sehingga poin tetap dikurangi.

Pernyataan juri terkait pentingnya artikulasi kemudian menuai kritik dari warganet.

Banyak pihak menilai keputusan tersebut tidak konsisten dan merugikan peserta.

Video perdebatan antara peserta dan dewan juri pun dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Publik ramai memberikan dukungan kepada peserta yang dianggap dirugikan dalam perlombaan tersebut.

MPR Ambil Langkah Evaluasi dan Nonaktifkan Juri

Menanggapi polemik yang terus berkembang, MPR RI akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada peserta dan masyarakat.

Selain itu, pihak penyelenggara juga mengambil langkah evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba.

Ketua Komisi X DPR RI sekaligus anggota MPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendorong agar final lomba di Kalimantan Barat diulang demi menjaga rasa keadilan bagi seluruh peserta.

Ia menyebut pertandingan ulang penting agar kejadian tersebut tidak mengurangi semangat para pelajar dalam mengikuti kegiatan yang diselenggarakan MPR RI.

Selain memutuskan pertandingan ulang, MPR juga menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara atau MC yang bertugas dalam final lomba tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi internal atas polemik yang terjadi.

Kasus Viral LCC Kalbar Terus Jadi Perhatian

Kasus LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar hingga kini masih menjadi perhatian publik nasional.

Baca Juga: Nasib Guru Honorer Non-Dapodik 2027 Jadi Sorotan, Kemendikdasmen Tegaskan Hanya Data Ini yang Dipakai

Polemik tersebut bahkan memicu gugatan hukum terhadap pihak juri dan MC oleh seorang advokat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Di media sosial, nama peserta, juri, hingga pembawa acara terus menjadi bahan perbincangan.

Banyak warganet menilai kejadian tersebut harus menjadi pelajaran penting agar penyelenggaraan lomba pendidikan lebih profesional dan transparan.

MPR RI sendiri menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penjurian dan pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang agar polemik yang sama tidak kembali terulang.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#LCC MPR Kalbar #lomba cerdas cermat Kalbar #MPR RI #final LCC diulang #polemik juri LCC