RADARBONANG.ID – Pemerintah China kembali menegaskan dukungannya terhadap Iran di tengah konflik yang terus memanas dengan United States.
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa hari sebelum kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing yang dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Mei 2026.
Kunjungan ini menjadi sorotan dunia karena merupakan lawatan pertama Trump ke Tiongkok sejak tahun 2017, di tengah situasi geopolitik global yang semakin tegang.
China Tegaskan Komitmen Mendukung Iran
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan langsung dukungan Beijing kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pertemuan resmi di Beijing.
Dalam pertemuan tersebut, Wang Yi menegaskan bahwa China tetap berkomitmen mendukung kedaulatan, keamanan nasional, dan stabilitas Iran.
Selain itu, Beijing juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah diplomasi yang ditempuh Teheran untuk mencari solusi politik di tengah konflik yang berlangsung.
China menilai pendekatan dialog dan negosiasi jauh lebih penting dibanding memperluas eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.
Beijing Tolak Penggunaan Kekerasan
Pemerintah China juga kembali menegaskan penolakannya terhadap penggunaan kekuatan militer dan perang yang dianggap dapat merusak stabilitas regional.
Dalam pernyataannya, Beijing menyerukan de-eskalasi konflik serta mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi internasional.
China disebut terus meningkatkan komunikasi dengan Iran selama sembilan minggu terakhir sejak konflik memanas.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi Beijing menjaga pengaruh politik dan stabilitas kawasan di tengah meningkatnya tekanan global.
Kunjungan Trump Diprediksi Bahas Iran
Pertemuan antara pejabat tinggi China dan Iran terjadi hanya sepekan sebelum agenda penting antara Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Pengamat internasional memperkirakan isu Iran akan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut.
Washington diketahui terus meningkatkan tekanan terhadap Iran terkait konflik kawasan dan isu keamanan global.
Sementara itu, China mengambil posisi berbeda dengan tetap menjaga hubungan strategis bersama Teheran.
Situasi ini membuat hubungan antara Beijing dan Washington kembali menjadi perhatian dunia internasional.
Konflik Timur Tengah Jadi Sorotan Dunia
Ketegangan di Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir terus memicu kekhawatiran global.
Selain berdampak terhadap stabilitas politik kawasan, konflik tersebut juga memengaruhi:
- harga energi dunia,
- jalur perdagangan internasional,
- hingga keamanan geopolitik global.
Karena itu, sikap negara-negara besar seperti China dan Amerika Serikat menjadi sangat menentukan arah perkembangan situasi.
China dan Iran Punya Hubungan Strategis
China dan Iran sendiri selama ini dikenal memiliki hubungan ekonomi dan politik yang cukup erat.
Beijing menjadi salah satu mitra penting Iran dalam perdagangan energi dan kerja sama infrastruktur.
Di sisi lain, Iran juga memegang peran strategis dalam proyek jalur perdagangan internasional yang dikembangkan China.
Baca Juga: Sering Healing tapi Mental Tetap Lelah? Ini Fakta Emotional Exhaustion yang Banyak Dialami Gen Z
Karena itulah, dukungan Beijing terhadap Teheran dinilai bukan hanya soal politik luar negeri, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan ekonomi dan keamanan jangka panjang.
Dunia Menunggu Hasil Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Kunjungan Donald Trump ke China kini menjadi salah satu agenda internasional yang paling dinantikan.
Banyak pihak menilai hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping dapat memengaruhi arah hubungan global, terutama terkait konflik Iran dan stabilitas Timur Tengah.
Jika kedua negara gagal menemukan titik kesepahaman, ketegangan geopolitik dunia dikhawatirkan bisa semakin meningkat dalam beberapa waktu ke depan. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah