RADARBONANG.ID - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Pulau Miangas pada Sabtu (9/5) untuk meninjau langsung kondisi wilayah perbatasan paling utara Indonesia tersebut.
Dalam agenda kunjungan itu, Presiden menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat setempat sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga di pulau terluar Indonesia tersebut.
Pulau Miangas dikenal sebagai salah satu titik terdepan Indonesia yang letaknya sangat dekat dengan wilayah Filipina.
Karena posisinya yang strategis di kawasan perbatasan, perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di daerah tersebut menjadi hal penting bagi pemerintah.
Baca Juga: Followers Instagram Mendadak Hilang Massal, Meta Akui Sedang Bersihkan Akun Bot dan Spam
Presiden Prabowo mengatakan bahwa dirinya ingin melihat langsung kondisi terkini Pulau Miangas setelah sebelumnya menghadiri rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2026 yang berlangsung di Cebu, Filipina, pada 7 hingga 8 Mei.
Usai melakukan peninjauan lapangan, Presiden memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fasilitas umum yang dinilai perlu mendapatkan pembenahan dan peningkatan kualitas.
Bandara hingga Puskesmas Jadi Prioritas
Dalam kunjungannya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan perbaikan terhadap berbagai sarana dan prasarana publik di Pulau Miangas.
Fasilitas yang menjadi prioritas meliputi bandara, pusat kesehatan masyarakat, hingga bangunan sekolah yang selama ini menjadi kebutuhan penting masyarakat setempat.
Presiden juga menyampaikan bahwa dirinya ingin melanjutkan perhatian yang sebelumnya telah diberikan oleh Joko Widodo terhadap Pulau Miangas.
Salah satu fasilitas yang menjadi sorotan adalah bandara di wilayah tersebut yang sebelumnya telah diresmikan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi.
Menurut Prabowo, keberadaan infrastruktur transportasi yang baik sangat penting untuk menunjang konektivitas dan pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan.
Fasilitas Kesehatan Akan Direhabilitasi
Sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam kunjungan kerja Presiden kali ini.
Presiden mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan dari Budi Gunadi Sadikin terkait kondisi puskesmas di sejumlah daerah yang sudah lama tidak mendapatkan renovasi.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menegaskan pemerintah akan segera melakukan rehabilitasi besar-besaran terhadap fasilitas kesehatan tingkat kecamatan, termasuk yang berada di kawasan terpencil dan perbatasan.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kota.
Dengan fasilitas kesehatan yang lebih layak, pemerintah berharap pelayanan medis di daerah perbatasan bisa semakin optimal.
Sekolah Akan Dilengkapi Teknologi Modern
Selain kesehatan, sektor pendidikan juga menjadi perhatian serius pemerintah di Pulau Miangas.
Presiden berencana melakukan renovasi gedung sekolah sekaligus menyediakan fasilitas teknologi modern untuk menunjang proses belajar mengajar.
Salah satu fasilitas yang akan diberikan adalah layar pintar atau smart screen yang diharapkan dapat membantu siswa memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Program rehabilitasi sekolah tersebut ditargetkan mulai berjalan tahun ini dan diharapkan selesai dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Pemerintah ingin memastikan bahwa anak-anak di wilayah perbatasan juga mendapatkan kualitas pendidikan yang layak dan setara dengan daerah lain di Indonesia.
Didampingi Sejumlah Menteri Kabinet
Dalam agenda kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Beberapa pejabat yang turut hadir antara lain Sakti Wahyu Trenggono, Sjafrie Sjamsoeddin, serta Sugiono.
Selain itu, hadir pula Dody Hanggodo dan Teddy Indra Wijaya yang turut mendampingi jalannya kegiatan di wilayah Sulawesi Utara tersebut.
Kunjungan ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan sebagai bagian dari pemerataan pembangunan nasional.
Pulau-pulau terluar seperti Miangas tidak hanya memiliki nilai strategis secara geografis, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara di wilayah perbatasan.
Dengan pembenahan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur publik, pemerintah berharap masyarakat di wilayah terdepan Indonesia dapat merasakan pelayanan yang lebih baik dan kualitas hidup yang semakin meningkat.
Editor : Muhammad Azlan Syah