RADARBONANG.ID – Seleksi Kompetensi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 kini memasuki tahapan penting yang menjadi perhatian ribuan peserta di berbagai daerah.
Salah satu faktor paling menentukan dalam proses ini adalah nilai passing grade atau ambang batas kelulusan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Banyak peserta mulai mempersiapkan diri secara serius karena sistem seleksi yang diterapkan bersifat gugur.
Artinya, peserta yang tidak memenuhi ketentuan nilai minimum otomatis tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya, meskipun memiliki pengalaman atau latar belakang pendidikan yang baik.
Baca Juga: Ingin Haji Sejak Muda, Gen Z Dihadapkan pada Dilema Antara Panggilan Hati dan Kondisi Finansial
Passing Grade Jadi Penentu Kelulusan Awal
Seleksi kompetensi KDKMP dan KNMP 2026 dirancang untuk mengukur kemampuan dasar peserta sesuai formasi yang dipilih.
Pemerintah menetapkan standar tertentu agar peserta yang lolos benar-benar memiliki kemampuan manajerial, analisis, dan pengetahuan yang memadai.
Tahapan seleksi berlangsung mulai 3 hingga 12 Mei 2026 dengan metode ujian CAT yang dilakukan secara terstruktur dan terukur.
Dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan mengikuti beberapa jenis tes utama, salah satunya Tes Potensi Kognitif.
Tes ini menjadi gerbang awal yang menentukan apakah peserta bisa melanjutkan ke tahap Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT) atau tidak.
Tes Potensi Kognitif Jadi Ujian Utama
Tes Potensi Kognitif dalam seleksi KDKMP-KNMP 2026 terdiri dari beberapa subtes yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir dan analisis peserta.
Materi yang diujikan meliputi kemampuan bahasa, numerik, pengetahuan umum, pola gambar, abstraksi ruang, hingga analisis bentuk.
Secara keseluruhan terdapat enam subtes yang harus diselesaikan peserta dalam waktu sekitar 50 menit.
Dalam tes inilah pemerintah menetapkan passing grade sebesar 110.
Nilai tersebut menjadi ambang batas minimum yang wajib dipenuhi peserta agar tetap bisa bersaing di tahapan berikutnya.
Karena sistem seleksi menggunakan metode gugur, peserta dengan nilai di bawah ketentuan otomatis dinyatakan tidak lolos, tanpa mempertimbangkan hasil tes lainnya.
Peserta Diminta Lebih Teliti dan Cepat
Banyak peserta menganggap Tes Potensi Kognitif cukup menantang karena tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga kecepatan berpikir dan ketelitian dalam menjawab soal.
Durasi pengerjaan yang terbatas membuat peserta harus mampu membagi waktu secara efektif.
Selain itu, soal-soal numerik dan analisis visual sering kali menjadi bagian yang paling menyita perhatian peserta.
Persiapan matang menjadi hal penting, terutama dengan memperbanyak latihan soal CAT dan memahami pola pertanyaan yang sering muncul pada tes kompetensi berbasis komputer.
Materi Khusus untuk Formasi KDKMP
Bagi peserta yang melamar formasi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, ujian berikutnya akan berfokus pada Tes Manajemen Koperasi.
Tes ini dirancang untuk mengukur pemahaman peserta terkait prinsip dasar koperasi, tata kelola organisasi, pengelolaan usaha, manajemen keuangan, pelayanan anggota, hingga pengembangan kelembagaan koperasi desa.
Peserta diharapkan memiliki pemahaman yang kuat mengenai konsep koperasi modern serta strategi pengembangan usaha berbasis masyarakat.
Pengetahuan mengenai administrasi dan pengelolaan keuangan juga menjadi poin penting dalam penilaian.
Pelamar KNMP Fokus pada Kelautan dan Perikanan
Sementara itu, peserta yang memilih formasi Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih akan menghadapi materi yang lebih spesifik di bidang kelautan dan perikanan.
Penilaian difokuskan pada tata kelola usaha nelayan, pengelolaan sumber daya laut, operasional kegiatan perikanan, pemberdayaan masyarakat pesisir, hingga penguatan kelembagaan sektor kelautan.
Tes ini bertujuan mencari peserta yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengelola potensi ekonomi masyarakat nelayan secara berkelanjutan.
Skema Penilaian Tes Manajemen
Tes manajemen pada seleksi KDKMP dan KNMP terdiri dari 20 soal. Setiap jawaban benar memiliki bobot nilai 5 poin, sedangkan jawaban salah maupun yang tidak dijawab bernilai 0.
Berbeda dengan Tes Potensi Kognitif, pada tahapan tes manajemen tidak diberlakukan passing grade khusus.
Namun demikian, nilai akhir tetap menjadi salah satu faktor penting dalam penentuan peringkat peserta.
Karena itu, peserta tetap disarankan mempersiapkan diri secara maksimal agar memperoleh nilai setinggi mungkin dan memiliki peluang lebih besar untuk lolos seleksi.
Baca Juga: Seni Menolak Tawaran di Dunia Kerja, Skill Penting yang Sering Diabaikan tapi Berdampak Besar
Peserta Diminta Tidak Meremehkan Passing Grade
Meskipun angka passing grade terlihat sederhana, banyak peserta sebelumnya gagal lolos karena kurang mempersiapkan strategi pengerjaan soal.
Kemampuan memahami instruksi, menjaga fokus, dan mengatur waktu menjadi kunci utama dalam menghadapi ujian CAT.
Selain itu, peserta juga perlu memastikan kondisi fisik tetap prima saat mengikuti seleksi.
Dengan persaingan yang cukup ketat dan jumlah peserta yang besar, setiap poin nilai akan sangat menentukan posisi peserta dalam proses seleksi KDKMP-KNMP 2026.
Oleh sebab itu, memahami mekanisme passing grade dan materi ujian menjadi langkah penting sebelum mengikuti tes kompetensi. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah