RADARBONANG.ID – Peristiwa tanah longsor mengejutkan warga Kampung Mulya, Kelurahan Sukasari, Bogor Timur, pada Senin sore (4/5).
Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak siang hari diduga menjadi pemicu utama runtuhnya tebing di kawasan tersebut.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.05 WIB. Tanah yang sebelumnya sudah jenuh air tidak mampu lagi menahan beban, hingga akhirnya longsor terjadi secara tiba-tiba dan menerjang area permukiman warga di bawahnya.
Baca Juga: Messi Murka! Inter Miami Buang Keunggulan 3 Gol dan Tumbang Dramatis dari Orlando City
Tebing Setinggi 30 Meter Runtuh
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, mengungkapkan bahwa longsoran yang terjadi cukup besar.
Tebing dengan tinggi sekitar 30 meter dan lebar kurang lebih 5 meter ambruk dan langsung menghantam lingkungan di sekitarnya.
Material tanah yang turun dengan cepat tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga menutup akses jalan warga.
Kondisi ini sempat membuat aktivitas warga lumpuh dan menimbulkan kepanikan.
Lima Rumah Terdampak, Bagian Belakang Paling Parah
Berdasarkan data dari BPBD, sedikitnya lima rumah warga terdampak akibat kejadian ini.
Kerusakan paling parah terjadi pada bagian belakang rumah, seperti dapur dan kamar mandi yang langsung berhadapan dengan tebing.
Bahkan, satu bangunan gudang dilaporkan tertimbun material longsor.
Struktur bangunan yang tidak mampu menahan tekanan tanah menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan di beberapa titik.
Satu Warga Terluka Akibat Tertimpa Material
Selain kerusakan bangunan, longsor ini juga menyebabkan korban luka.
Seorang warga bernama Hambali dilaporkan mengalami luka di bagian kepala dan punggung setelah tertimpa material longsor saat kejadian berlangsung.
Korban langsung mendapatkan penanganan medis dari tim Dinas Kesehatan Kota Bogor.
Hingga saat ini, kondisi korban telah ditangani secara intensif dan berada dalam pengawasan tenaga medis.
Warga Mengungsi, Rumah Dikosongkan Sementara
Untuk mengantisipasi risiko longsor susulan, rumah-rumah yang terdampak saat ini dikosongkan.
Warga diminta untuk sementara waktu tidak kembali ke rumah hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan, mengingat kondisi tanah yang masih labil serta cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
Ancaman Longsor Susulan Masih Mengintai
Pihak BPBD mengingatkan bahwa potensi longsor susulan masih cukup tinggi, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Tanah yang sudah mengalami pergeseran menjadi lebih rentan terhadap pergerakan lanjutan.
Karena itu, warga di sekitar lokasi diminta tetap waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan atau suara gemuruh dari tebing.
Penanganan Darurat Terus Dilakukan
Tim gabungan dari BPBD, relawan, dan aparat setempat terus melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Pembersihan material longsor serta pendataan kerusakan menjadi fokus utama saat ini.
Selain itu, bantuan darurat juga mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, termasuk logistik dan tempat tinggal sementara.
Baca Juga: Di Tengah Maraknya Freelance, Apakah CPNS Masih Jadi Pilihan Favorit? Ini Perbandingan Lengkapnya
Waspada di Tengah Cuaca Ekstrem
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, terutama di musim hujan dengan intensitas tinggi.
Longsor bisa terjadi kapan saja, terutama di wilayah dengan kontur tanah yang labil.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.
Editor : Muhammad Azlan Syah