RADARBONANG.ID – Pasca insiden yang terjadi di kawasan Bekasi Timur, PT Kereta Api Indonesia (Persero) kini memusatkan perhatian pada proses pemulihan layanan serta peningkatan keselamatan perjalanan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelanggan sekaligus memastikan kepercayaan publik tetap terjaga.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan pemulihan berjalan optimal, memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga, serta memperkuat aspek keselamatan ke depan.
Tinjau Langsung Operasional di Lapangan
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bobby turun langsung meninjau operasional perjalanan kereta, baik layanan Commuter Line maupun kereta api jarak jauh.
Peninjauan dimulai dari Stasiun Manggarai sebagai pusat kendali operasional, kemudian dilanjutkan hingga jalur Bekasi, termasuk Stasiun Bekasi Timur.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa perjalanan kereta rel listrik (KRL) dan layanan kepada pelanggan dapat kembali berjalan secara optimal setelah insiden.
Fokus pada Korban dan Keluarga
Tidak hanya aspek operasional, perhatian KAI juga tertuju pada kondisi korban.
Bobby turut mengunjungi fasilitas kesehatan seperti RS Primaya Bekasi Timur dan RS Primaya Bekasi Barat.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan korban yang masih dirawat mendapatkan penanganan terbaik sekaligus memberikan dukungan secara langsung kepada mereka dan keluarga.
Selain itu, Posko Informasi di Bekasi Timur menjadi pusat layanan utama bagi pelanggan terdampak, mulai dari kebutuhan administrasi hingga pendampingan psikologis.
Mayoritas Korban Sudah Pulih
Seiring berjalannya proses pemulihan, kondisi korban menunjukkan perkembangan positif.
Hingga Minggu pagi (3/5), sebanyak 81 pelanggan telah diperbolehkan pulang, sementara 19 lainnya masih menjalani perawatan lanjutan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memastikan bahwa pendampingan tetap diberikan, baik kepada korban yang masih dirawat maupun yang sudah kembali ke rumah.
Layanan Klaim dan Trauma Healing Disediakan
KAI juga menyediakan mekanisme klaim biaya pengobatan bagi pelanggan yang menjalani perawatan mandiri.
Proses ini dilakukan melalui pengajuan dokumen dan akan diproses bersama pihak asuransi dalam waktu maksimal 21 hari kerja.
Selain itu, layanan trauma healing juga disiapkan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis korban dan keluarga. Layanan ini dapat diakses melalui Posko Informasi maupun call center resmi KAI.
Posko di Bekasi Timur sendiri dijadwalkan tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani berbagai kebutuhan pelanggan.
Perbaikan Operasional Mulai Terlihat
Dari sisi operasional, KAI mencatat adanya peningkatan signifikan dalam ketepatan waktu perjalanan Commuter Line.
Data menunjukkan ketepatan waktu keberangkatan meningkat dari 71,54 persen pada 30 April menjadi 88,84 persen pada 2 Mei.
Sementara ketepatan waktu kedatangan naik dari 68,46 persen menjadi 87,04 persen.
Perbaikan juga terlihat pada lintas Cikarang, dengan peningkatan ketepatan waktu keberangkatan dari 50 persen menjadi 66 persen, serta kedatangan dari 44 persen menjadi 61 persen.
Layanan KA Jarak Jauh Kembali Normal
Untuk layanan kereta api jarak jauh, operasional di lintas Bekasi Timur telah kembali berjalan normal.
Setiap harinya, tercatat 32 perjalanan dari Stasiun Pasar Senen dan 36 perjalanan dari Stasiun Gambir.
Hal ini menunjukkan bahwa proses pemulihan tidak hanya fokus pada KRL, tetapi juga mencakup seluruh layanan transportasi kereta api.
Jumlah Penumpang Tetap Tinggi
Meski sempat terdampak insiden, minat masyarakat terhadap layanan Commuter Line tetap tinggi.
Selama periode 28 April hingga 2 Mei 2026, jumlah pengguna di lintas Cikarang tercatat mencapai 574.644 pelanggan.
Angka ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi utama bagi masyarakat di kawasan tersebut.
Baca Juga: 31 Saksi Diperiksa, Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur Secara Menyeluruh
Komitmen Perbaikan Berkelanjutan
KAI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, terutama dalam aspek keselamatan dan keandalan operasional.
Perusahaan menyadari bahwa setiap perjalanan memiliki arti penting bagi pelanggan, sehingga upaya perbaikan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, KAI berharap kepercayaan masyarakat dapat terus terjaga, sekaligus memastikan perjalanan kereta api menjadi semakin aman dan nyaman ke depannya.
Editor : Muhammad Azlan Syah