RADARBONANG.ID – Media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah cerita yang mengundang kekhawatiran publik terkait keamanan di transportasi umum.
Seorang penumpang KRL Commuter Line mengaku mengalami kejadian tak menyenangkan saat berada di Stasiun Kebayoran.
Kisah tersebut viral setelah diunggah di platform media sosial dan langsung menyita perhatian warganet.
Dalam ceritanya, penumpang tersebut mengaku melihat seorang pria berada di bawah peron yang diduga melakukan aksi mengintip ke arah penumpang perempuan.
Kejadian Bermula Saat KRL Berhenti di Stasiun
Peristiwa itu disebut terjadi pada Sabtu (2/5) sekitar pukul 18.58 WIB.
Baca Juga: Sempat Diamankan, 101 Terduga Kericuhan May Day Dipulangkan, Polisi Dalami Barang Bukti
Saat itu, korban sedang berada di dalam gerbong khusus perempuan dalam perjalanan dari Jurang Mangu menuju Tanah Abang.
Ia memilih berdiri di dekat pintu kereta agar lebih mudah turun.
Namun situasi mendadak berubah ketika kereta berhenti di Stasiun Kebayoran.
Korban mengaku awalnya tidak menyadari adanya hal mencurigakan.
Namun beberapa detik kemudian, ia melihat sesuatu yang tidak biasa di bawah celah antara kereta dan peron.
Melihat Sosok di Bawah Peron, Korban Panik
Dalam pengakuannya, korban melihat kaki seseorang dengan sandal hitam berada di bawah peron.
Setelah menyadari situasi tersebut, ia menduga ada seorang pria yang sengaja bersembunyi dan mengintip menggunakan ponsel.
Korban menyebut pelaku diduga mengarahkan kamera ke bawah rok penumpang perempuan.
Ia pun langsung berteriak panik untuk meminta bantuan penumpang lain di sekitarnya.
Sejumlah penumpang perempuan yang berada di lokasi ikut menyaksikan kejadian tersebut dan turut meneriaki pelaku.
Setelah aksinya diketahui, pria tersebut langsung mundur dan menghilang dari lokasi.
Sempat Direkam, Tapi Pelaku Tak Tertangkap
Korban sempat merekam kejadian tersebut sebagai bukti.
Dalam rekaman itu disebutkan terlihat bagian tubuh pria yang berada di bawah peron.
Namun, korban tidak sempat turun untuk melaporkan kejadian secara langsung di stasiun berikutnya karena pintu kereta sudah tertutup dan perjalanan kembali dilanjutkan.
Kondisi ini membuat pelaku tidak berhasil diamankan saat kejadian berlangsung.
KAI Langsung Lakukan Penelusuran
Menanggapi kejadian yang viral tersebut, pihak KAI Commuter langsung bergerak cepat melakukan penelusuran.
Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan bahwa petugas segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari pengguna.
Namun, saat dilakukan pengecekan di Stasiun Kebayoran, petugas tidak menemukan sosok mencurigakan seperti yang dilaporkan.
Selain itu, pihak KAI juga melakukan pemeriksaan melalui rekaman CCTV di area stasiun.
Hasilnya, tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan yang terekam kamera pengawas.
Imbauan untuk Penumpang KRL
KAI Commuter mengapresiasi laporan yang disampaikan oleh pengguna KRL.
Pihaknya juga mengimbau seluruh penumpang untuk tidak ragu melaporkan kejadian mencurigakan kepada petugas.
Langkah cepat dari penumpang dinilai sangat penting agar tindakan dapat segera dilakukan di lokasi kejadian.
“Kami berkomitmen untuk merespons setiap laporan dari pengguna agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ujar pihak KAI dalam keterangannya.
Isu Keamanan Transportasi Kembali Jadi Sorotan
Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran terkait keamanan di transportasi publik, khususnya bagi penumpang perempuan.
Baca Juga: Sempat Diamankan, 101 Terduga Kericuhan May Day Dipulangkan, Polisi Dalami Barang Bukti
Meski belum ada bukti kuat dari hasil penelusuran, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pengawasan di area peron, terutama di celah antara kereta dan peron, menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian lebih.
Viralnya cerita penumpang KRL yang mengaku melihat pria mengintip dari bawah peron menjadi perhatian serius.
Meski belum ditemukan bukti kuat oleh pihak KAI, laporan ini tetap menjadi alarm penting terkait keamanan transportasi publik.
Kewaspadaan penumpang, respons cepat petugas, serta peningkatan sistem pengawasan menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Editor : Muhammad Azlan Syah