Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sempat Diamankan, 101 Terduga Kericuhan May Day Dipulangkan, Polisi Dalami Barang Bukti

Cicik Nur Latifah • Minggu, 3 Mei 2026 | 03:46 WIB
Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

RADARBONANG.ID - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Jakarta sempat diwarnai kekhawatiran akan potensi kericuhan.

Aparat dari Polda Metro Jaya bergerak cepat dengan mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam rencana aksi anarkis.

Sebanyak 101 orang diamankan dalam operasi tersebut. Namun, setelah melalui proses pendataan dan pendalaman awal, seluruhnya telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Baca Juga: Bikin Nangis Tanpa Sadar! Ini Drama Korea tentang Perawat yang Kisahnya Relate Banget dengan Kehidupan Nyata

Dipulangkan dengan Pendampingan Hukum

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa para individu tersebut telah kembali ke keluarga mereka pada Jumat malam.

Proses pemulangan dilakukan dengan pendampingan dari LBH Jakarta guna memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Langkah ini menunjukkan bahwa meski tindakan pengamanan dilakukan, hak-hak individu tetap menjadi perhatian utama aparat.

Barang Bukti Masih Didalami

Meski para terduga telah dipulangkan, penyelidikan belum berhenti.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan saat pengamanan.

Di antara barang yang diamankan terdapat selebaran yang diduga berkaitan dengan rencana aksi, serta berbagai benda yang berpotensi digunakan untuk tindakan anarkis.

Aparat kini fokus menelusuri lebih jauh apakah ada pihak tertentu yang berperan sebagai penggerak atau bahkan penyandang dana di balik dugaan rencana kericuhan tersebut.

Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan

Sebelumnya, aparat kepolisian telah melakukan langkah antisipatif melalui deteksi dini terhadap kelompok yang dicurigai akan memicu gangguan keamanan.

Fokus pengamanan berada di kawasan strategis seperti Monas dan sekitar Gedung DPR/MPR RI, yang menjadi titik konsentrasi massa saat aksi buruh berlangsung.

Langkah ini dinilai efektif dalam mencegah potensi kerusuhan sebelum benar-benar terjadi.

Barang Berbahaya Turut Diamankan

Dalam operasi tersebut, polisi menemukan sejumlah barang yang mencurigakan.

Di antaranya botol kosong dan kain yang berpotensi dijadikan bahan bom molotov, paku beton, hingga ketapel beserta gotri.

Selain itu, ditemukan pula dokumen yang berisi rencana aksi, yang kini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menegaskan bahwa barang-barang tersebut menjadi indikasi adanya potensi tindakan anarkis yang telah dipersiapkan.

Langkah Preventif untuk Jaga Kondusivitas

Polisi menegaskan bahwa tindakan pengamanan ini bersifat preventif.

Tujuannya adalah memastikan bahwa peringatan May Day tetap berlangsung aman dan damai tanpa gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pendekatan ini mencakup dua aspek utama: pencegahan dan penindakan.

Dengan strategi tersebut, aparat berupaya mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.

May Day Tetap Berjalan Damai

Meski sempat diwarnai kekhawatiran, secara umum peringatan May Day di Jakarta tetap berlangsung kondusif.

Massa buruh dapat menyampaikan aspirasi mereka tanpa gangguan besar.

Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi antara aparat keamanan dan berbagai pihak yang terlibat dalam aksi.

Siapa Dalang di Balik Rencana Ini?

Kini, fokus utama penyelidikan beralih pada upaya mengungkap pihak-pihak yang diduga berada di balik rencana kericuhan tersebut.

Polisi tidak menutup kemungkinan adanya aktor yang mengorganisir atau mendanai aksi tersebut.

Baca Juga: PBMI Genjot Pelatnas Mandiri, 30 Atlet Muaythai Indonesia Siap Tampil di IFMA World Championship 2026

Penelusuran terus dilakukan dengan mengumpulkan bukti dan informasi tambahan.

Keamanan Jadi Prioritas Utama

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aksi besar seperti May Day selalu memiliki potensi risiko keamanan.

Oleh karena itu, langkah antisipasi menjadi sangat penting.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kekacauan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#May Day Jakarta 2026 #Polda Metro Jaya 101 orang #kericuhan May Day #pengamanan demo buruh #berita Jakarta terbaru