Viral Pengakuan Sopir Taksi Green SM Usai Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Mobil Disebut Mendadak Mati di Rel

Cicik Nur Latifah • Dipublikasikan Rabu, 29 April 2026 | 11:04 WIB
Viral pengakuan sopir taksi: mobil mendadak mati di rel, kecelakaan pun tak terhindarkan (Platform X)
Viral pengakuan sopir taksi: mobil mendadak mati di rel, kecelakaan pun tak terhindarkan (Platform X)

 

RADARBONANG.ID – Insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan kereta di kawasan Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam masih menjadi sorotan publik.

Peristiwa yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek ini kembali memanas setelah munculnya video pengakuan sopir taksi Green SM yang viral di media sosial.

Dalam video tersebut, sang pengemudi terlihat dalam kondisi terguncang sesaat setelah kejadian.

Ia mengungkapkan bahwa mobil yang dikendarainya tiba-tiba mengalami gangguan saat berada di perlintasan rel.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Berubah Total, FIFA Tambah Hadiah di Tengah Polemik Pajak Peserta

Pengakuan ini langsung menyita perhatian karena diduga menjadi awal dari rangkaian kecelakaan yang lebih besar.

Pengakuan Sopir: Mobil Tiba-Tiba Tidak Berfungsi

Dalam rekaman yang beredar luas, sopir taksi tersebut menjelaskan bahwa kendaraan yang ia bawa mendadak tidak bisa dijalankan.

Ia menyebut sistem mobil seperti terkunci sehingga tidak merespons kendali.

Kondisi itu terjadi tepat ketika mobil berada di jalur rel kereta. Situasi semakin genting karena pada saat bersamaan, kereta sudah mendekat dari arah lintasan.

Sopir mengaku tidak memiliki cukup waktu untuk memindahkan kendaraan dari rel.

Akibatnya, mobil tetap berada di lokasi hingga akhirnya tertabrak KRL yang melintas.

Pengakuan ini memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat terkait kemungkinan adanya gangguan teknis pada kendaraan yang digunakan.

Kronologi Awal Kecelakaan Beruntun

Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian bermula saat taksi listrik milik Green SM melintasi perlintasan rel di sekitar Bekasi Timur.

Diduga kendaraan mengalami kendala teknis sehingga berhenti di tengah jalur.

Tak lama kemudian, KRL Commuter Line yang melintas di jalur tersebut menabrak mobil yang tidak sempat dipindahkan.

Benturan ini menyebabkan KRL berhenti di lokasi kejadian.

Namun insiden tidak berhenti di situ. Beberapa saat setelahnya, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama tidak dapat menghindari KRL yang berhenti, sehingga terjadi tabrakan dari belakang.

Kecelakaan beruntun ini menyebabkan kerusakan serius pada rangkaian kereta serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Respons Resmi dari Pihak Green SM

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Green SM Indonesia akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Dalam keterangannya, perusahaan menyebut bahwa kendaraan yang terlibat dalam kejadian tidak sedang membawa penumpang saat insiden terjadi.

Hal ini dinilai mengurangi potensi korban lebih besar.

Selain itu, pihak perusahaan juga memastikan bahwa pengemudi berhasil menyelamatkan diri sebelum benturan dengan kereta terjadi.

Green SM menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan pengemudi menjadi prioritas utama dalam setiap operasional.

Investigasi Masih Berlangsung

Saat ini, penyelidikan atas kecelakaan tersebut masih terus dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Tim investigasi fokus pada berbagai aspek yang diduga menjadi penyebab kejadian, termasuk kondisi kendaraan taksi yang mengalami gangguan di perlintasan rel.

Selain itu, faktor lain seperti sistem perlintasan, respons operator kereta, hingga kemungkinan human error juga turut menjadi bagian dari pemeriksaan.

Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai penyebab kecelakaan serta menjadi dasar untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Sorotan pada Keselamatan Perlintasan

Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan di perlintasan sebidang.

Banyak pihak menilai bahwa pengawasan dan sistem pengamanan di lokasi seperti ini perlu diperkuat.

Kasus kendaraan yang terjebak di rel bukanlah kejadian pertama. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan perlintasan menjadi hal yang mendesak.

Selain faktor teknis kendaraan, kesiapan infrastruktur dan kesadaran pengguna jalan juga menjadi elemen penting dalam mencegah kecelakaan.

Baca Juga: Kemenhub Bentuk Tim Khusus, Peran Taksi Green SM dalam Kecelakaan KA Bekasi Diselidiki

Dampak Luas bagi Publik

Kecelakaan ini tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga mengganggu operasional transportasi kereta api di jalur tersebut.

Sejumlah perjalanan kereta mengalami keterlambatan, sementara penumpang harus menghadapi ketidaknyamanan akibat gangguan layanan.

Di sisi lain, viralnya video pengakuan sopir turut memperbesar perhatian publik terhadap insiden ini.

Banyak warganet mempertanyakan bagaimana kendaraan bisa tiba-tiba berhenti di lokasi berbahaya seperti rel kereta.

Situasi ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam investigasi agar masyarakat mendapatkan kejelasan informasi.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
kecelakaan Bekasi Timur taksi Green SM mati di rel KRL tabrakan Argo Bromo kronologi kecelakaan kereta investigasi KNKT Bekasi