RADARBONANG.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) dalam sebuah upacara di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4).
Pelantikan ini menandai langkah baru dalam penguatan sistem pengawasan karantina nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan global di sektor perdagangan dan kesehatan hayati.
Usai dilantik, Karding langsung menyampaikan komitmennya untuk memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas hewan dan tumbuhan dari luar negeri.
Baca Juga: Viralitas di Balik Tragedi Jembatan Cangar, Antara Informasi dan Eksploitasi
Namun, ia juga menegaskan bahwa upaya tersebut tidak akan menghambat arus ekspor-impor yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.
Fokus pada Ketahanan Hayati Nasional
Sebagai lembaga yang memiliki peran strategis, Barantin bertugas mencegah masuknya hama dan penyakit yang dapat mengancam sektor pertanian, peternakan, serta perikanan di Indonesia.
Karding menilai bahwa pengawasan karantina bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menjadi garis pertahanan pertama dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan lingkungan.
Menurutnya, ancaman dari organisme pengganggu yang terbawa melalui impor bisa berdampak luas jika tidak ditangani dengan baik sejak awal.
Menjaga Keseimbangan antara Proteksi dan Ekonomi
Dalam pernyataannya, Karding menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan nasional dan kelancaran aktivitas perdagangan.
Ia menyadari bahwa kebijakan yang terlalu ketat tanpa perhitungan dapat menghambat arus barang, sementara pengawasan yang longgar berisiko membawa ancaman bagi sektor domestik.
Oleh karena itu, ia berkomitmen menerapkan sistem karantina yang efektif, cepat, dan tetap sesuai standar internasional.
Perkuat Koordinasi Lintas Kementerian
Untuk mewujudkan sistem yang optimal, Karding menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor. Ia berencana memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Beberapa di antaranya adalah Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta instansi lain seperti imigrasi dan bea cukai.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa setiap proses pemeriksaan dan pengawasan dapat berjalan lebih efisien tanpa menimbulkan hambatan yang tidak perlu.
Lanjutkan Program yang Sudah Berjalan
Selain membawa visi baru, Karding juga memastikan bahwa program-program yang telah dirintis oleh kepemimpinan sebelumnya akan tetap dilanjutkan.
Ia menilai bahwa kesinambungan kebijakan sangat penting agar tidak terjadi gangguan dalam sistem yang sudah berjalan.
Namun demikian, evaluasi dan perbaikan tetap akan dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kinerja lembaga.
Adaptasi dengan Tantangan Global
Dalam era globalisasi, mobilitas barang antarnegara semakin tinggi. Hal ini membuat tantangan di sektor karantina semakin kompleks.
Karding menyebut bahwa Indonesia harus mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut, termasuk dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit lintas negara.
Penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian dari strategi yang akan dikembangkan.
Dukungan untuk Pelaku Usaha
Di sisi lain, Barantin juga berupaya memberikan kepastian dan kemudahan bagi pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bidang ekspor dan impor.
Karding menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kebijakan karantina justru menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi.
Sebaliknya, sistem yang baik diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia.
Komitmen Awal yang Jadi Sorotan
Langkah cepat Karding setelah dilantik mendapat perhatian karena menunjukkan keseriusan dalam menjalankan tugas barunya.
Baca Juga: Jangan Jadikan Standar Orang Lain Barometer Kesuksesan , Andovi Da Lopez: Bahagia Itu Subjektif
Dengan pendekatan yang mengedepankan keseimbangan antara pengawasan dan kelancaran perdagangan, ia diharapkan mampu membawa Barantin menjadi lembaga yang semakin kuat dan profesional.
Ke depan, kebijakan yang diambil akan sangat menentukan bagaimana Indonesia menjaga ketahanan hayati sekaligus tetap kompetitif di pasar global.
Pelantikan ini menjadi awal dari upaya besar dalam memperkuat sistem karantina nasional yang adaptif, responsif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika global.