Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Pasangan Asal Kupang Ditangkap, Terlibat Jaringan Kejahatan Siber Global

Amaliya Syafithri • Jumat, 24 April 2026 | 15:25 WIB
Kerja sama FBI dan Bareskrim berhasil mengungkap jaringan kejahatan siber global dengan pelaku asal Indonesia. (ilustrasi)
Kerja sama FBI dan Bareskrim berhasil mengungkap jaringan kejahatan siber global dengan pelaku asal Indonesia. (ilustrasi)

 

RADARBONANG.ID – Kasus kejahatan siber kembali menjadi sorotan setelah aparat penegak hukum Indonesia bekerja sama dengan lembaga internasional untuk mengungkap jaringan kriminal lintas negara.

Dalam operasi gabungan, pasangan asal Kupang berhasil diamankan oleh Bareskrim Polri bersama FBI.

Penangkapan ini menjadi bukti bahwa kejahatan digital kini semakin kompleks dan membutuhkan sinergi lintas negara dalam penanganannya.

Baca Juga: Degradasi Wolverhampton Wanderers Jadi Salah Satu yang Tercepat di Premier League

Modus Penipuan dan Peretasan

Berdasarkan hasil penyelidikan, kedua pelaku diduga menjalankan berbagai modus kejahatan siber, mulai dari penipuan online, pencurian data, hingga aktivitas peretasan.

Target mereka tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari berbagai negara di dunia.

Dengan memanfaatkan teknologi yang semakin canggih, pelaku mampu menyamarkan identitas serta lokasi mereka, sehingga sulit dilacak oleh aparat penegak hukum.

Kerugian Capai Ratusan Miliar

Kasus ini disebut sebagai salah satu kejahatan siber terbesar yang melibatkan pelaku dari Indonesia.

Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp350 miliar.

Nilai tersebut mencerminkan besarnya dampak kejahatan digital yang tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi secara lebih luas.

Penyelidikan Panjang dan Koordinasi Intensif

Pihak Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil dari proses penyelidikan yang panjang.

Koordinasi intensif dengan FBI dilakukan melalui pertukaran data dan informasi secara berkelanjutan.

Dari hasil penyidikan awal, jaringan ini diketahui telah beroperasi selama beberapa tahun dengan jangkauan korban yang luas di berbagai negara.

Kejahatan Siber Semakin Global

Kasus ini menegaskan bahwa kejahatan siber tidak lagi bersifat lokal.

Pelaku dapat beroperasi dari satu negara, sementara korban tersebar di berbagai belahan dunia.

Kondisi ini membuat penanganan kasus menjadi lebih kompleks dan membutuhkan kerja sama internasional yang kuat, baik dalam aspek hukum maupun teknologi.

Pentingnya Literasi Digital

Selain menjadi keberhasilan aparat penegak hukum, kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam aktivitas digital.

Baca Juga: Stok Minyakita di Lhokseumawe Menipis, Diperkirakan Hanya Cukup Dua Pekan ke Depan

Keamanan data pribadi harus menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ancaman siber.

Edukasi mengenai literasi digital dinilai sangat penting agar masyarakat mampu mengenali potensi risiko dan melindungi diri dari berbagai modus kejahatan online.

Dengan meningkatnya kolaborasi global serta kesadaran masyarakat, diharapkan kejahatan siber dapat ditekan dan ruang digital menjadi lebih aman bagi semua pengguna.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#kejahatan siber global #FBI Bareskrim #kasus hacker Indonesia #penipuan online internasional #keamanan digital