RADARBONANG.ID – Seorang siswi sekolah dasar berusia 9 tahun di Kabupaten Toba berhasil menyelamatkan diri dari percobaan tindak kekerasan seksual berkat keberanian luar biasa.
Dalam situasi yang mencekam, korban melawan pelaku dengan cara yang tidak terduga, yakni melempar pupuk ke arah wajah pelaku hingga akhirnya berhasil kabur.
Peristiwa ini terjadi saat korban baru saja pulang sekolah. Aksi cepat dan keberanian korban menjadi faktor utama yang membuat pelaku panik dan menghentikan perbuatannya.
Baca Juga: Motif Penganiayaan Nelayan hingga Tewas di Makassar Terungkap, Berawal dari Konflik Anak
Kronologi Kejadian di Ladang Terpencil
Kapolres Toba, Khairudin, mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika korban bersama dua temannya bertemu dengan pelaku berinisial ACM (38).
Pelaku kemudian menawarkan bantuan untuk menunjukkan lokasi sebuah warung.
Namun, alih-alih mengantar ke tujuan, pelaku justru membawa korban ke sebuah ladang terpencil yang berjarak sekitar 50 meter dari jalan raya. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 13.00 WIB.
Saat situasi mulai mencurigakan, korban menunjukkan penolakan dengan tidak mau turun dari sepeda motor pelaku dan berpegangan erat pada bagian belakang kendaraan.
Perlawanan Berani di Tengah Ketakutan
Pelaku yang kesal kemudian melakukan kekerasan dengan melempari tanah, menjambak rambut korban, mencakar wajahnya, hingga mendorongnya jatuh.
Dalam kondisi ketakutan, korban tetap berusaha melawan.
Ia menangis, berteriak meminta pertolongan, dan secara spontan mengambil pupuk di sekitar lokasi untuk dilemparkan ke arah wajah pelaku.
Tindakan ini terbukti efektif membuat pelaku panik dan akhirnya melarikan diri, meninggalkan korban sendirian di lokasi kejadian.
Warga dan Polisi Bergerak Cepat
Teriakan korban didengar oleh warga sekitar yang kemudian segera menghubungi pihak berwajib melalui layanan darurat 110.
Respon cepat ini membantu mempercepat penanganan kasus.
Korban kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk mendapatkan perawatan atas luka di wajah serta pemulihan trauma akibat kejadian tersebut.
Pelaku Ditangkap di Hari yang Sama
Pihak kepolisian dari Polres Toba bergerak cepat melakukan pengejaran.
Pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada hari yang sama sekitar pukul 19.30 WIB di Desa Sibumulbul, Kecamatan Balige.
Saat ini, pelaku telah diamankan di rumah tahanan Mako Polres Toba dan dijerat dengan tuduhan percobaan tindak pidana perkosaan terhadap anak di bawah umur.
Pentingnya Edukasi dan Perlindungan Anak
Kasus ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya edukasi kepada anak-anak tentang cara menghadapi situasi berbahaya.
Baca Juga: Frugal Living Jadi Cara Gen Z Bertahan: Tetap Stylish Tanpa Harus Boros
Keberanian korban menjadi contoh bahwa respons cepat dan upaya melawan dapat menyelamatkan diri dalam kondisi tertentu.
Di sisi lain, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini masih dalam pendalaman untuk mengungkap motif pelaku secara menyeluruh.
Pendampingan psikologis juga menjadi prioritas agar korban dapat pulih secara mental.
Peristiwa ini sekaligus menegaskan pentingnya peran keluarga, masyarakat, dan aparat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak dari berbagai ancaman kejahatan.
Editor : Muhammad Azlan Syah