Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Stok Minyakita di Lhokseumawe Menipis, Diperkirakan Hanya Cukup Dua Pekan ke Depan

Ika Nur Jannah • Rabu, 22 April 2026 | 15:46 WIB
Stok Minyakita di Lhokseumawe mulai menipis dan diperkirakan hanya cukup untuk dua pekan ke depan. (Sumber Foto: Pinterest)
Stok Minyakita di Lhokseumawe mulai menipis dan diperkirakan hanya cukup untuk dua pekan ke depan. (Sumber Foto: Pinterest)

 

RADARBONANG.ID – Ketersediaan minyak goreng bersubsidi Minyakita di wilayah Lhokseumawe mulai menunjukkan tanda-tanda penipisan.

Berdasarkan data terbaru, stok yang tersedia saat ini diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam dua pekan ke depan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Minyakita merupakan salah satu kebutuhan pokok yang banyak digunakan masyarakat, terutama untuk keperluan rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Baca Juga: Tyo Guritno: Manusia Adalah Teknologi Paling Canggih, Jangan Kalah Dengan AI

Kepala Bulog Subcabang Lhokseumawe, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa saat ini persediaan Minyakita di gudang mencapai sekitar 7.500 karton.

Stok tersebut masih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan di tiga wilayah, yaitu Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Kabupaten Bireuen.

Distribusi Dilakukan Secara Bertahap

Menurut Iqbal, distribusi Minyakita dilakukan secara rutin setiap minggu ke pasar induk di masing-masing wilayah.

Penyaluran ini mengacu pada data dari Sistem Pantau Pasar Bahan Pokok (SP2) yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau kebutuhan dan ketersediaan bahan pokok secara lebih akurat, sehingga distribusi dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Setiap minggu, pasokan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan di lapangan, agar tidak terjadi penumpukan di satu wilayah maupun kekurangan di wilayah lainnya.

Pasokan Tambahan Segera Datang

Untuk mengantisipasi potensi kelangkaan, Bulog memastikan bahwa tambahan pasokan Minyakita akan segera masuk dalam waktu dekat.

Jumlah tambahan yang direncanakan mencapai 7.500 karton, sama dengan stok yang saat ini tersedia di gudang.

Dengan adanya pasokan baru tersebut, diharapkan kebutuhan masyarakat dapat kembali terpenuhi secara normal dan tidak terjadi kekosongan stok di pasaran.

Sementara itu, untuk distribusi pekan ini, Bulog telah mengalokasikan sekitar 1.500 karton Minyakita untuk pedagang di pasar induk wilayah Aceh Utara.

Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan di tengah keterbatasan stok.

Harga Masih Sesuai HET

Dari sisi harga, Minyakita masih dijual sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Harga beli dari Bulog tercatat sebesar Rp14.500 per liter, sementara harga jual eceran di tingkat konsumen ditetapkan Rp15.000 per liter sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Stabilitas harga ini menjadi penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok lainnya.

Pemerintah bersama Bulog terus berupaya memastikan bahwa distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga yang signifikan.

Pengawasan Diperketat

Selain memastikan pasokan, Bulog juga melakukan pemantauan rutin bersama pemerintah daerah.

Pengawasan dilakukan baik di pasar induk maupun di luar pasar secara berkala setiap bulan.

Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya praktik penimbunan, distribusi tidak merata, atau permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.

Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan distribusi Minyakita tetap berjalan sesuai aturan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Antisipasi Kelangkaan di Daerah

Penipisan stok Minyakita di Lhokseumawe menjadi pengingat pentingnya manajemen distribusi bahan pokok yang efektif.

Ketersediaan yang terbatas dalam waktu tertentu dapat berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini berpotensi memicu kelangkaan di pasar serta kenaikan harga di tingkat pengecer.

Namun, dengan adanya rencana penambahan stok serta distribusi yang terus berjalan, pemerintah optimistis situasi ini dapat segera diatasi.

Baca Juga: Inovasi Masa Depan: PT Inka Garap Trem Otonom dan Gerbong Logistik Canggih

Harapan Stabilitas Pasokan

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat mempercepat habisnya stok di pasaran. Peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas konsumsi juga menjadi faktor penting dalam menghindari kelangkaan.

Dengan sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan masyarakat, distribusi Minyakita diharapkan kembali stabil dalam waktu dekat.

Upaya menjaga ketersediaan bahan pokok seperti Minyakita menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama di tengah dinamika pasokan dan permintaan yang terus berubah.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Minyakita Lhokseumawe #stok minyak goreng menipis #Bulog Aceh #harga Minyakita #distribusi minyak goreng