Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Bayar Janji yang Sempat Tertunda, Wapres Gibran Sambangi Yahukimo: Fokus Kesehatan dan Pendidikan

Adinda Dwi Wahyuni • Rabu, 22 April 2026 | 13:56 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung fasilitas kesehatan dan pendidikan di Yahukimo, Papua Pegunungan, sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan di wilayah terpencil. (Sumber: antaranews.com)
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung fasilitas kesehatan dan pendidikan di Yahukimo, Papua Pegunungan, sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan di wilayah terpencil. (Sumber: antaranews.com)

 

RADARBONANG.ID – Komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil kembali ditegaskan melalui kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (21/4). Kunjungan ini menjadi penting karena sebelumnya sempat tertunda pada Januari lalu akibat faktor keamanan yang belum memungkinkan.

Meski hanya berlangsung sekitar empat jam, agenda kunjungan Wapres terbilang padat dan strategis.

Didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto, Gibran langsung turun ke lapangan untuk meninjau sejumlah fasilitas vital yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga: Susu Formula Bukan Kebutuhan Primer Bayi? Ketua AIMI Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Strategi Marketing Global

Kehadiran orang nomor dua di Indonesia tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat tidak mengabaikan daerah-daerah terpencil, termasuk wilayah Papua Pegunungan yang memiliki tantangan geografis dan infrastruktur cukup kompleks.

Tinjau RSUD Dekai, Serap Langsung Keluhan di Lapangan

Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah peninjauan RSUD Dekai.

Di lokasi ini, Wapres Gibran menerapkan pendekatan “belanja masalah”, yakni dengan berdialog langsung bersama pihak rumah sakit dan pejabat setempat guna menyerap berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Dalam diskusi tersebut, terungkap sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan fasilitas medis, kekurangan tenaga kesehatan, hingga akses layanan yang belum merata bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

Semua temuan tersebut dicatat sebagai bahan evaluasi untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.

Sebagai langkah konkret, Gibran menyampaikan rencana peningkatan status RSUD Dekai menjadi rumah sakit Tipe C.

Peningkatan ini diharapkan mampu memperluas kapasitas layanan kesehatan, baik dari sisi fasilitas maupun tenaga medis, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan yang memadai.

Langkah ini dinilai penting mengingat akses terhadap layanan kesehatan di Papua masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan, terutama di daerah pegunungan yang sulit dijangkau.

Stabilitas Keamanan Jadi Kunci Pembangunan

Selain fokus pada sektor kesehatan, kunjungan ini juga menjadi indikator membaiknya situasi keamanan di Yahukimo.

Sebelumnya, wilayah ini sempat menghadapi dinamika keamanan yang cukup memengaruhi aktivitas masyarakat dan pembangunan.

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto memastikan bahwa kondisi saat ini sudah kondusif dan terkendali.

Ia menegaskan bahwa aparat keamanan dari TNI dan Polri terus bersiaga untuk menjaga stabilitas wilayah agar proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

Menurut Hadi, kehadiran Wapres Gibran di Yahukimo merupakan bukti nyata bahwa negara hadir secara langsung di tengah masyarakat, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui pengawasan langsung di lapangan.

Stabilitas keamanan dinilai sebagai fondasi utama dalam percepatan pembangunan, terutama di daerah yang sebelumnya mengalami gangguan.

Tanpa kondisi yang aman, berbagai program pemerintah sulit untuk diimplementasikan secara optimal.

Soroti Pendidikan, Kunjungi Sekolah di Yahukimo

Tak hanya sektor kesehatan, perhatian pemerintah juga diarahkan pada bidang pendidikan.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran menyempatkan diri mengunjungi Sekolah Kristen Yahukimo untuk melihat langsung kondisi kegiatan belajar mengajar.

Kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai tantangan pendidikan di daerah terpencil, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kebutuhan tenaga pengajar.

Hal ini menjadi catatan penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua.

Pemerintah menilai bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Dengan pendidikan yang baik, diharapkan generasi muda di Yahukimo dapat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerahnya.

Komitmen Tindak Lanjut dari Pusat

Di akhir kunjungan, Wapres Gibran melakukan evaluasi singkat terhadap berbagai laporan yang diterima selama berada di Yahukimo.

Ia memastikan bahwa seluruh temuan di lapangan akan dibawa ke Jakarta untuk segera ditindaklanjuti melalui kebijakan dan dukungan anggaran.

Baca Juga: Berumur ke 96 Tahun, PSSI Masih Punya PR Besar dalam Menjalankan Kompetisi Domestik

Langkah ini menunjukkan bahwa kunjungan kerja bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan berbasis kondisi nyata di lapangan.

Pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap permasalahan yang ditemukan dapat diselesaikan secara sistematis dan berkelanjutan.

Kunjungan ke Yahukimo ini diharapkan menjadi titik awal percepatan pembangunan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya dalam peningkatan layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta dukungan aparat keamanan, masyarakat Yahukimo diharapkan dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih merata dan berkelanjutan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Yahukimo Papua #RSUD Dekai #pembangunan Papua #kunjungan wapres #gibran rakabuming raka