Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Gedung D Kemendagri di Pasar Minggu Terbakar, ASN Panik Berhamburan Selamatkan Diri

Adinda Dwi Wahyuni • Rabu, 22 April 2026 | 07:12 WIB
Kebakaran di Gedung D Kemendagri memicu kepanikan ASN, petugas damkar berhasil mengendalikan api sebelum meluas. (Sumber: antaranews.com)
Kebakaran di Gedung D Kemendagri memicu kepanikan ASN, petugas damkar berhasil mengendalikan api sebelum meluas. (Sumber: antaranews.com)

 

RADARBONANG.ID – Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari kompleks perkantoran Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di kawasan Pasar Minggu, Senin (20/4) siang.

Gedung D yang menjadi pusat aktivitas aparatur sipil negara (ASN) dilalap si jago merah, memicu kepanikan di tengah jam kerja.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.38 WIB itu membuat puluhan ASN berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Sejumlah pegawai terlihat berupaya membawa dokumen penting dan barang berharga sambil menjauh dari sumber api. 

Kepulan asap yang semakin tebal membuat situasi menjadi semakin mencekam dalam waktu singkat.

Baca Juga: Inovasi Masa Depan: PT Inka Garap Trem Otonom dan Gerbong Logistik Canggih

ASN Berlarian, Suasana Mencekam

Kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba membuat suasana di dalam gedung berubah drastis.

Pegawai yang tengah bekerja langsung menghentikan aktivitasnya begitu melihat asap mulai memenuhi ruangan.

Beberapa pegawai tampak panik, sementara lainnya berusaha tetap tenang dan membantu rekan kerja keluar dari gedung.

Evakuasi dilakukan secara cepat untuk menghindari risiko yang lebih besar, terutama karena api terlihat terus membesar dari bagian bawah gedung.

Tidak sedikit ASN yang memilih meninggalkan barang pribadi demi menyelamatkan diri.

Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini.

18 Unit Damkar Dikerahkan

Mendapat laporan kebakaran, petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan langsung bergerak cepat.

Sebanyak 18 unit mobil pemadam dengan kekuatan 75 personel diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan api.

Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, menyampaikan bahwa proses pemadaman dimulai sekitar pukul 13.47 WIB.

“Operasi pemadaman dilakukan untuk melokalisir api agar tidak merembet ke gedung utama maupun bangunan lain di sekitarnya,” ujarnya.

Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke bagian lain kompleks perkantoran.

Setelah itu, tim langsung melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran ulang.

Dugaan Sumber Api Masih Diselidiki

Penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Namun, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa api diduga berasal dari area luar gedung di lantai dasar.

“Dugaan sementara berasal dari tumpukan barang yang sudah tidak terpakai di luar gedung. Untuk kronologi detailnya masih didalami oleh tim laboratorium forensik,” jelas Asril Rizal.

Jika dugaan ini benar, maka pengelolaan barang bekas di lingkungan perkantoran menjadi perhatian serius, terutama terkait potensi bahaya kebakaran yang sering kali dianggap sepele.

Satu Korban Sesak Napas

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu orang dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal saat proses evakuasi.

Korban langsung mendapatkan penanganan medis dari tim ambulans yang telah disiagakan di lokasi.

Petugas memastikan kondisi korban stabil dan tidak mengalami luka serius.

Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa asap kebakaran bisa menjadi ancaman serius, bahkan lebih berbahaya dibandingkan api itu sendiri.

Aktivitas Sempat Lumpuh Total

Kebakaran ini menyebabkan aktivitas perkantoran di lingkungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sempat lumpuh total.

Seluruh pegawai diminta keluar dari gedung hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.

Sejumlah layanan administrasi pun terpaksa tertunda sementara waktu.

Meski demikian, pihak terkait memastikan operasional akan kembali normal setelah proses evaluasi dan pemeriksaan selesai dilakukan.

Evaluasi Sistem Keamanan Gedung

Insiden ini juga menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan gedung, termasuk kesiapan jalur evakuasi, alat pemadam api ringan (APAR), serta prosedur tanggap darurat bagi seluruh pegawai.

Baca Juga: Mahasiswa IPB Pelaku Pelecehan Dihukum Ikut Kegiatan Sosial dan Edukasi

Kebakaran di area perkantoran sering kali dipicu oleh faktor sederhana, namun berdampak besar jika tidak ditangani dengan cepat.

Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan kerja dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait kerugian materiil akibat insiden tersebut.

Peristiwa ini menegaskan bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana, terutama di lingkungan kerja dengan aktivitas tinggi seperti perkantoran pemerintah. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#kebakaran Kemendagri #Gedung D terbakar #Pasar Minggu kebakaran #ASN panik #damkar Jakarta Selatan