Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Krisis Avtur Makin Parah, Penerbangan di Eropa Terancam Lumpuh dalam Hitungan Minggu

Muhammad Azlan Syah • Minggu, 19 April 2026 | 16:22 WIB
Krisis avtur bikin penerbangan di Eropa terancam lumpuh. Stok bahan bakar tinggal hitungan minggu, siap-siap tiket mahal dan penerbangan dibatalkan! (Ilustrasi)
Krisis avtur bikin penerbangan di Eropa terancam lumpuh. Stok bahan bakar tinggal hitungan minggu, siap-siap tiket mahal dan penerbangan dibatalkan! (Ilustrasi)

 

RADARBONANG.ID – Krisis energi global kembali menunjukkan dampaknya secara nyata.

Kali ini, sektor penerbangan di kawasan Eropa berada dalam tekanan serius akibat menipisnya stok bahan bakar jet atau avtur.

Situasi ini bukan sekadar isu biasa. Sejumlah pakar energi bahkan memperingatkan bahwa gangguan besar terhadap operasional penerbangan bisa terjadi dalam waktu dekat jika pasokan tidak segera pulih.

Cadangan Bahan Bakar Tinggal Hitungan Minggu

Berdasarkan peringatan dari International Energy Agency, cadangan bahan bakar jet di Eropa saat ini berada di level yang mengkhawatirkan.

Baca Juga: Ndhank Surahman Hartono Tutup Usia, Sosok di Balik Lagu “Mungkinkah” Kini Tinggalkan Warisan Abadi

Diperkirakan, stok yang tersedia hanya cukup untuk sekitar enam minggu ke depan.

Kondisi ini dipicu oleh terganggunya rantai pasok energi global, terutama akibat konflik geopolitik yang melibatkan kawasan Timur Tengah.

Jalur distribusi minyak utama dunia pun ikut terdampak, termasuk salah satu titik vital yakni Selat Hormuz.

Jika situasi ini terus berlanjut tanpa solusi, maka pembatalan penerbangan dalam skala besar diperkirakan tidak dapat dihindari.

Maskapai Mulai Kurangi Jadwal Penerbangan

Dampak krisis ini sudah mulai terasa di industri penerbangan. Beberapa maskapai besar di Eropa mulai mengambil langkah antisipatif, salah satunya adalah KLM Royal Dutch Airlines.

Maskapai tersebut dilaporkan telah memangkas ratusan jadwal penerbangan, khususnya untuk rute jarak pendek di kawasan Eropa.

Kebijakan ini diambil bukan semata karena kelangkaan bahan bakar, tetapi juga akibat lonjakan harga avtur yang membuat operasional menjadi tidak lagi ekonomis.

Rute-rute sibuk seperti Amsterdam ke London hingga Düsseldorf menjadi yang paling terdampak, meskipun pihak maskapai berusaha mengalihkan penumpang ke penerbangan alternatif.

Harga Energi Melonjak, Bebani Industri

Krisis ini tidak hanya soal ketersediaan bahan bakar, tetapi juga berkaitan dengan lonjakan harga energi global.

Sejak konflik memanas, harga avtur berbasis kerosin mengalami kenaikan signifikan.

Akibatnya, biaya operasional maskapai meningkat tajam.

Bahkan maskapai yang telah melakukan strategi lindung nilai (hedging) tetap tidak sepenuhnya mampu menahan tekanan biaya tersebut.

Kondisi ini memaksa banyak perusahaan penerbangan untuk melakukan efisiensi, mulai dari pengurangan rute hingga penyesuaian frekuensi penerbangan.

Ancaman Nyata di Musim Liburan

Krisis bahan bakar ini datang di waktu yang kurang tepat, yakni menjelang musim liburan di Eropa.

Periode ini biasanya menjadi puncak mobilitas wisatawan.

Jika pasokan energi tidak segera stabil, maka jutaan penumpang berpotensi terdampak, baik dalam bentuk pembatalan penerbangan, keterlambatan, maupun lonjakan harga tiket.

Laporan terbaru juga menyebutkan bahwa Eropa sangat bergantung pada impor bahan bakar jet, dengan sebagian besar pasokan berasal dari Timur Tengah.

Ketergantungan ini membuat kawasan tersebut sangat rentan terhadap gangguan geopolitik.

Efek Domino ke Pariwisata dan Ekonomi

Gangguan pada sektor penerbangan tentu tidak berdampak pada industri transportasi saja.

Sektor pariwisata dan ekonomi secara keseluruhan juga ikut terancam.

Penurunan jumlah penerbangan akan berdampak pada berkurangnya arus wisatawan, terutama di destinasi populer Eropa. Hotel, restoran, hingga pelaku usaha lokal bisa ikut merasakan dampaknya.

Selain itu, kenaikan harga tiket pesawat juga berpotensi menekan daya beli masyarakat, sehingga perjalanan internasional menjadi semakin mahal.

Baca Juga: Olahraga Pagi atau Malam untuk Pekerja Kantoran, Mana yang Lebih Baik?

Perlu Solusi Cepat dan Terkoordinasi

Para ahli menekankan pentingnya langkah cepat dan terkoordinasi dari pemerintah serta pelaku industri.

Diversifikasi sumber energi, pembukaan kembali jalur distribusi, serta kebijakan mitigasi menjadi kunci untuk menghindari krisis yang lebih dalam.

Jika tidak, skenario terburuk berupa pembatalan massal penerbangan bisa menjadi kenyataan dalam waktu dekat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#krisis avtur Eropa #stok bahan bakar jet #penerbangan Eropa terancam #selat hormuz #krisis energi global