RADARBONANG.ID – Pemerintah menjanjikan dukungan komprehensif bagi lulusan Sekolah Rakyat (SR), mulai dari beasiswa pendidikan tinggi hingga peluang kerja, termasuk ke luar negeri.
Program ini menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan ekstrem sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang lebih kompetitif.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema lanjutan bagi lulusan Sekolah Rakyat sesuai dengan minat dan potensi masing-masing.
“Bagi yang ingin ke perguruan tinggi diberikan beasiswa lengkap. Bagi yang mau menjadi pekerja terampil, termasuk pekerja terampil ke luar negeri dibimbing oleh pemerintah,” ujarnya dalam Musrenbang Provinsi Nusa Tenggara Barat di Mataram, Kamis.
Baca Juga: DJI Siapkan Osmo Pocket 4 Pro dengan Dual Lens, Siap Jadi Kamera Andalan Kreator Konten 2026
Beasiswa dan Jalur Karier Disiapkan
Menurutnya, lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya didorong untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga diarahkan agar memiliki keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pemerintah bahkan telah menyelesaikan nota kesepahaman (MoU) terkait pemberian beasiswa penuh bagi lulusan SR, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa terkendala biaya.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat miskin ekstrem yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.
Didorong Jadi Agen Perubahan
Saifullah Yusuf menegaskan bahwa lulusan Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi agen perubahan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Semua lulusan Sekolah Rakyat nanti, insya Allah, setelah menyelesaikan pendidikan dapat menjadi agen perubahan bagi keluarga dan lingkungannya,” ujarnya.
Harapan ini sejalan dengan tujuan utama program, yakni tidak hanya meningkatkan taraf hidup individu, tetapi juga memberikan dampak sosial yang lebih luas.
Strategi Nasional Pengentasan Kemiskinan
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi nasional dalam percepatan pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pendidikan berbasis afirmasi.
Program ini dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat miskin ekstrem yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap layanan pendidikan yang layak.
Dengan intervensi langsung dari negara, diharapkan kesenjangan pendidikan dapat ditekan secara signifikan.
Target Satu Sekolah di Setiap Daerah
Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota di Indonesia memiliki setidaknya satu gedung permanen Sekolah Rakyat.
Setiap sekolah dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa, sehingga jangkauan program bisa lebih luas dan merata di seluruh wilayah.
Langkah ini juga menjadi bagian dari pemerataan akses pendidikan bagi kelompok rentan.
Fasilitas Lengkap Berbasis Asrama
Dalam pelaksanaannya, siswa Sekolah Rakyat akan tinggal di asrama dengan fasilitas lengkap.
Mulai dari seragam, konsumsi harian berupa tiga kali makan dan dua kali camilan, hingga dukungan pembelajaran berbasis teknologi melalui Learning Management System (LMS).
Selain itu, siswa dan tenaga pengajar juga difasilitasi dengan perangkat laptop serta penggunaan papan tulis digital untuk menunjang proses belajar mengajar.
Baca Juga: Urgensi Transportasi Publik: Antara Mimpi Indonesia Emas dan Realita Macet Yang Mencekik
“Ini adalah persembahan negara untuk anak-anak yang paling tidak mampu. Hal ini dalam rangka percepatan pendidikan mereka untuk mengejar ketertinggalan bertahun-tahun,” kata Saifullah Yusuf.
Program Sekolah Rakyat menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Dengan kombinasi antara pendidikan, pelatihan keterampilan, serta dukungan karier, lulusan SR diharapkan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan dan membangun masa depan yang lebih baik.
Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi implementasi serta kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Editor : Muhammad Azlan Syah