RADARBONANG.ID – Keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran obat-obatan keras di kalangan pemuda dan pelajar memuncak.
Ratusan warga di Kelurahan Pasar Batang, Kecamatan Brebes, Jawa Tengah, melakukan aksi penggerebekan terhadap sebuah tempat usaha yang dikenal dengan sebutan “Warung Aceh”, Rabu (15/4) malam.
Aksi tersebut berlangsung di wilayah Brebes dan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang sudah lama resah terhadap aktivitas yang diduga sebagai praktik penjualan obat terlarang secara ilegal.
Situasi sempat memanas ketika warga yang tersulut emosi menggulingkan gerobak dagangan milik terduga pelaku ke sungai.
Massa juga merangsek masuk ke area sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan barang ilegal.
Baca Juga: Tren Lari Kian Digemari, Cara Murah dan Efektif Memulai Gaya Hidup Sehat
Ditemukan Obat Golongan G
Dalam penggerebekan tersebut, warga menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan peredaran obat keras tanpa izin.
Di antaranya terdapat dus bertuliskan Hexymer serta paket obat jenis Tramadol.
Kedua jenis obat tersebut termasuk dalam kategori obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter, namun diduga dijual bebas dengan harga terjangkau.
“Warung ini sudah lama beroperasi dan sangat meresahkan. Banyak pemuda dan pelajar yang jadi sasaran karena harganya murah,” ujar Wahyu, salah satu warga di lokasi.
Selain itu, ditemukan pula botol-botol kosong dan plastik klip kecil yang diduga digunakan sebagai kemasan penjualan obat.
Diduga Informasi Bocor
Meski jumlah warga yang datang cukup banyak, lokasi yang digerebek sudah dalam kondisi kosong.
Beberapa bagian bangunan bahkan terlihat telah dibongkar sebelumnya.
Tokoh agama setempat, Kiai Asrofi, menyayangkan adanya indikasi kebocoran informasi sebelum aksi dilakukan.
“Saat kami datang, tempatnya sudah kosong. Sepertinya informasi sudah bocor. Tapi yang jelas, masyarakat sudah tidak bisa mentoleransi lagi,” tegasnya.
Aksi ini diikuti berbagai elemen, mulai dari organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, hingga organisasi masyarakat dan kepemudaan.
Polisi Imbau Warga Tetap Tertib
Aparat dari kepolisian dan Satpol PP turut mengawal jalannya aksi untuk mencegah potensi kericuhan yang lebih besar.
Kapolsek Brebes, AKP Prapto, menyatakan pihaknya mendukung upaya masyarakat dalam memberantas peredaran obat terlarang.
Namun, ia juga mengingatkan agar warga tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Kami mendukung langkah warga menjaga lingkungan, tapi tetap kami imbau agar tidak melakukan tindakan anarkis,” ujarnya.
Langkah Pencegahan ke Depan
Pasca kejadian, pihak kelurahan berencana membentuk tim perlindungan masyarakat (Linmas) inti yang akan melakukan patroli rutin.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga akan digencarkan untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obatan.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa peredaran obat keras ilegal masih menjadi ancaman nyata, terutama bagi kalangan remaja.
Kolaborasi antara masyarakat dan aparat dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Editor : Muhammad Azlan Syah