Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Iran Batasi Lintasan Kapal di Selat Hormuz, Tarif Tembus Rp34 Miliar per Tanker

Siti Rohmah • Senin, 13 April 2026 | 07:57 WIB
Ilustrasi armada angkatan laut Iran berpatroli di Selat Hormuz dengan kapal tanker minyak melintas di kejauhan. (Gemini AI)
Ilustrasi armada angkatan laut Iran berpatroli di Selat Hormuz dengan kapal tanker minyak melintas di kejauhan. (Gemini AI)

 

RADARBONANG.ID – Kebijakan baru dari Iran terkait pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz memicu perhatian dunia.

Negara tersebut dilaporkan akan membatasi jumlah kapal yang melintas menjadi sekitar 12 unit per hari, disertai penerapan biaya tinggi bagi kapal tanker besar.

Dalam laporan media internasional, disebutkan bahwa tarif yang dikenakan bisa mencapai 2 juta dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp34,2 miliar untuk satu kapal tanker berukuran besar.

Kebijakan ini dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas distribusi energi global.

Baca Juga: Solusi Jitu Atasi Gulma di Lahan Luas, Cukup Pakai Bahan Organik Ini

Langkah tersebut membuat para pemilik kapal dari berbagai negara kini tengah melakukan negosiasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps untuk mendapatkan izin melintas di jalur strategis tersebut.

Pembatasan Ketat Jalur Energi Dunia

Selain membatasi jumlah kapal, otoritas Iran juga menetapkan aturan tambahan berupa kewajiban mengikuti rute pelayaran khusus.

Setiap kapal yang melintas harus memenuhi persyaratan administratif serta mendapatkan persetujuan resmi dari pihak berwenang.

Kebijakan ini dianggap sebagai bentuk kontrol ketat terhadap salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia.

Selat Hormuz selama ini menjadi titik krusial bagi distribusi energi global karena menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional.

Para analis menilai, pembatasan ini dapat berdampak langsung pada rantai pasok minyak mentah dan gas alam cair (LNG), terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi dari kawasan Timur Tengah.

Tarif Tinggi Picu Kekhawatiran

Penerapan tarif hingga jutaan dolar per kapal memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri pelayaran dan energi.

Biaya logistik yang meningkat drastis berpotensi mendorong kenaikan harga minyak di pasar global.

Tidak hanya itu, kebijakan ini juga dapat berdampak pada harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk negara berkembang yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi.

Sejumlah pengamat menilai bahwa langkah Iran bisa menjadi alat tekanan geopolitik, sekaligus upaya meningkatkan pendapatan negara di tengah ketegangan kawasan.

Gencatan Senjata Sementara

Sebelumnya, situasi di kawasan sempat memanas sebelum akhirnya diumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan adanya kesepakatan penghentian konflik selama dua pekan antara negaranya dan Iran.

Kesepakatan tersebut memberikan sedikit ruang bagi stabilitas kawasan, meskipun ketegangan belum sepenuhnya mereda.

Dalam konteks ini, kebijakan pembatasan kapal dinilai sebagai langkah strategis Iran di tengah situasi geopolitik yang masih dinamis.

Selat Hormuz Kembali Dibuka

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa Selat Hormuz tetap dibuka untuk aktivitas pelayaran internasional.

Namun, pembukaan tersebut disertai dengan berbagai pembatasan dan regulasi baru yang ketat.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jalur tersebut tidak ditutup sepenuhnya, kontrol terhadap arus kapal tetap diperketat.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, termasuk produk petroleum dan LNG.

Perubahan kebijakan sekecil apa pun di wilayah ini dapat berdampak luas terhadap ekonomi global.

Baca Juga: Berikut Negara Produsen Plastik Terbesar Dunia di Tengah Ancaman Lonjakan Harga

Dampak Global dan Antisipasi

Para pelaku industri kini tengah mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak dari kebijakan ini.

Beberapa perusahaan pelayaran bahkan mulai mempertimbangkan jalur alternatif, meskipun opsi tersebut seringkali lebih mahal dan memakan waktu lebih lama.

Di sisi lain, negara-negara importir energi juga mulai mempersiapkan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.

Ketidakpastian di Selat Hormuz menjadi pengingat pentingnya diversifikasi sumber energi di masa depan.

Kebijakan Iran ini menegaskan kembali betapa strategisnya Selat Hormuz dalam peta energi dunia.

Setiap perubahan di kawasan tersebut tidak hanya berdampak regional, tetapi juga memiliki implikasi global yang luas.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#IRGC Iran #Donald Trump Iran #Iran kapal tanker #tarif tanker minyak #selat hormuz