RADARBONANG.ID – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menjajaki kerja sama pasokan energi dengan Rusia.
Langkah tersebut direncanakan melalui pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.
Strategi Hadapi Geopolitik Global
Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, menilai upaya pemerintah tersebut sebagai langkah strategis, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Hidup Hemat di Era Serba Digital: Gen Z Antara Checkout dan Kontrol Diri
Menurutnya, konflik yang terjadi di kawasan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia, termasuk bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor bahan bakar.
“Diversifikasi sumber energi menjadi kunci agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada satu kawasan tertentu,” ujarnya.
Perluas Sumber Energi Alternatif
Ace Hasan Syadzily menjelaskan bahwa penjajakan kerja sama dengan Rusia merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi domestik.
Rusia sendiri dikenal sebagai salah satu produsen energi terbesar di dunia, sehingga memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis Indonesia.
Langkah ini juga dinilai sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan akibat konflik global yang tidak menentu.
Posisi Nonblok Jadi Keuntungan
Lebih lanjut, Lemhannas menilai posisi Indonesia sebagai negara nonblok memberikan fleksibilitas dalam menjalin hubungan kerja sama internasional.
Dengan tidak terikat pada blok tertentu, Indonesia memiliki ruang diplomasi yang lebih luas untuk bermitra dengan berbagai negara, termasuk Rusia, tanpa harus terlibat dalam konflik geopolitik.
Selain sektor energi, hubungan Indonesia dengan Rusia selama ini juga telah terjalin di berbagai bidang, termasuk pertahanan dan perdagangan.
Harapan Kesepakatan Konkret
Lemhannas berharap langkah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dapat menghasilkan kesepakatan konkret.
Kesepakatan tersebut diharapkan mampu menjamin stabilitas pasokan energi nasional serta mencegah potensi kelangkaan bahan bakar di dalam negeri.
Hal ini menjadi penting mengingat kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk.
Pemerintah Masih Jajaki Sejumlah Negara
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa rencana kunjungan Presiden ke Rusia masih menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara, khususnya dalam sektor energi.
Namun, rincian mengenai negara tujuan maupun agenda pembahasan akan diumumkan lebih lanjut setelah ada kepastian resmi dari kementerian terkait.
Dukungan Lemhannas terhadap langkah Presiden Prabowo menunjukkan pentingnya strategi diversifikasi energi di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Jika kerja sama ini terealisasi, Indonesia berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi risiko ketergantungan pada kawasan tertentu.
Editor : Muhammad Azlan Syah