RADARBONANG.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan permohonan maaf karena belum berhasil mewujudkan target membawa pencak silat menjadi cabang olahraga resmi di ajang Olimpiade.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Nasional organisasi pencak silat tingkat pusat sebagai bentuk refleksi atas pengabdian panjangnya di dunia bela diri khas Indonesia tersebut.
Refleksi Pengabdian Puluhan Tahun
Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa upaya membawa pencak silat ke Olimpiade telah menjadi salah satu prioritas selama dirinya memimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Baca Juga: Jangan Tunggu Rusak! Ini Waktu Service AC yang Tepat Menurut Para Ahli
Namun hingga saat ini, target tersebut belum berhasil tercapai. Ia mengakui adanya berbagai tantangan besar, baik dari sisi teknis maupun diplomasi internasional.
Menurutnya, proses untuk menjadikan sebuah cabang olahraga diakui dalam Olimpiade bukanlah hal mudah karena harus memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh Komite Olimpiade Internasional.
Optimisme untuk Masa Depan
Meski belum berhasil, Prabowo tetap menyimpan optimisme tinggi terhadap masa depan pencak silat di kancah global.
Ia meyakini bahwa dengan kerja keras dan konsistensi, suatu saat olahraga ini akan mendapat pengakuan resmi di Olimpiade.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan pendekatan yang lebih strategis dan adaptif terhadap perkembangan dunia olahraga internasional.
Jaga Nilai Luhur dan Keaslian
Dalam pesannya, Prabowo Subianto mengingatkan agar ambisi menembus Olimpiade tidak mengorbankan nilai-nilai dasar pencak silat.
Menurutnya, kekuatan utama pencak silat justru terletak pada keaslian, filosofi, dan nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Ia menilai bahwa aspek budaya dan karakter inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat internasional.
Bahkan, tidak sedikit warga negara asing yang datang ke Indonesia untuk mempelajari langsung seni bela diri tersebut.
Peran Indonesia sebagai Pelopor
Prabowo juga menyoroti perkembangan pencak silat di kawasan regional.
Ia mengakui bahwa negara-negara seperti Vietnam dan Thailand menunjukkan kemajuan pesat dalam olahraga ini.
Namun, ia memandang hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar.
Menurutnya, Indonesia sebagai pelopor memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan ilmu dan mengembangkan pencak silat ke berbagai negara.
“Kalau murid bisa lebih maju, itu adalah kebanggaan bagi guru,” ujarnya.
Status di Ajang Olimpiade
Sebagai informasi, pencak silat memang sempat ditampilkan dalam bentuk eksibisi pada ajang Olimpiade di Paris.
Namun hingga kini, statusnya belum diakui sebagai cabang olahraga resmi yang memperebutkan medali.
Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya panjang untuk memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan oleh Komite Olimpiade Internasional.
Harapan untuk Generasi Mendatang
Menutup pernyataannya, Prabowo Subianto menyampaikan harapan besar kepada generasi penerus IPSI agar mampu melanjutkan perjuangan tersebut.
Baca Juga: Simak 5 Tipe MBTI yang Cenderung Overthinking dan Sulit Tenang, Apakah Kamu Termasuk Salah Satunya?
Ia percaya bahwa dengan semangat baru dan strategi yang tepat, pencak silat suatu hari nanti akan benar-benar berdiri sejajar dengan cabang olahraga dunia lainnya di Olimpiade.
Permohonan maaf Prabowo bukan sekadar ungkapan penyesalan, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral atas perjuangan panjang yang belum tuntas.
Di balik itu, tersimpan optimisme bahwa pencak silat memiliki masa depan cerah di panggung dunia.
Editor : Muhammad Azlan Syah