Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Fokus Tugas Negara, Prabowo Subianto Resmi Pamit dan Minta Maaf di Hadapan Keluarga Besar IPSI

M Robit Bilhaq • Minggu, 12 April 2026 | 08:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto pamit dari IPSI setelah 34 tahun mengabdi dan memilih fokus menjalankan tugas negara sebagai kepala pemerintahan (Sumber : thumbnail YouTube kontantv edit ai)
Presiden Prabowo Subianto pamit dari IPSI setelah 34 tahun mengabdi dan memilih fokus menjalankan tugas negara sebagai kepala pemerintahan (Sumber : thumbnail YouTube kontantv edit ai)

 

RADARBONANG.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyampaikan pamit sekaligus permohonan maaf kepada keluarga besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Momen tersebut berlangsung dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) ke-16 Pengurus Besar IPSI yang menjadi ajang penting dalam menentukan arah organisasi ke depan.

Dalam suasana penuh haru dan penghormatan, Prabowo mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil bukan tanpa pertimbangan matang.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawabnya sebagai kepala negara kini menjadi prioritas utama yang tidak dapat dibagi dengan peran lainnya.

Baca Juga: Yunani Resmi Larang Anak di Bawah 15 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027

Kilas Balik Pengabdian Panjang di IPSI

Dalam sambutannya, Prabowo Subianto terlebih dahulu mengajak para peserta Munas untuk melihat kembali perjalanan panjangnya di dunia pencak silat.

Ia menekankan bahwa keterlibatannya di IPSI bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari dedikasi selama puluhan tahun.

Prabowo menyebut telah mengabdi selama kurang lebih 34 tahun di organisasi tersebut.

Selama periode itu, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum selama empat masa jabatan, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Ketua Umum selama lima periode berturut-turut.

Menurutnya, pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari jati diri bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

Alasan Mundur: Fokus pada Tugas Negara

Di tengah pidatonya, Prabowo mengumumkan keputusan penting untuk tidak lagi melanjutkan kepemimpinannya di IPSI.

Ia menilai bahwa beban tugas sebagai Presiden Republik Indonesia membutuhkan perhatian penuh serta energi yang besar.

“Dengan segala kerendahan hati, saya merasa tidak bisa lagi menjalankan tugas ini secara maksimal,” ungkapnya di hadapan peserta Munas.

Ia menambahkan bahwa kesibukan sebagai kepala negara membuatnya tidak dapat hadir secara rutin dalam kegiatan organisasi.

Hal ini, menurutnya, dapat menghambat jalannya roda organisasi jika tetap dipaksakan.

Permohonan Maaf atas Minimnya Keterlibatan

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo Subianto juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota IPSI.

Ia mengakui bahwa dalam hampir tiga tahun terakhir, kehadirannya dalam kegiatan organisasi memang semakin berkurang.

Hal ini tidak lepas dari padatnya agenda kenegaraan yang harus diemban.

Permohonan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus penghormatan kepada seluruh keluarga besar IPSI yang telah membersamai perjalanan panjangnya.

Tetap Memberi Dukungan dari Balik Layar

Meski tidak lagi menjabat secara struktural, Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak akan sepenuhnya meninggalkan dunia pencak silat. Ia berkomitmen untuk tetap memberikan dukungan, meskipun dari balik layar.

Menurutnya, pencak silat adalah bagian dari warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga eksistensinya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Penghormatan untuk Tokoh Sentral IPSI

Dalam pidatonya, Prabowo juga memberikan penghormatan khusus kepada Eddie Nalapraya.

Ia menyebut bahwa sosok tersebut merupakan pemimpin sejati dalam sejarah IPSI.

Prabowo bahkan dengan rendah hati menyatakan bahwa dirinya hanyalah penerus dari fondasi kuat yang telah dibangun oleh para pendahulu, khususnya Eddie Nalapraya.

Pengakuan tersebut disambut dengan apresiasi dari para peserta Munas yang hadir.

Serahkan Kepemimpinan ke Mekanisme Organisasi

Menjelang akhir sambutannya, Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak akan ikut campur dalam proses penentuan kepemimpinan baru IPSI.

Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada mekanisme organisasi melalui forum Musyawarah Nasional.

Baginya, proses demokratis dalam tubuh organisasi harus dihormati dan dijaga.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap prinsip tata kelola organisasi yang transparan dan independen.

Baca Juga: Kerap Melakukan 8 Hal Ini Setiap Pagi? Anda Sudah Selangkah Lebih Maju daripada 99 Persen Orang Lainnya Menurut Psikologi

Keputusan Prabowo untuk mundur dari IPSI menjadi penanda berakhirnya sebuah era panjang kepemimpinan di organisasi pencak silat terbesar di Indonesia.

Namun, di sisi lain, hal ini juga membuka babak baru bagi regenerasi kepemimpinan di tubuh IPSI.

Dengan pengalaman dan dedikasi yang telah ia berikan selama lebih dari tiga dekade, kontribusi Prabowo dalam memajukan pencak silat Indonesia akan tetap menjadi bagian penting dalam sejarah organisasi.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Prabowo Subianto IPSI #mundur IPSI #Munas IPSI 2026 #pencak silat Indonesia #Eddie Nalapraya