RADARBONANG.ID – Insiden menegangkan terjadi dalam operasi rutin kepolisian di ruas Jalan HB Jasin, Kota Gorontalo, Rabu (9/4).
Seorang anggota Satlantas Polresta Gorontalo Kota, Aipda Slamet Arianto, mengalami cedera setelah tertindih sepeda motor milik pengendara yang berusaha kabur dari pemeriksaan petugas.
Peristiwa tersebut sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA, saat petugas tengah melakukan penindakan terhadap kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, khususnya penggunaan knalpot brong.
Baca Juga: Hidup Hemat di Era Serba Digital: Gen Z Antara Checkout dan Kontrol Diri
Detik-Detik Insiden yang Viral
Kejadian bermula ketika seorang pengendara motor bernama Andi Ibrahim diberhentikan oleh petugas.
Ia kedapatan menggunakan knalpot tidak standar yang menjadi salah satu fokus razia saat itu.
Namun, situasi tidak berjalan sesuai harapan. Alih-alih kooperatif, Andi justru terlibat adu argumen dengan petugas dan berupaya menghindari penindakan. Ketegangan pun sempat terjadi di lokasi.
Dalam kondisi panik dan emosi, pengendara diduga kehilangan kendali saat motornya hendak diamankan.
Motor tersebut kemudian terjatuh ke arah kanan dan langsung menimpa kaki Aipda Slamet yang berada di dekatnya.
"Terjadi miskomunikasi dan perdebatan. Saat motor akan diamankan, pengendara hilang keseimbangan hingga akhirnya motor jatuh ke kanan dan mengenai betis kiri saya," ujar Aipda Slamet.
Insiden ini dengan cepat menarik perhatian warga sekitar yang langsung mendekat untuk melihat kondisi korban.
Korban Meringis Kesakitan di Lokasi
Akibat tertindih sepeda motor beserta pengendara dan penumpangnya, Aipda Slamet mengalami nyeri cukup hebat di bagian kaki kiri.
Dalam video yang beredar, ia tampak terjatuh di tengah jalan sambil meringis kesakitan.
Beberapa warga yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan.
Salah satu di antaranya bahkan mencoba membantu dengan pijatan ringan untuk meredakan rasa sakit yang dialami korban.
Tak lama kemudian, petugas lain melakukan evakuasi agar korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Beruntung, setelah diperiksa, kondisi Aipda Slamet dinyatakan stabil dan tidak mengalami cedera serius yang membahayakan.
Berakhir Damai Lewat Pendekatan Humanis
Meski sempat menimbulkan ketegangan, kasus ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Pengendara motor, Andi Ibrahim, menunjukkan itikad baik dengan mendatangi langsung rumah Aipda Slamet untuk menyampaikan permohonan maaf.
Dalam klarifikasinya, Andi mengakui bahwa tindakannya dipicu rasa panik karena menyadari dirinya melanggar aturan lalu lintas.
"Saya memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Saya berjanji akan mengganti knalpot saya sesuai standar dan tidak mengulangi pelanggaran lagi," ungkapnya.
Pihak kepolisian pun memilih langkah persuasif dengan tidak menjatuhkan sanksi berat.
Andi hanya diberikan teguran serta edukasi terkait pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.
Pentingnya Tertib Berlalu Lintas
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sangat penting untuk keselamatan bersama.
Tindakan nekat seperti mencoba kabur dari razia justru dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, termasuk petugas di lapangan.
Pendekatan humanis yang dilakukan kepolisian juga menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak selalu harus berujung pada sanksi berat, terutama jika pelanggaran terjadi karena kelalaian dan pelaku menunjukkan itikad baik.
Ke depan, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menggunakan kendaraan sesuai standar, termasuk menghindari penggunaan knalpot brong yang tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengganggu kenyamanan lingkungan.
Editor : Muhammad Azlan Syah