Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

AS–Iran Gencatan Senjata! Begini Tanggapan Presiden Rusia Putin

M Robit Bilhaq • Kamis, 9 April 2026 | 17:38 WIB
Rusia menyambut gencatan senjata AS dan Iran serta berharap momentum ini membuka kembali jalur dialog damai konflik Ukraina (Sumber: Jawapos.com)
Rusia menyambut gencatan senjata AS dan Iran serta berharap momentum ini membuka kembali jalur dialog damai konflik Ukraina (Sumber: Jawapos.com)

 

RADARBONANG.ID – Pemerintah Rusia di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin menyambut positif kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Kesepakatan yang berlangsung selama dua pekan ini dinilai membuka peluang baru bagi meredanya ketegangan global sekaligus mendorong dimulainya kembali jalur diplomasi di berbagai konflik internasional.

Baca Juga: No Toxic Parenting! Gaya Asuh Gen Z yang Katanya Lebih ‘Waras’—Benarkah Jadi Kunci Anak Lebih Bahagia?

Rusia Sambut Baik Penurunan Eskalasi

Melalui juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Rusia menyatakan kepuasan atas langkah deeskalasi yang diambil kedua negara.

“Kami menerima berita gencatan senjata ini dengan rasa puas. Kami menyambut baik keputusan untuk tidak melangkah lebih jauh di jalur eskalasi bersenjata,” ujar Peskov kepada media.

Pernyataan ini menegaskan sikap Rusia yang menginginkan stabilitas kawasan serta menghindari konflik berkepanjangan.

Harapan Hidupkan Dialog Ukraina

Lebih dari sekadar respons terhadap konflik Timur Tengah, Rusia melihat momentum ini sebagai peluang untuk menghidupkan kembali dialog terkait konflik di Ukraina.

Kremlin berharap Washington kini memiliki ruang lebih luas untuk kembali terlibat dalam pembicaraan damai yang melibatkan tiga pihak, yakni Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Format trilateral tersebut sebelumnya sempat diupayakan sebagai jalur diplomasi untuk mencari solusi atas konflik yang telah berlangsung lama.

Negosiasi Sempat Tertunda

Sebelumnya, proses perundingan damai Ukraina mengalami hambatan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Padahal, upaya diplomasi telah dimulai sejak tahun lalu melalui pertemuan di Istanbul, kemudian dilanjutkan di Abu Dhabi dan Jenewa pada awal tahun ini.

Namun, perkembangan negosiasi dinilai berjalan lambat karena adanya perbedaan kepentingan yang mendasar antara pihak-pihak yang terlibat.

Sengketa Wilayah Jadi Hambatan Utama

Salah satu kendala terbesar dalam perundingan adalah sengketa wilayah, khususnya di kawasan Donbas.

Rusia tetap bersikukuh agar Ukraina menyerahkan wilayah tersebut, sementara pemerintah di Kyiv menolak keras tuntutan tersebut dan mempertahankan kedaulatan negaranya.

Perbedaan posisi ini membuat proses diplomasi berjalan alot meskipun berbagai upaya telah dilakukan.

Baca Juga: Anak Jadi Konten Sejak Bayi? Fenomena ‘Sharenting’ yang Diam-Diam Bisa Berdampak Panjang

Momentum Baru Diplomasi Global

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran kini dinilai sebagai titik balik yang dapat membuka ruang dialog yang lebih luas di tingkat global.

Rusia berharap situasi yang lebih kondusif ini dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penyelesaian konflik lain, termasuk di Ukraina.

Dengan berkurangnya tekanan di Timur Tengah, fokus diplomasi internasional diharapkan dapat kembali diarahkan pada upaya perdamaian yang lebih komprehensif.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#AS Iran gencatan senjata #Dmitry Peskov #ukraina #vladimir putin #rusia