Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Soal Motor MBG, BGN Klaim Pengadaan Motor Listrik di Bawah Harga Pasar

Siti Rohmah • Kamis, 9 April 2026 | 11:20 WIB
BGN menyebut pengadaan motor listrik untuk program makan bergizi gratis dilakukan di bawah harga pasar dengan realisasi sekitar 21 ribu unit (Sumber foto: jawapos)
BGN menyebut pengadaan motor listrik untuk program makan bergizi gratis dilakukan di bawah harga pasar dengan realisasi sekitar 21 ribu unit (Sumber foto: jawapos)

 

RADARBONANG.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa pengadaan motor listrik untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Dalam keterangannya di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4), Dadan mengungkapkan bahwa harga pasar motor listrik yang dimaksud berada di kisaran Rp52 juta per unit.

Namun, pihaknya berhasil memperoleh unit kendaraan tersebut dengan harga sekitar Rp42 juta per unit.

Klaim Harga Lebih Murah dari Pasar

Menurut Dadan, selisih harga tersebut menunjukkan bahwa pengadaan dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran.

Ia menilai langkah ini justru menjadi bukti bahwa pemerintah tetap berhati-hati dalam menggunakan dana negara.

“Kalau harga pasar sekitar Rp52 juta, kita bisa dapat di kisaran Rp42 juta,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses pengadaan telah melalui perencanaan matang sejak tahun 2025, termasuk dalam hal negosiasi harga dan penyesuaian kebutuhan operasional di lapangan.

Realisasi Tak Sesuai Isu Viral

Dadan juga meluruskan berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait jumlah motor listrik yang disebut mencapai puluhan ribu unit hingga 70.000 unit di satu wilayah.

Ia menegaskan bahwa angka tersebut tidak benar. Berdasarkan data resmi, rencana awal pengadaan mencapai 24.400 unit, namun realisasi hingga saat ini berada di kisaran 21.800 unit.

“Jumlahnya tidak sampai seperti yang beredar. Realisasinya sekitar 21 ribu unit,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus membantah klaim dalam video viral yang memperlihatkan ribuan motor berlogo BGN tersimpan di gudang tanpa penjelasan lokasi yang jelas.

Difokuskan untuk Operasional SPPG

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa motor listrik tersebut akan digunakan untuk menunjang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah dengan akses yang sulit dijangkau.

Menurutnya, kendaraan operasional sangat dibutuhkan untuk mempercepat distribusi layanan serta meningkatkan efektivitas pengawasan program MBG di lapangan.

Dengan dukungan mobilitas yang lebih baik, diharapkan program makan bergizi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya di daerah terpencil.

Hanya Dialokasikan untuk 2025

Dadan menegaskan bahwa pengadaan motor listrik ini hanya dilakukan dalam anggaran tahun 2025 dan tidak akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari perencanaan jangka pendek untuk mendukung percepatan implementasi program MBG di tahap awal.

Dengan demikian, pemerintah memastikan bahwa pengadaan ini bukan merupakan program berulang, melainkan langkah strategis untuk mendukung operasional di fase awal pelaksanaan.

Baca Juga: Orang yang Memelihara Bunga Segar di Rumah Ternyata Punya 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

Tetap Jadi Sorotan Publik

Meskipun telah diberikan klarifikasi, polemik terkait pengadaan motor listrik BGN masih menjadi perhatian publik.

Perbedaan persepsi mengenai prioritas anggaran antara kebutuhan operasional dan program utama masih terus menjadi bahan diskusi.

Sebagian pihak menilai pengadaan kendaraan operasional merupakan kebutuhan penting untuk mendukung efektivitas program di lapangan.

Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan urgensinya di tengah fokus utama pada pemenuhan gizi masyarakat.

Ke depan, transparansi dan komunikasi yang jelas dari pemerintah dinilai menjadi kunci untuk meredam polemik sekaligus memastikan program strategis nasional berjalan sesuai tujuan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#motor listrik BGN #Dadan Hindayana #harga motor listrik MBG #pengadaan BGN #Program Makan Bergizi Gratis