Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Krisis Energi Global, Sri Lanka Guyur Subsidi Rp 5,4 Triliun demi Selamatkan Rakyat

Ika Nur Jannah • Rabu, 8 April 2026 | 13:41 WIB
Sri Lanka kucurkan subsidi jumbo Rp 5,4 triliun demi lindungi rakyat dari krisis energi global. (Instagram @anakumaraofficial)
Sri Lanka kucurkan subsidi jumbo Rp 5,4 triliun demi lindungi rakyat dari krisis energi global. (Instagram @anakumaraofficial)

 

RADARBONANG.ID – Pemerintah Sri Lanka mengambil langkah besar untuk meredam dampak krisis energi global dengan menggelontorkan subsidi senilai Rp 5,4 triliun.

Kebijakan ini menjadi salah satu paket bantuan terbesar dalam sejarah negara tersebut, ditujukan untuk melindungi kelompok rentan dari lonjakan biaya hidup.

Langkah ini diambil di tengah tekanan ekonomi akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi dunia.

Dampaknya terasa hingga ke negara-negara berkembang, termasuk Sri Lanka yang masih dalam fase pemulihan ekonomi pascakrisis berat beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Kenali 3 Tipe Kepribadian yang Sering Mencari Validasi Sosial dan Cara Bijak Menghindarinya

Subsidi Jumbo untuk Rakyat Rentan

Presiden Anura Kumara Dissanayake mengumumkan paket bantuan tersebut pada Selasa (7/4). Total subsidi mencapai 100 miliar rupee atau setara Rp 5,4 triliun, yang akan disalurkan selama tiga bulan ke depan.

Program ini menyasar kelompok masyarakat paling terdampak, seperti petani, nelayan, dan keluarga berpenghasilan rendah.

Pemerintah berharap bantuan ini dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mencegah tekanan ekonomi yang lebih dalam.

Bantuan tunai langsung diberikan kepada nelayan serta petani padi dan teh.

Selain itu, sekitar 25 persen penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan—dari total populasi sekitar 22 juta jiwa—akan menerima tambahan bantuan sebesar US$ 25 atau sekitar Rp 427 ribu per bulan.

Rincian Bantuan untuk Nelayan dan Petani

Dalam skema tersebut, nelayan dengan perahu kecil mendapatkan bantuan sekitar US$ 300 atau setara Rp 5 juta per bulan. Sementara itu, nelayan dengan perahu besar memperoleh sekitar US$ 483 atau Rp 8,2 juta untuk periode tiga bulan.

Di sektor pertanian, pemerintah turut menanggung sebagian besar biaya pupuk urea yang selama ini menjadi beban utama petani.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga produktivitas sektor pangan sekaligus menekan kenaikan harga bahan pokok.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengambil kebijakan ekstrem dengan menanggung seluruh tagihan listrik bagi masyarakat miskin.

Langkah ini menjadi bagian dari respons darurat untuk menjaga stabilitas sosial di tengah tekanan ekonomi.

Antisipasi Krisis seperti Tahun 2022

Kebijakan subsidi besar ini tidak lepas dari pengalaman pahit Sri Lanka saat menghadapi krisis ekonomi pada 2022.

Saat itu, inflasi sempat melonjak hingga 70 persen akibat kebijakan pencetakan uang untuk membiayai subsidi energi.

Krisis tersebut memicu kelangkaan bahan bakar, listrik padam berkepanjangan, hingga gelombang protes besar-besaran dari masyarakat. Pemerintah kini berupaya keras agar kondisi serupa tidak terulang.

Dengan pendekatan yang lebih terukur, subsidi kali ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan sosial dan stabilitas fiskal.

Dukungan dari IMF Masih Berjalan

Saat ini, Sri Lanka masih berada dalam program pemulihan ekonomi bersama International Monetary Fund. Program tersebut bernilai US$ 2,9 miliar atau sekitar Rp 49 triliun dan telah berjalan sejak 2023.

Pemerintah menargetkan pencairan tahap berikutnya (tranche) sebesar US$ 700 juta pada akhir Mei mendatang.

Dana ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan sekitar 15 miliar rupee atau Rp 810 miliar untuk menanggung biaya pembangkitan listrik.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga harga energi tetap terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga: Sering Jalan Cepat Meski Tak Terburu-buru? Ini 7 Ciri Kepribadian Unik Menurut Psikologi

Komitmen Lindungi Rakyat di Tengah Gejolak Global

Kebijakan subsidi besar-besaran ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah Sri Lanka dalam melindungi rakyatnya dari dampak krisis global.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, langkah cepat dan terarah menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dalam negeri.

Meski demikian, tantangan ke depan tetap tidak ringan. Pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan subsidi ini tepat sasaran dan tidak membebani keuangan negara secara berlebihan.

Dengan kombinasi bantuan sosial, pengelolaan fiskal yang hati-hati, serta dukungan internasional, Sri Lanka berharap dapat melewati tekanan krisis energi global tanpa kembali terjerumus ke dalam krisis ekonomi yang lebih dalam.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Sri Lanka subsidi energi #krisis energi global 2026 #bantuan rakyat Sri Lanka #IMF Sri Lanka #harga energi naik dunia