RADARBONANG.ID – Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski dibayangi ancaman El Nino yang berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga menjelang puncak panen 2027.
Pengalaman Hadapi El Nino Jadi Modal
Amran menyampaikan bahwa pemerintah telah memiliki pengalaman dalam menghadapi fenomena El Nino, termasuk pada periode 2015, 2023, dan 2024.
Baca Juga: PM Italia Giorgia Meloni Waspadai Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
Menurutnya, kondisi saat ini masih relatif lebih terkendali dibandingkan dengan El Nino besar yang terjadi pada 2015.
“Meski diprediksi terjadi kekeringan hingga enam bulan, kami sudah berpengalaman mengelolanya,” ujar Amran dalam kunjungan kerja di Makassar.
Pengalaman tersebut menjadi dasar optimisme pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
Stok Beras Dipastikan Aman 11 Bulan
Berdasarkan perhitungan pemerintah, stok beras nasional diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.
Perhitungan ini mencakup cadangan beras di gudang Perum Bulog, stok milik swasta, serta potensi hasil panen yang masih berlangsung.
Saat ini, cadangan beras di Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 5 juta ton dalam waktu dekat.
Selain itu, sektor swasta seperti hotel, restoran, dan kafe juga menyimpan cadangan beras hingga 12,5 juta ton.
Potensi Tambahan dari Panen
Tak hanya mengandalkan stok yang tersedia, pemerintah juga menghitung potensi produksi dari tanaman yang masih berada di lahan atau standing crop.
Diperkirakan, hasil panen dari lahan tersebut dapat mencapai 11 juta ton.
Melalui program akselerasi seperti pompanisasi yang mulai digencarkan sejak April 2026, pemerintah menargetkan tambahan produksi sekitar 2 juta ton per bulan.
Jika terealisasi, program ini dapat menyumbang hingga 12 juta ton tambahan stok beras nasional.
Perkuat Cadangan Pangan Pemerintah
Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk mengantisipasi dampak El Nino.
Berdasarkan data terbaru per 2 April 2026, stok CPP untuk beras mencapai 4,4 juta ton.
Selain beras, cadangan komoditas lain juga tersedia, seperti jagung pakan 168 ribu ton, gula pasir 49 ribu ton, serta minyak goreng 121 ribu kiloliter.
Untuk protein hewani, tersedia stok daging sapi 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, serta komoditas lain seperti ayam dan telur dalam jumlah terbatas.
Strategi Mitigasi Terus Diperkuat
Pemerintah menegaskan bahwa berbagai langkah mitigasi terus dilakukan untuk menjaga stabilitas produksi dan distribusi pangan.
Selain pompanisasi, optimalisasi irigasi dan percepatan masa tanam juga menjadi bagian dari strategi menghadapi musim kering.
Langkah-langkah ini diharapkan mampu menekan dampak penurunan produksi akibat cuaca ekstrem.
Baca Juga: Italia Batasi Pasokan Avtur di 4 Bandara hingga 9 April 2026, Penerbangan Terancam Terganggu
Optimisme Ketahanan Pangan Nasional
Dengan kombinasi stok yang melimpah dan strategi produksi yang terukur, pemerintah optimistis kondisi pangan nasional tetap aman.
Ketersediaan beras bahkan diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan hingga mendekati puncak panen pada 2027.
Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau semua pihak untuk menjaga efisiensi distribusi serta menghindari spekulasi yang dapat mengganggu stabilitas pasar.
Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh manajemen stok dan distribusi yang tepat. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah