RADARBONANG.ID – Bursa kripto global KuCoin terpilih sebagai satu-satunya platform internasional yang berpartisipasi dalam program uji coba pengawasan aset virtual yang diluncurkan oleh Central Bank of Nigeria.
Program ini ditujukan bagi Penyedia Jasa Aset Virtual (Virtual Asset Service Provider/VASP) sebagai bagian dari upaya regulator memperkuat pengawasan sektor aset digital yang terus berkembang pesat di Nigeria.
KuCoin menjadi bagian dari gelombang pertama peserta bersama sejumlah perusahaan teknologi finansial dan aset digital regional.
Keterlibatan ini menandai langkah penting dalam kolaborasi antara pelaku industri global dengan otoritas lokal.
Perkuat Pengawasan dan Kepatuhan
Melalui program ini, Bank Sentral Nigeria berupaya meningkatkan integritas sistem keuangan dengan memperketat pengawasan terhadap aktivitas aset digital.
Fokus utama mencakup penerapan standar kepatuhan seperti Anti-Money Laundering (AML), Counter-Financing of Terrorism (CFT), serta Counter-Proliferation Financing (CPF).
Ketiga aspek ini menjadi fondasi penting dalam mencegah kejahatan keuangan di sektor kripto.
Program uji coba ini juga selaras dengan standar global yang ditetapkan oleh Financial Action Task Force, lembaga internasional yang mengatur kebijakan terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Mekanisme Pengawasan yang Terstruktur
Dalam pelaksanaannya, peserta program diwajibkan mengikuti serangkaian dialog regulasi secara berkala.
Selain itu, mereka juga harus menyampaikan data pengawasan serta menunjukkan perkembangan dalam berbagai aspek kepatuhan.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain tata kelola perusahaan, pemantauan transaksi, penyaringan sanksi, hingga penerapan Travel Rule untuk transaksi lintas negara.
Langkah ini memungkinkan regulator untuk memahami lebih dalam model bisnis aset digital, sekaligus mengidentifikasi risiko operasional yang mungkin muncul.
Komitmen KuCoin terhadap Regulasi
CEO KuCoin, BC Wong, menyatakan bahwa kolaborasi antara regulator dan pelaku industri sangat penting dalam membangun ekosistem aset digital yang sehat.
Menurutnya, program ini menjadi momentum untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat sistem manajemen risiko di industri kripto, khususnya di pasar berkembang.
“Dialog konstruktif dengan regulator menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan tepercaya,” ujarnya.
Partisipasi ini juga mencerminkan strategi global KuCoin dalam mengikuti dinamika regulasi di berbagai yurisdiksi.
Perusahaan menyatakan akan terus berinvestasi dalam infrastruktur kepatuhan guna mendukung pertumbuhan industri yang lebih stabil.
Nigeria Perkuat Posisi di Industri Kripto
Langkah Bank Sentral Nigeria ini menunjukkan pendekatan yang semakin progresif dalam menghadapi perkembangan teknologi finansial.
Sebagai salah satu pasar aset digital dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Nigeria berupaya menyeimbangkan antara inovasi dan pengawasan.
Program ini menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan ekosistem yang aman sekaligus mendukung perkembangan industri.
Dengan melibatkan pelaku global seperti KuCoin, regulator dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai praktik terbaik dalam pengelolaan aset digital.
Profil Singkat KuCoin
Didirikan pada 2017, KuCoin kini memiliki lebih dari 40 juta pengguna di lebih dari 200 negara dan wilayah.
Platform ini menyediakan akses ke lebih dari 1.500 aset digital melalui berbagai produk perdagangan.
KuCoin juga dikenal berfokus pada keamanan, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi global.
Perusahaan telah mengantongi sejumlah sertifikasi serta izin usaha di berbagai wilayah, termasuk Australia dan Eropa.
Baca Juga: Saat Pikiran Terlalu Penuh, 4 Langkah Sederhana Ini Bisa Membuat Hidup Lebih Tenang
Langkah Menuju Ekosistem yang Lebih Aman
Partisipasi KuCoin dalam program ini menjadi sinyal kuat bahwa industri kripto global semakin bergerak menuju tata kelola yang lebih transparan dan terstruktur.
Kolaborasi antara regulator dan pelaku industri diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan sistem keuangan.
Dengan pendekatan yang tepat, sektor aset digital tidak hanya menjadi peluang ekonomi, tetapi juga bagian dari sistem keuangan global yang lebih aman dan terpercaya. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah