Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Pestisida Bakal Melonjak 30%! Mentan Amran Sulaiman Minta Harga Ditahan di Angka Ini

M Robit Bilhaq • Senin, 6 April 2026 | 08:09 WIB
Mentan Amran meminta harga pestisida tidak dinaikkan drastis meski biaya produksi melonjak, demi menjaga stabilitas sektor pertanian. (Sumber: Jawapos.com)
Mentan Amran meminta harga pestisida tidak dinaikkan drastis meski biaya produksi melonjak, demi menjaga stabilitas sektor pertanian. (Sumber: Jawapos.com)

 

RADARBONANG.IDAmran Sulaiman meminta produsen dan distributor pestisida untuk menahan kenaikan harga di tengah tekanan biaya produksi akibat situasi global.

Imbauan ini disampaikan menyusul rencana pelaku industri yang ingin menaikkan harga hingga 20–30 persen.

Baca Juga: PUBG Hadirkan Mode Baru Xeno Point, Fokus pada Kerja Sama Tim Lawan Musuh AI

Tekanan Biaya Produksi Picu Kenaikan Harga

Kenaikan harga pestisida dipicu oleh mahalnya bahan baku impor serta melemahnya nilai tukar rupiah.

Kondisi geopolitik global juga turut memperburuk rantai pasok, sehingga biaya produksi mengalami lonjakan signifikan.

Meski memahami kondisi tersebut, Amran menegaskan bahwa kenaikan harga harus tetap berada dalam batas wajar agar tidak membebani petani sebagai pengguna akhir.

Pengalaman Pribadi Jadi Pertimbangan

Amran mengaku memahami dinamika industri pestisida karena pernah mengelola pabrik pestisida dan rodentisida sebelum menjabat sebagai menteri.

“Kalau bisa jangan dinaikkan banyak-banyak. Aku kan punya dulu pabrik pestisida, rodentisida.

Tapi saya sudah tutup, karena saya jadi Menteri,” ujar Amran saat ditemui di Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4).

Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi Amran untuk meminta pelaku usaha tidak semata-mata mengejar keuntungan di tengah kondisi sulit.

Pestisida Bukan Komponen Biaya Utama

Menurut Amran, dibandingkan dengan komponen lain dalam sektor pertanian, penggunaan pestisida tidak memberikan dampak dominan terhadap total biaya produksi.

Ia menilai ketersediaan pupuk jauh lebih krusial dan memiliki risiko lebih besar terhadap keberlangsungan usaha tani. Hal ini karena kebutuhan pupuk lebih tinggi dibanding pestisida yang penggunaannya relatif terbatas.

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

Untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional, pemerintah mengklaim telah menyalurkan berbagai dukungan. Mulai dari penyediaan alat dan mesin pertanian, sistem pompanisasi, hingga perbaikan infrastruktur irigasi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skenario cadangan berupa penyediaan stok pestisida guna mengantisipasi gejolak harga yang berlebihan di pasar.

Amran pun menyarankan agar kenaikan harga pestisida ditekan seminimal mungkin agar petani tetap merasa aman dalam menjalankan aktivitas produksi.

Industri Hadapi Lonjakan Bahan Baku

Di sisi lain, Asosiasi Produsen Pestisida Indonesia menyatakan bahwa kenaikan harga sulit dihindari.

Hal ini disebabkan oleh lonjakan harga bahan aktif yang sebagian besar berasal dari China serta ketergantungan pada harga minyak dunia.

Ketua Umum APROPI, Yanurius Nunuhitu, menjelaskan bahwa biaya pelarut berbasis minyak telah meningkat lebih dari 60 persen.

Selain itu, harga kemasan plastik juga mengalami kenaikan, sementara ketersediaan bahan baku semakin terbatas akibat kondisi global yang tidak stabil.

Ancaman Peredaran Pestisida Palsu

Lonjakan harga pestisida juga memicu kekhawatiran lain, yakni potensi meningkatnya peredaran produk palsu di pasaran.

Pelaku industri menilai kondisi ini dapat merugikan petani karena kualitas produk tidak terjamin dan berisiko merusak hasil pertanian.

Oleh karena itu, mereka berharap pemerintah dapat memperketat pengawasan serta menyiapkan langkah mitigasi yang efektif untuk melindungi kepentingan petani.

Baca Juga: Chrome Siapkan Fitur Lazy Loading untuk Video dan Audio, Halaman Web Bisa Lebih Cepat

Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Stabilitas

Rencana kenaikan harga pestisida hingga 30 persen menjadi perhatian serius pemerintah dan pelaku industri.

Di satu sisi, tekanan biaya produksi tidak bisa dihindari, namun di sisi lain stabilitas harga tetap harus dijaga demi keberlangsungan sektor pertanian.

Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci agar kebijakan yang diambil mampu menyeimbangkan kepentingan industri sekaligus melindungi petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#harga pestisida naik #Amran Sulaiman #APROPI #biaya produksi pertanian #pestisida Indonesia