RADARBONANG.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Dewan Keamanan PBB tengah bersiap mengambil langkah tegas terkait ketegangan di Selat Hormuz.
Lembaga tersebut dijadwalkan menggelar pemungutan suara untuk membahas pembukaan kembali jalur pelayaran internasional yang dinilai krusial bagi perdagangan global.
Langkah ini muncul sebagai respons atas usulan resolusi yang diajukan oleh Bahrain, yang mendesak perlindungan bagi kapal-kapal komersial yang melintasi kawasan perairan di sekitar Iran.
Baca Juga: Penyebab Perokok Sulit Berhenti Menurut Ilmiah, Ini Penjelasan Lengkapnya
Voting Krusial di Dewan Keamanan
Berdasarkan laporan, sebanyak 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB akan memberikan suara dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung di New York.
Resolusi tersebut bertujuan memastikan jalur pelayaran tetap terbuka dan aman, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu rute distribusi energi paling vital di dunia.
Usulan Bahrain dan Dukungan Internasional
Sebagai ketua Dewan Keamanan PBB, Bahrain telah menyusun draf resolusi yang memungkinkan penggunaan berbagai langkah untuk mengamankan pelayaran niaga.
Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al Zayani, menyatakan bahwa langkah ini diperlukan untuk menjaga stabilitas kawasan serta melindungi kepentingan global.
Draf tersebut juga disebut telah mendapatkan dukungan dari sejumlah negara Teluk serta Amerika Serikat.
Selain itu, dukungan turut datang dari anggota Liga Arab yang melihat pentingnya keamanan jalur pelayaran tersebut.
Upaya Hindari Hak Veto
Untuk menghindari penolakan dari anggota tetap Dewan Keamanan seperti Rusia dan China, Bahrain dilaporkan menyesuaikan isi resolusi dengan mengurangi poin-poin yang bersifat terlalu mengikat.
Sebuah resolusi hanya dapat disahkan jika memperoleh minimal sembilan suara setuju tanpa veto dari lima anggota tetap, yakni Inggris, China, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat.
Penolakan dari China
Meski demikian, China secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap rencana tersebut.
Perwakilan China di PBB, Fu Cong, menegaskan bahwa negaranya menolak segala bentuk penggunaan kekuatan militer dalam situasi ini.
Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memperkeruh keadaan dan memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Dampak terhadap Stabilitas Global
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sebagian besar pengiriman minyak dunia.
Gangguan di wilayah ini dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, termasuk harga energi.
Karena itu, upaya PBB untuk memastikan keamanan jalur ini dipandang sebagai langkah penting dalam menjaga keseimbangan geopolitik dan ekonomi internasional.
Baca Juga: Langka! Kucing Colocolo Muncul di Chile, Jarang Terlihat di Alam Liar
Upaya Kolektif Jaga Keamanan Laut
Selain PBB, sejumlah negara juga mengambil inisiatif untuk memperkuat keamanan di kawasan tersebut.
Inggris bahkan telah menggelar pertemuan dengan puluhan negara guna membahas langkah bersama dalam melindungi kapal-kapal yang melintas.
Langkah ini menunjukkan bahwa isu Selat Hormuz bukan hanya menjadi perhatian regional, tetapi juga menjadi kepentingan global.
Editor : Muhammad Azlan Syah