RADARBONANG.ID – Kabar besar datang dari Arab Saudi. Kota suci Mekkah dikabarkan akan segera memiliki bandara sendiri, sebuah langkah strategis yang berpotensi mengubah pola perjalanan jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia.
Selama ini, para jemaah yang hendak menuju Mekkah harus terlebih dahulu mendarat di kota lain seperti Jeddah atau Madinah, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju pusat ibadah umat Islam tersebut.
Kehadiran bandara baru ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Baca Juga: Nathan Tjoe-A-On Dilarang Bermain: Dampak Kasus Paspor dan Izin Kerja di Liga Belanda
Bandara Mekkah Segera Dibangun
Rencana pembangunan bandara ini telah mendapatkan persetujuan resmi dari otoritas terkait.
Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya besar pemerintah Arab Saudi dalam memodernisasi infrastruktur transportasi di kawasan kota suci.
Saleh Al-Rasheed, CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Mekkah dan Tempat-Tempat Suci, mengungkapkan bahwa proyek ini telah memasuki tahap pengembangan.
Bandara tersebut nantinya akan dibangun dengan standar internasional dan dirancang untuk menampung jutaan jemaah setiap tahunnya.
Kolaborasi dengan Sektor Swasta
Dalam pengembangannya, proyek bandara Mekkah akan melibatkan kerja sama dengan sektor swasta.
Skema investasi yang disusun diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekonomi tanpa mengganggu operasional bandara lain di kota sekitarnya.
Langkah ini dinilai penting agar kehadiran bandara baru tidak justru mengurangi peran bandara yang sudah ada, melainkan saling melengkapi dalam melayani arus jemaah yang terus meningkat setiap tahun.
Proyek Metro Mekkah Ikut Dikebut
Selain pembangunan bandara, pemerintah juga tengah mempercepat proyek transportasi darat melalui pengembangan Metro Mekkah.
Studi kelayakan serta desain awal proyek ini telah dinyatakan selesai.
Metro ini nantinya diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas, terutama saat musim haji, sekaligus memberikan akses transportasi yang lebih cepat dan efisien bagi para jemaah.
Modernisasi Layanan Transportasi
Transformasi transportasi di Mekkah juga terlihat dari hadirnya layanan “Makkah Taxi” yang mengusung konsep modern.
Armada taksi ini telah dilengkapi teknologi pelacakan serta sistem pembayaran nontunai.
Menariknya, sebagian kendaraan juga menggunakan teknologi ramah lingkungan seperti mesin listrik dan hibrida, sejalan dengan upaya global dalam mengurangi emisi karbon.
Jaringan Bus Layani Jutaan Penumpang
Untuk transportasi massal, jaringan bus di Mekkah saat ini telah berkembang pesat.
Sebanyak 400 unit bus beroperasi melayani 12 rute berbeda yang menjangkau berbagai kawasan pemukiman.
Layanan ini mencakup sekitar 430 titik pemberhentian serta empat stasiun utama di pusat kota.
Sejak diluncurkan pada Februari 2022, jumlah penumpang yang terlayani telah mencapai lebih dari 185 juta orang dengan total perjalanan menembus 3,8 juta kali.
Perluasan Fasilitas di Sekitar Masjidil Haram
Selain sektor transportasi, pengembangan juga dilakukan di sekitar Masjidil Haram.
Sejumlah fasilitas baru tengah dibangun untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.
Di antaranya adalah pembangunan 60 gedung perawatan serta pemasangan 32 unit eskalator tambahan guna mendukung mobilitas di area ibadah yang selalu dipadati pengunjung.
Baca Juga: Jangan Langsung Minum Obat! Menkes Bagikan Trik Alami Redam Kolesterol dengan Cuka Apel
Tingkatkan Kenyamanan Ibadah Jemaah
Seluruh rangkaian proyek ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umrah.
Dengan adanya bandara di Mekkah, sistem transportasi terintegrasi, serta fasilitas pendukung yang semakin modern, diharapkan pengalaman ibadah menjadi lebih nyaman, efisien, dan aman.
Ke depan, langkah ini juga diprediksi akan memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat destinasi religi dunia dengan infrastruktur kelas global yang mampu mengakomodasi jutaan jemaah setiap tahunnya.
Editor : Muhammad Azlan Syah