Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Lahan Kering Bukan Halangan, Sorgum Jadi Primadona Baru Pengganti Beras

Jeny Tri Kurnia Putri • Jumat, 27 Maret 2026 | 15:30 WIB
Dari lahan kering Kupang, sorgum muncul sebagai solusi pangan masa depan—tahan cuaca ekstrem, hemat biaya, dan bernilai ekonomi tinggi.
Dari lahan kering Kupang, sorgum muncul sebagai solusi pangan masa depan—tahan cuaca ekstrem, hemat biaya, dan bernilai ekonomi tinggi.

 

RADARBONANG.ID – Di tengah ancaman krisis pangan dan perubahan iklim yang semakin nyata, para petani di Desa Kuanheum, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, menemukan solusi inovatif yang menjanjikan: sorgum.

Tanaman serealia ini kini mulai dilirik sebagai alternatif pengganti beras yang tidak hanya bergizi, tetapi juga tangguh di lahan kering.

Di wilayah dengan curah hujan terbatas seperti Kupang, bercocok tanam padi sering kali menjadi tantangan besar.

Baca Juga: Rekomendasi 6 Film Indonesia Terbaru yang Wajib Ditonton Saat Libur Lebaran 2026

Namun, kehadiran sorgum membawa harapan baru. Tanaman ini dikenal mampu tumbuh di kondisi tanah minim air, bahkan di lahan kritis sekalipun.

Tahan Kekeringan dan Minim Perawatan

Salah satu keunggulan utama sorgum adalah ketahanannya terhadap kekeringan.

Tanaman ini tidak membutuhkan banyak air seperti padi, sehingga sangat cocok dikembangkan di daerah dengan iklim kering.

Petani lokal, Yunis Sira, mengungkapkan bahwa budidaya sorgum relatif mudah dan tidak memerlukan biaya besar. Bahkan, perawatannya terbilang sederhana dibandingkan tanaman pangan lainnya.

“Sorgum ini setelah kita budidaya tidak memerlukan biaya yang cukup besar. Untuk perawatan juga sederhana, dan bisa tumbuh di berbagai lokasi,” ujarnya.

Selain itu, sorgum memiliki ketahanan alami terhadap serangan hama.

 Hal ini membuat risiko gagal panen menjadi lebih kecil, sehingga petani dapat lebih tenang dalam menjalankan usaha pertanian mereka.

Potensi Ekonomi yang Menjanjikan

Tak hanya unggul dari sisi ketahanan, sorgum juga menawarkan keuntungan ekonomi yang cukup besar.

 Dalam satu hektar lahan, tanaman ini mampu menghasilkan minimal 3 ton hasil panen.

Dengan harga jual yang bisa mencapai Rp40.000 per kilogram, sorgum menjadi komoditas yang menguntungkan bagi petani.

Nilai ekonominya bahkan dinilai mampu bersaing dengan komoditas pangan utama lainnya.

Selain sebagai bahan pangan pengganti nasi, sorgum juga memiliki banyak kegunaan lain.

Biji sorgum dapat diolah menjadi tepung, makanan ringan, hingga bahan baku industri.

Sementara batang dan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Hal ini menjadikan sorgum sebagai tanaman multifungsi yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Dilirik Generasi Muda

Menariknya, geliat pengembangan sorgum juga mulai menarik perhatian generasi muda.

Titus Saedjuna, salah satu petani milenial di Kabupaten Kupang, melihat komoditas ini sebagai peluang bisnis pertanian masa depan.

Menurutnya, sorgum tidak hanya menjanjikan dari sisi hasil, tetapi juga memiliki prospek jangka panjang di tengah perubahan iklim global.

Namun, ia juga mengakui masih ada tantangan yang perlu diatasi, terutama dalam hal teknik budidaya dan pengembangan skala besar.

“Harapan kami pemerintah bisa memberikan pelatihan atau bimbingan teknis agar sumber daya manusia petani semakin siap mengembangkan komoditas ini,” ujarnya.

Harapan Dukungan Pemerintah

Para petani berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan sorgum, mulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan, hingga akses pasar yang lebih luas.

Dukungan ini dinilai penting agar sorgum tidak hanya menjadi solusi lokal, tetapi juga dapat berkembang menjadi komoditas nasional yang berperan dalam memperkuat ketahanan pangan.

Dengan potensi yang dimiliki, sorgum dapat menjadi alternatif strategis di tengah ketergantungan terhadap beras yang selama ini mendominasi konsumsi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Arkeolog Temukan Kamp Militer Romawi Tersembunyi di Alpen, Ungkap Strategi Perang Ekstrem 2.000 Tahun Lalu

Solusi Masa Depan Ketahanan Pangan

Di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian produksi pangan, sorgum hadir sebagai solusi yang realistis dan berkelanjutan.

 Kemampuannya beradaptasi di berbagai kondisi lahan menjadikannya pilihan ideal bagi petani, khususnya di daerah kering.

Lebih dari sekadar tanaman pengganti, sorgum berpotensi menjadi pilar baru dalam sistem pangan nasional.

 Dengan dukungan yang tepat, bukan tidak mungkin komoditas ini akan menjadi andalan baru Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan di masa depan.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#sorgum pengganti beras #tanaman tahan kekeringan #ketahanan pangan Indonesia #budidaya sorgum #petani Kupang #komoditas pangan alternatif