Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Polda Metro Jaya Ungkap Inisial Dua Terduga Pelaku Lapangan Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Siti Rohmah • Kamis, 19 Maret 2026 | 11:11 WIB

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin.

RADARBONANG - Polda Metro Jaya mengungkap inisial dua orang yang diduga menjadi pelaku lapangan dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Keduanya masing-masing berinisial BHC dan MAK.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanuddin menyampaikan bahwa identitas tersebut diperoleh dari penelusuran data kepolisian.

“Kami menduga dua orang yang kami identifikasi dari data Polri berinisial BHC dan MAK,” ujar Iman dalam konferensi pers di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Maret 2026.

Sebelumnya, kepolisian menduga terdapat empat orang yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Namun, polisi menyatakan masih membuka kemungkinan jumlah pelaku lebih dari empat orang.

Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jalan Talang, Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Akibat kejadian itu, Andrie dilaporkan mengalami luka bakar hingga 24 persen.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebutkan bahwa penanganan medis terhadap Andrie melibatkan enam dokter dari berbagai bidang spesialisasi, meliputi mata, telinga-hidung-tenggorokan (THT), saraf, tulang, thorax, penyakit dalam, dan kulit.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan KontraS, saat kejadian Andrie tengah mengendarai sepeda motor miliknya di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat. Tidak lama kemudian, dua orang pelaku menghampiri dari arah berlawanan dengan menggunakan kendaraan roda dua yang diduga sepeda motor Honda Beat keluaran 2016 hingga 2021.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke tubuh Andrie. Korban langsung berteriak kesakitan hingga terjatuh dari motornya. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata.

KontraS menyebut dua pelaku lapangan merupakan laki-laki yang masing-masing berperan sebagai pengemudi dan penumpang. Berdasarkan hasil pengamatan, pelaku yang mengemudikan motor mengenakan kaus kombinasi putih dan biru, celana berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.

Sementara itu, pelaku yang dibonceng disebut mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi sebagian wajah. Ia juga memakai kaus biru tua dan celana panjang biru yang dilipat hingga tampak pendek, dengan bahan menyerupai jeans.

KontraS juga menyatakan tidak menemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas, baik saat kejadian maupun setelah serangan terjadi.

Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi tidak lama setelah Andrie mengikuti perekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”, yang selesai sekitar pukul 23.00 WIB.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan #kontras #Polda Metro Jaya #air keras