RADARBONANG.ID – Kebijakan pemerintah membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun mendapat respons positif dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel).
Namun, organisasi ini menegaskan bahwa dampaknya tidak akan langsung terasa dalam waktu singkat.
Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah penting untuk melindungi anak di ruang digital sekaligus mendorong interaksi sosial yang lebih sehat di lingkungan keluarga.
Langkah Positif, Tapi Butuh Proses
Menurut Mastel, aturan yang tertuang dalam kebijakan pemerintah ini merupakan inisiatif strategis, terutama di tengah meningkatnya risiko digital bagi anak, seperti kecanduan gawai hingga paparan konten berbahaya.
Baca Juga: Bagaimana Jika Seluruh Dunia “Diam” Sehari? Dampak Tak Terduga Jika Nyepi Diterapkan Global
Namun, Sarwoto menekankan bahwa implementasi kebijakan ini tidak bisa instan. Dibutuhkan waktu untuk membangun sistem yang mampu mendukung pembatasan usia secara efektif.
“Efeknya tidak akan langsung terasa,” menjadi poin utama dari respons Mastel terhadap kebijakan ini.
Tantangan Teknis di Level Sistem
Salah satu tantangan terbesar terletak pada kesiapan infrastruktur digital. Operator telekomunikasi dan platform digital harus menyusun sistem moderasi yang terintegrasi.
Hal ini mencakup:
-
Pengaturan arsitektur jaringan untuk membatasi aktivitas data
-
Sistem pendeteksi usia pengguna
-
Integrasi antar platform agar aturan berlaku konsisten
Menurut Mastel, deteksi usia bisa menggunakan data formal seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), maupun metode identifikasi lainnya.
Namun, semua itu memerlukan kesepakatan teknis lintas pihak—mulai dari regulator, operator, hingga perusahaan platform digital.
Dampak Ekonomi Belum Terasa
Dari sisi industri, Mastel menilai dampak kebijakan ini terhadap sektor telekomunikasi dan ekonomi digital relatif kecil dalam jangka pendek.
Hal ini karena mayoritas pengguna layanan seluler di Indonesia menggunakan sistem prabayar. Dengan kondisi tersebut, pendapatan operator diperkirakan tidak akan langsung terpengaruh signifikan.
Sementara itu, dampak terhadap platform digital akan sangat bergantung pada pola konsumsi. Jika keputusan pembelian layanan lebih banyak dilakukan oleh orang dewasa, maka efeknya juga cenderung terbatas.
Butuh Indikator dan Evaluasi
Mastel memperkirakan dampak nyata dari kebijakan ini baru bisa diukur setelah sistem berjalan dengan baik.
Diperlukan indikator kinerja atau Key Performance Indicator (KPI) untuk menilai efektivitas pembatasan usia di berbagai platform digital.
Proses ini diperkirakan memakan waktu hingga satu tahun sebelum hasilnya bisa benar-benar terlihat dan dievaluasi secara menyeluruh.
Sosialisasi Jadi PR Besar
Selain aspek teknis, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah sosialisasi kepada masyarakat.
Mastel menilai edukasi kepada orang tua, anak, dan pelaku industri menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini. Tanpa pemahaman yang baik, aturan berpotensi sulit diterapkan secara optimal.
Kerja sama antara pemerintah, operator, platform digital, dan masyarakat menjadi faktor utama agar tujuan perlindungan anak di ruang digital dapat tercapai.
Bagian dari Perlindungan Anak Digital
Kebijakan ini sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak di era digital.
Baca Juga: Bagaimana Jika Seluruh Dunia “Diam” Sehari? Dampak Tak Terduga Jika Nyepi Diterapkan Global
Dengan semakin tingginya penggunaan internet oleh anak-anak, risiko seperti cyberbullying, paparan konten negatif, hingga kecanduan media sosial menjadi perhatian serius.
Karena itu, pembatasan akses bukan dimaksudkan untuk melarang sepenuhnya, melainkan menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sehat.
Tidak Instan, Tapi Penting
Pada akhirnya, Mastel menegaskan bahwa meskipun dampaknya tidak instan, kebijakan ini tetap penting untuk masa depan generasi muda.
Perubahan di dunia digital memang tidak bisa terjadi dalam semalam. Namun dengan sistem yang matang dan kolaborasi semua pihak, pembatasan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
Langkah kecil hari ini bisa menjadi fondasi besar untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia.
Editor : Muhammad Azlan Syah