RADARBONANG.ID – Penguatan olahraga di lingkungan sekolah dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terstruktur sejak usia dini di Indonesia.
Upaya tersebut terlihat melalui kerja sama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan olahraga di sektor pendidikan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem olahraga nasional dengan menjadikan sekolah sebagai pusat awal pembinaan atlet.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan apresiasi terhadap sinergi kedua kementerian tersebut.
Menurutnya, integrasi antara sektor pendidikan dan olahraga merupakan langkah penting dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Komisi X DPR RI menyambut baik sinergi Kemenpora dan Kemendikdasmen dalam memperkuat pengembangan olahraga di sekolah. Pembinaan atlet yang berkelanjutan perlu dimulai sejak dini melalui sistem pendidikan yang terencana dan terintegrasi,” ujar Hetifah.
Sekolah Jadi Ruang Awal Pembinaan Atlet
Sekolah dinilai memiliki peran penting dalam menemukan serta mengembangkan potensi atlet sejak usia muda.
Lingkungan pendidikan menjadi tempat pertama bagi siswa untuk mengenal aktivitas olahraga secara terarah dan terstruktur.
Melalui olahraga pendidikan, siswa tidak hanya mendapatkan manfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga mempelajari berbagai nilai penting seperti disiplin, kerja sama tim, serta tanggung jawab.
Karena itu, penguatan olahraga di sekolah dianggap mampu menciptakan fondasi kuat bagi pembangunan sistem olahraga nasional.
Komisi X DPR RI menilai bahwa sekolah merupakan ruang strategis untuk menjaring talenta-talenta muda yang memiliki potensi dalam bidang olahraga.
Program pembinaan atlet sejak dini juga dinilai lebih efektif jika dimulai dari jalur pendidikan yang terintegrasi dengan sistem olahraga nasional.
Pentingnya Penguatan Cabang Olahraga Dasar
Dalam konsep pembinaan olahraga di sekolah, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan cabang olahraga dasar atau mother sports.
Cabang olahraga yang termasuk dalam kategori ini antara lain Atletik, Renang, dan Senam.
Ketiga cabang olahraga tersebut dianggap mampu membangun kemampuan fisik dasar siswa, seperti kekuatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh.
Kemampuan dasar ini nantinya menjadi fondasi penting sebelum seorang atlet menekuni cabang olahraga tertentu secara lebih spesifik.
Pendekatan pembinaan melalui olahraga dasar diyakini dapat meningkatkan kualitas pembinaan atlet sejak dini sekaligus memperluas peluang lahirnya atlet berbakat di masa depan.
Selain itu, konsep ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang menempatkan olahraga pendidikan sebagai bagian penting dari sistem olahraga nasional.
“Olahraga di sekolah tidak hanya membangun kebugaran, tetapi juga karakter, disiplin, dan kerja sama. Karena itu, penguatan ekosistem olahraga pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” jelas Hetifah.
Tantangan Fasilitas Olahraga di Sekolah
Meski dinilai strategis, penguatan olahraga di sekolah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan fasilitas olahraga yang memadai.
Di banyak daerah, sekolah masih memiliki keterbatasan sarana olahraga seperti lapangan, peralatan latihan, hingga akses terhadap fasilitas khusus seperti kolam renang dan ruang senam.
Keterbatasan tersebut berpotensi menghambat proses pembinaan atlet sejak dini.
Karena itu, penguatan olahraga pendidikan perlu diiringi dengan peningkatan kualitas fasilitas olahraga sekolah secara bertahap di berbagai wilayah.
Selain sarana fisik, peningkatan kompetensi guru pendidikan jasmani juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program ini.
Guru olahraga yang kompeten diharapkan mampu mengidentifikasi potensi siswa serta memberikan pembinaan yang tepat sesuai tahap perkembangan mereka.
Hetifah menekankan bahwa keberlanjutan kerja sama lintas kementerian perlu diarahkan pada penguatan fasilitas olahraga sekolah sekaligus pembangunan sistem pembinaan atlet yang terintegrasi.
“Dengan sinergi yang kuat antara sektor pendidikan dan olahraga, kita dapat membangun jalur pembinaan atlet yang lebih sistematis sejak pendidikan dasar hingga menengah, sehingga dapat memperkuat prestasi olahraga Indonesia di masa depan,” tutupnya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas olahraga pendidikan di Indonesia, tetapi juga melahirkan generasi atlet muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Editor : Muhammad Azlan Syah