Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Menteri ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran 2026

Siti Rohmah • Minggu, 15 Maret 2026 | 15:05 WIB

Pemerintah memastikan stok BBM dan LPG nasional aman menjelang Lebaran 2026 dengan cadangan energi di atas batas minimum kebutuhan masyarakat.
Pemerintah memastikan stok BBM dan LPG nasional aman menjelang Lebaran 2026 dengan cadangan energi di atas batas minimum kebutuhan masyarakat.

RADARBONANG.ID – Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) serta liquefied petroleum gas (LPG) berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Bahlil, kondisi tersebut membuat pasokan energi nasional diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan perayaan Lebaran yang biasanya diikuti lonjakan konsumsi bahan bakar.

“Untuk ketersediaan bensin, insya Allah aman. Cadangan BBM dan LPG menjelang hari raya juga dalam kondisi cukup,” ujar Bahlil Lahadalia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga: Bukan Sekadar Pulang Kampung! Tren “Slow Mudik” Bikin Perjalanan Lebaran Lebih Santai dan Penuh Cerita

Cadangan BBM di Atas Batas Aman

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (13/3), Bahlil memaparkan rincian cadangan berbagai jenis bahan bakar yang tersedia saat ini.

Untuk Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) dengan nilai oktan RON 90, cadangan yang tersedia mencapai sekitar 24,39 hari. Sementara itu, bahan bakar jenis RON 92 yang masuk kategori Jenis BBM Umum (JBU) diperkirakan memiliki cadangan hingga sekitar 28 hari.

Adapun bensin dengan kualitas lebih tinggi, yakni RON 98, tercatat memiliki cadangan sekitar 31 hari.

Selain bensin, pemerintah juga memastikan ketersediaan solar subsidi yang saat ini memiliki cadangan sekitar 16,41 hari. Sementara itu, solar dengan spesifikasi CN 53 tercatat memiliki cadangan lebih panjang, yakni sekitar 46 hari.

Untuk kebutuhan sektor penerbangan, cadangan bahan bakar avtur diperkirakan mampu mencukupi hingga sekitar 38 hari ke depan.

Bahlil menegaskan bahwa jumlah cadangan tersebut masih berada di atas batas minimum yang ditetapkan, sehingga pemerintah optimistis kebutuhan energi masyarakat selama periode Lebaran dapat terpenuhi dengan baik.

Pasokan LPG Tetap Terjaga

Selain BBM, pemerintah juga memastikan ketersediaan LPG nasional tetap aman meskipun terdapat dinamika dalam rantai distribusi energi global.

Menurut Bahlil Lahadalia, sekitar 70 hingga 72 persen impor LPG Indonesia saat ini berasal dari Amerika Serikat.

Sementara itu, sekitar 20 persen lainnya dipasok dari kawasan Timur Tengah, sedangkan sisanya berasal dari beberapa negara lain.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah yang belakangan mengalami ketegangan geopolitik, pemerintah membuka peluang impor tambahan dari sejumlah negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Australia.

“Pada akhir pekan ini akan masuk dua kargo LPG dari Australia,” kata Bahlil.

Produksi Dalam Negeri Semakin Kuat

Di sisi lain, pemerintah menyebut pasokan solar relatif lebih stabil karena seluruh produksinya berasal dari kilang dalam negeri.

Stabilitas tersebut turut diperkuat dengan mulai beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan pada Januari 2026.

Proyek pengembangan kilang tersebut meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar nasional sehingga mampu menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.

Melalui proyek ini, impor bensin diperkirakan dapat berkurang sekitar 5,5 juta ton per tahun. Selain itu, impor solar juga berpotensi turun sekitar 3,5 juta ton setiap tahunnya.

Pemerintah berharap peningkatan kapasitas kilang nasional dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus menstabilkan pasokan bahan bakar dalam negeri.

Kurangi Ketergantungan Impor Energi

Ke depan, pemerintah juga berupaya mempercepat pembangunan sejumlah kilang minyak baru guna meningkatkan produksi BBM nasional.

Baca Juga: Lebaran Tak Harus Ikuti Tren Fashion, Tampil dengan Gaya Sendiri Bisa Lebih Percaya Diri

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar sekaligus meningkatkan kemandirian energi.

Menurut Bahlil Lahadalia, kebutuhan energi nasional saat ini masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh produksi minyak mentah dalam negeri.

“Jika produksi minyak mentah nasional belum mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, maka selisih antara kebutuhan dan kemampuan produksi itulah yang harus dipenuhi melalui impor. Ke depan, kita diharapkan hanya perlu mengimpor minyak mentah,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis ketersediaan BBM dan LPG akan tetap aman tidak hanya menjelang Lebaran 2026, tetapi juga untuk menjaga stabilitas energi nasional dalam jangka panjang.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#stok BBM Lebaran 2026