RADARBONANG.ID – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump mendesak sejumlah negara besar dunia untuk ikut menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur laut paling strategis bagi perdagangan energi global.
Melalui unggahannya di platform Truth Social, Donald Trump meminta negara-negara yang dinilai terdampak langsung oleh pembatasan pelayaran di kawasan tersebut agar mengirimkan kapal perang guna membantu menjaga keamanan jalur laut tersebut.
Beberapa negara yang disebut antara lain China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, serta Inggris.
“Saya berharap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain yang terkena dampak pembatasan artifisial ini dapat mengirimkan kapal mereka ke sana sehingga Selat Hormuz tidak lagi menjadi ancaman,” tulis Donald Trump.
Baca Juga: Meta Hapus Fitur Pesan Terenkripsi di Instagram Mulai Mei 2026, Pengguna Diminta Unduh Riwayat Chat
AS Lanjutkan Operasi Militer
Selain meminta dukungan negara lain, Donald Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan tetap melanjutkan operasi militer di kawasan tersebut.
Menurutnya, militer AS akan terus melancarkan serangan udara di wilayah pesisir Iran serta mengambil tindakan militer terhadap kapal dan perahu milik Iran yang dianggap mengancam kebebasan pelayaran.
Trump menyatakan langkah tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan jalur perdagangan internasional, terutama bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Konflik Dipicu Serangan Militer
Eskalasi ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi strategis, termasuk wilayah di ibu kota Teheran. Serangan itu menyebabkan kerusakan pada berbagai infrastruktur penting serta menimbulkan korban jiwa.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Serangkaian aksi militer tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang melibatkan lebih banyak negara.
Selat Hormuz Jalur Energi Dunia
Ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut juga berdampak langsung pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Jalur laut ini dikenal sebagai salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia karena menjadi pintu keluar utama bagi ekspor minyak dan gas dari negara-negara di kawasan Teluk Persia menuju pasar global.
Gangguan terhadap jalur ini dapat mempengaruhi stabilitas pasokan energi dunia serta berpotensi memicu kenaikan harga minyak internasional.
Dalam beberapa laporan terbaru, eskalasi konflik yang terjadi telah memicu blokade secara de facto di kawasan tersebut, sehingga sejumlah kapal dagang dilaporkan mulai menghindari jalur pelayaran tersebut.
Dampak terhadap Produksi Minyak
Gangguan pelayaran di Selat Hormuz juga mulai berdampak pada produksi dan ekspor minyak dari kawasan Teluk.
Beberapa negara produsen energi dilaporkan mengalami hambatan dalam pengiriman minyak ke pasar internasional akibat meningkatnya risiko keamanan di wilayah tersebut.
Jika konflik terus berlanjut dan jalur pelayaran tidak segera kembali stabil, situasi ini berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk pada sektor energi global dan stabilitas perdagangan internasional.
Editor : Muhammad Azlan Syah