Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tips Kelola THR Agar Tidak Boncos Menurut Dokter Tirta: Hindari Gengsi dan Jangan Berutang Demi Lebaran

M Robit Bilhaq • Kamis, 12 Maret 2026 | 14:20 WIB

Dokter Tirta mengingatkan pentingnya mengelola THR dengan bijak agar tidak habis hanya karena gengsi saat Lebaran.
Dokter Tirta mengingatkan pentingnya mengelola THR dengan bijak agar tidak habis hanya karena gengsi saat Lebaran.

RADARBONANG.ID – Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali menjadi momen yang paling dinantikan para pekerja menjelang perayaan Idul Fitri.

Dana tambahan ini biasanya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan Lebaran, mulai dari membeli pakaian baru, biaya perjalanan mudik, hingga memberikan uang saku kepada keluarga dan kerabat.

Namun di sisi lain, tidak sedikit orang yang mengaku dana THR mereka justru habis dalam waktu singkat.

Bahkan bagi sebagian orang, uang tersebut seolah hanya “numpang lewat” karena langsung terserap oleh berbagai kebutuhan yang datang bersamaan menjelang hari raya.

Baca Juga: Ngabuburit Ala Gamer: Main PlayStation Jadi Cara Favorit Anak Muda Menghabiskan Waktu Menjelang Buka

Fenomena ini juga disoroti oleh Dokter Tirta dalam sebuah diskusi edukasi keuangan di kanal YouTube Malaka.

Dalam diskusi tersebut, ia menyinggung kebiasaan banyak orang yang mengalami kondisi “boncos” setelah Lebaran karena tidak memiliki perencanaan keuangan yang matang.

Menurutnya, salah satu penyebab utama THR cepat habis adalah pengeluaran besar yang muncul secara bersamaan, terutama untuk biaya transportasi mudik, konsumsi selama perjalanan, hingga tradisi membeli oleh-oleh bagi keluarga di kampung halaman.

Selain itu, faktor gengsi juga sering menjadi pemicu pemborosan. Banyak orang merasa perlu menunjukkan citra sukses di depan keluarga besar dengan membeli barang-barang mahal atau mengeluarkan uang lebih dari kemampuan finansial mereka.

Siapkan Dana Lebaran Sejak Awal

Untuk menghindari kondisi tersebut, Dokter Tirta menyarankan agar masyarakat mulai mempersiapkan dana hari raya jauh-jauh hari, bukan hanya mengandalkan THR semata.

Ia menyebutkan bahwa cara paling sederhana adalah dengan menyisihkan sebagian kecil dari gaji bulanan sepanjang tahun.

Idealnya, sekitar 5 hingga 10 persen dari pendapatan bisa dialokasikan sebagai dana khusus untuk kebutuhan Lebaran.

Dengan cara ini, ketika THR diterima menjelang hari raya, dana tersebut tidak langsung habis untuk kebutuhan konsumtif.

Sebaliknya, THR bisa dimanfaatkan untuk tujuan yang lebih bermanfaat, seperti tabungan, dana darurat, atau bahkan investasi.

Strategi ini dinilai dapat membantu menjaga kondisi keuangan tetap stabil setelah perayaan Lebaran selesai.

Hindari Belanja Karena Gengsi

Selain mempersiapkan dana sejak awal, Dokter Tirta juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam budaya gengsi saat Lebaran.

Menurutnya, membeli pakaian baru untuk merayakan hari raya memang merupakan tradisi yang umum dilakukan.

Namun, keputusan tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu memaksakan diri membeli barang mahal hanya demi terlihat lebih baik di depan orang lain.

Bahkan, ia secara tegas mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan fasilitas paylater atau cicilan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif saat Lebaran.

Langkah tersebut justru berpotensi menimbulkan masalah finansial baru setelah hari raya berlalu.

Jangan Berutang Demi Mudik

Salah satu poin yang paling ditekankan oleh Dokter Tirta adalah menghindari utang demi biaya mudik atau keperluan Lebaran lainnya.

Menurutnya, memaksakan diri untuk pulang kampung dengan menggunakan pinjaman bukanlah keputusan yang bijak dari sisi keuangan. Terlihat sukses di depan keluarga dengan hasil utang justru merupakan kegagalan dalam mengelola keuangan.

Ia menyarankan agar masyarakat bersikap jujur mengenai kondisi finansial mereka jika memang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.

Daripada menanggung beban bunga utang di kemudian hari, berbicara secara terbuka kepada keluarga dianggap jauh lebih sehat secara finansial.

Baca Juga: Dengar Keluhan Korban Bullying di RSKD Duren Sawit, Pramono Anung Buka Opsi Terbitkan Pergub Khusus

Pentingnya Skala Prioritas

Di akhir diskusi, Dokter Tirta juga menekankan pentingnya menyusun skala prioritas dalam pengeluaran. Masyarakat perlu membedakan antara kebutuhan yang benar-benar mendesak dan penting dengan keinginan yang sebenarnya masih bisa ditunda.

Dengan memilah pengeluaran secara bijak, seseorang dapat tetap menikmati suasana Lebaran tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan keluarga.

Perencanaan yang matang, pengendalian diri dalam berbelanja, serta kejujuran terhadap kondisi finansial menjadi kunci utama agar THR tidak habis begitu saja.

Dengan langkah tersebut, perayaan hari raya tetap bisa berlangsung hangat dan penuh kebahagiaan tanpa meninggalkan masalah keuangan setelahnya.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#keuangan setelah lebaran #tips dokter tirta #cara mengatur THR #tips kelola THR #strategi keuangan lebaran