Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Diikuti 143 Juta Orang, Pemerintah Siapkan Infrastruktur dan Puluhan Ribu Armada

Adinda Dwi Wahyuni • Kamis, 12 Maret 2026 | 14:05 WIB

Pemerintah mulai mematangkan persiapan arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi diikuti lebih dari 143 juta pemudik dari berbagai daerah.
Pemerintah mulai mematangkan persiapan arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi diikuti lebih dari 143 juta pemudik dari berbagai daerah.

RADARBONANG.ID – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Republik Indonesia mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Diperkirakan, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung tahun ini akan mencapai angka yang sangat besar.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini diprediksi mencapai sekitar 143,9 juta orang.

Angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat Indonesia saat momentum Idul Fitri, yang memang menjadi tradisi tahunan untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Baca Juga: Dengar Keluhan Korban Bullying di RSKD Duren Sawit, Pramono Anung Buka Opsi Terbitkan Pergub Khusus

Presiden Prabowo Subianto bahkan memimpin langsung rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih untuk memastikan seluruh aspek persiapan mudik berjalan optimal.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi guna menjamin arus mudik berlangsung aman, lancar, dan terkendali.

Mayoritas pemudik tahun ini diperkirakan berasal dari wilayah padat penduduk seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Ketiga wilayah tersebut selama ini memang menjadi daerah dengan jumlah perantau yang cukup besar.

Infrastruktur Jadi Prioritas

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi perhatian utama pemerintah dalam menghadapi arus mudik tahun ini.

Menurutnya, sebagian besar pemudik di Indonesia masih mengandalkan jalur darat sebagai moda transportasi utama.

Oleh karena itu, kondisi jalan harus dipastikan dalam keadaan baik agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung dengan aman.

Ia menginstruksikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera mempercepat perbaikan pada jalur-jalur strategis, khususnya yang menjadi lintasan utama para pemudik.

Perbaikan jalan yang berlubang, peningkatan kualitas aspal, serta penataan jalur rawan kemacetan menjadi fokus utama.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiagakan alat berat serta material konstruksi di sejumlah titik rawan kerusakan jalan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan infrastruktur di tengah padatnya arus lalu lintas selama periode mudik.

Puluhan Ribu Armada Disiapkan

Selain infrastruktur jalan, kesiapan moda transportasi juga menjadi perhatian serius pemerintah.

Berbagai moda transportasi seperti bus, kereta api, pesawat, hingga kapal laut telah dipersiapkan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.

Tercatat lebih dari 36 ribu armada transportasi disiapkan untuk melayani kebutuhan perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Seluruh armada tersebut dipastikan telah melalui proses pemeriksaan kelayakan atau ramp check guna memastikan keselamatan para penumpang.

Pemeriksaan ini meliputi kondisi mesin, sistem keselamatan, hingga kelengkapan administrasi kendaraan.

Jalur Alternatif dan Tol Fungsional

Untuk mengurangi potensi kepadatan lalu lintas, aparat kepolisian juga mulai memetakan sejumlah jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat selama arus mudik.

Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, khususnya pada segmen Sadang hingga Setu.

Ruas tol ini diharapkan dapat difungsikan secara sementara untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.

Pemanfaatan jalur tol fungsional ini diprediksi dapat mengurangi beban lalu lintas di beberapa titik krusial yang selama ini sering mengalami kemacetan panjang saat musim mudik.

Pengamanan di Titik Rawan

Dari sisi keamanan, Korps Lalu Lintas Polri atau Korlantas juga telah memetakan berbagai titik rawan kecelakaan maupun kemacetan di sepanjang jalur mudik.

Kepala Korlantas Polri, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik rawan kecelakaan atau black spot, baik di jalan tol maupun jalur arteri.

Di lokasi-lokasi tersebut nantinya akan didirikan berbagai pos pengamanan seperti pos pengamanan (Pospam), pos pelayanan (Posyan), serta pos terpadu. Pos tersebut akan diisi oleh petugas gabungan dari kepolisian, TNI, serta instansi terkait.

Pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur utama mudik, tetapi juga di sejumlah simpul transportasi penting seperti terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, hingga bandara.

Selain itu, jalur menuju destinasi wisata juga turut menjadi perhatian karena biasanya mengalami lonjakan kendaraan saat libur Lebaran.

Jaminan Ketersediaan BBM

Pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta avtur dalam kondisi aman selama periode Ramadan hingga Lebaran.

Baca Juga: Sering Tidur Pakai TWS? Dokter THT UGM Ingatkan Risiko Penurunan Fungsi Telinga

Hal ini penting untuk menjaga kelancaran operasional transportasi darat, laut, maupun udara.

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan sejak jauh hari, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman.

Momentum mudik Lebaran bukan hanya soal perjalanan pulang kampung, tetapi juga menjadi tradisi sosial yang mempererat hubungan keluarga.

Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur, transportasi, serta sistem pengamanan menjadi faktor penting agar jutaan masyarakat dapat kembali ke kampung halaman tanpa hambatan berarti.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#persiapan mudik pemerintah #jumlah pemudik 2026 #mudik lebaran 2026 #operasi ketupat 2026 #arus mudik indonesia