RADARBONANG.ID – Pemerintah memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mengalami kenaikan hingga setelah perayaan Idulfitri. Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Dalam pernyataannya, Bahlil mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying bahan bakar di tengah ketidakpastian global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, pemerintah telah memastikan bahwa pasokan energi nasional tetap dalam kondisi aman dan terkendali.
Baca Juga: Trauma Bisa Diwariskan Lewat Genetik, dr Jiemi Ardian Ungkap Fakta Mengejutkan tentang Luka Batin
Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Aman
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi energi nasional agar tidak terjadi gangguan pasokan di dalam negeri.
Ia menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir berlebihan terhadap potensi kenaikan harga BBM maupun LPG dalam waktu dekat.
“Negara hadir untuk memastikan pasokan energi tetap aman. Jadi masyarakat tidak perlu panic buying,” ujar Bahlil dalam sebuah tayangan podcast yang dikutip pada Rabu (11/3).
Ia menjelaskan bahwa stabilitas harga energi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah menjelang perayaan Idulfitri, mengingat konsumsi masyarakat biasanya meningkat pada periode tersebut.
Keputusan Harga BBM Dibahas dalam Rapat Terbatas
Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa kondisi energi nasional telah menjadi pembahasan penting dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah sepakat untuk mempertahankan stabilitas harga BBM agar masyarakat tidak terbebani oleh gejolak harga energi global.
Keputusan tersebut juga merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang periode Lebaran.
Bahlil kembali menegaskan bahwa koordinasi antara kementerian dan lembaga terkait akan terus dilakukan untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan dengan baik.
Pemerintah Siapkan Tambahan Subsidi Energi
Meski harga minyak dunia mengalami lonjakan, pemerintah memastikan bahwa kenaikan tersebut tidak akan langsung dibebankan kepada masyarakat.
Sebagai informasi, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN ditetapkan sebesar sekitar US$70 per barel. Namun dalam kondisi pasar saat ini, harga minyak global telah menyentuh angka sekitar US$100 per barel.
Perbedaan harga tersebut tentu menimbulkan tekanan terhadap anggaran negara. Meski demikian, Bahlil menyatakan bahwa pemerintah masih memiliki kemampuan fiskal untuk menanggung selisih biaya tersebut.
Pemerintah bahkan berkomitmen menambah anggaran subsidi energi agar harga BBM tetap stabil.
“Selisih harga itu akan ditanggung negara agar masyarakat tidak terbebani,” tegas Bahlil.
Pertemuan Kabinet Bahas Stabilitas Energi dan Pangan
Kebijakan terkait stabilitas harga BBM juga dibahas dalam pertemuan yang digelar oleh Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Presiden di Hambalang, Bogor, pada Senin (9/3).
Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting.
Beberapa di antaranya adalah Airlangga Hartarto, Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Selain itu hadir pula Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, hingga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Sejumlah pejabat lain yang turut hadir di antaranya Panglima TNI Agus Subiyanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Fokus Pemerintah Jaga Stabilitas Menjelang Lebaran
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas dua fokus utama yang menjadi prioritas nasional saat ini.
Pertama, evaluasi terhadap program swasembada nasional, khususnya di sektor pangan, energi, serta ketersediaan minyak dalam negeri.
Kedua, memastikan kesiapan negara dalam menyambut Idulfitri, termasuk menjamin ketersediaan bahan pangan pokok dan kelancaran distribusi LPG di berbagai daerah.
Pemerintah menilai stabilitas pasokan energi dan pangan sangat penting untuk menjaga ketenangan masyarakat menjelang periode Lebaran yang biasanya diikuti dengan peningkatan konsumsi nasional.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi.(*)