Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Biaya Perang Melonjak! AS Habiskan Lebih dari Rp100 Triliun dalam Seminggu Hadapi Iran

M Robit Bilhaq • Senin, 9 Maret 2026 | 17:20 WIB

Amerika Serikat menghabiskan lebih dari Rp100 triliun hanya dalam seminggu untuk operasi militer menghadapi Iran di Timur Tengah.
Amerika Serikat menghabiskan lebih dari Rp100 triliun hanya dalam seminggu untuk operasi militer menghadapi Iran di Timur Tengah.
RADARBONANG.ID – Operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dalam menghadapi konflik dengan Iran dilaporkan menelan biaya yang sangat besar. Dalam minggu pertama konflik saja, biaya operasi militer disebut telah mencapai sekitar 6 miliar dolar AS atau lebih dari Rp100 triliun.

Informasi tersebut disampaikan oleh pihak Pentagon kepada anggota parlemen di Kongres Amerika Serikat.

Besarnya pengeluaran ini memicu kekhawatiran terkait keberlanjutan pembiayaan perang serta dampaknya terhadap ketersediaan persenjataan militer Amerika.

Menurut laporan yang dimuat oleh The New York Times, sebagian besar dana tersebut digunakan untuk memperkuat sistem pertahanan serta mengganti amunisi yang telah digunakan selama operasi militer berlangsung.

Baca Juga: Mudik Aman Tanpa Was-was: Panduan 8 Langkah Cek Kondisi Mobil Sendiri di Rumah

Rp67 Triliun untuk Amunisi dan Pertahanan Rudal

Dari total biaya sekitar 6 miliar dolar AS, sekitar 4 miliar dolar AS dialokasikan khusus untuk pengadaan amunisi serta sistem pertahanan rudal.

Sistem ini digunakan untuk menangkal serangan balasan dari Iran yang diluncurkan menggunakan rudal balistik dan drone.

Penggunaan teknologi pertahanan udara modern memang membutuhkan biaya yang sangat besar, terutama karena setiap unit perangkat penangkis rudal memiliki harga jutaan dolar.

Data anggaran tersebut disampaikan dalam sesi diskusi di Kongres pekan ini. Dalam pertemuan tersebut, pejabat pertahanan juga memberi sinyal bahwa pemerintah kemungkinan akan mengajukan tambahan anggaran militer.

Dana tambahan itu diperlukan untuk memastikan operasi militer tetap berjalan serta memulihkan stok persenjataan yang mulai menipis akibat intensitas pertempuran yang tinggi.

Ribuan Target Militer Iran Diklaim Hancur

Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa sejak awal konflik, sekitar 4.000 target militer milik Iran telah berhasil dilumpuhkan oleh serangan yang dipimpin Amerika Serikat bersama sekutunya.

Target tersebut mencakup fasilitas peluncuran rudal, armada kapal perang, hingga sistem pertahanan udara milik Iran.

Operasi militer ini disebut telah memberikan tekanan besar terhadap kemampuan militer Teheran dalam melancarkan serangan balasan.

Komandan United States Central Command (CENTCOM), Brad Cooper, menyatakan bahwa operasi militer tersebut telah mengurangi secara signifikan intensitas serangan dari Iran.

Menurut Cooper, frekuensi peluncuran rudal balistik dari Iran telah menurun drastis dibandingkan hari pertama konflik.

Serangan Rudal Iran Turun Drastis

Berdasarkan data militer, jumlah peluncuran rudal balistik dari Iran disebut telah menurun hingga sekitar 90 persen sejak konflik dimulai.

Selain itu, serangan menggunakan pesawat nirawak atau drone juga mengalami penurunan sekitar 83 persen.

Meski demikian, Pentagon mengingatkan bahwa kemampuan militer Iran masih cukup besar dan tidak dapat dianggap remeh.

Iran diperkirakan masih memiliki setidaknya setengah dari total program persenjataan rudalnya yang dapat digunakan dalam konflik lanjutan.

Anggaran Perang Jadi Sorotan

Besarnya biaya perang kini menjadi perhatian serius di Washington. Para legislator dari berbagai partai di Kongres mulai mempertanyakan keberlanjutan pengeluaran militer yang terus meningkat.

Sejumlah anggota parlemen mengkhawatirkan penggunaan sistem penangkis rudal yang sangat mahal karena dapat membebani anggaran pertahanan Amerika Serikat.

Selain itu, penggunaan persenjataan dalam jumlah besar juga menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya stok senjata di wilayah strategis lain di dunia.

Baca Juga: Sering Disalahartikan, Ini Penjelasan Sebenarnya tentang Stok BBM 20 Hari di Indonesia

Konflik ini sendiri bermula dari serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel terhadap sejumlah fasilitas militer di Iran.

Serangan tersebut kemudian memicu balasan dari Iran yang meluncurkan rudal balistik serta drone ke berbagai target di kawasan Timur Tengah.

Beberapa pangkalan militer, gedung kedutaan, hingga pasukan Amerika di wilayah tersebut menjadi sasaran serangan.

Beberapa kota di Israel juga dilaporkan menjadi target gempuran rudal, sehingga memaksa Amerika Serikat dan sekutunya mengaktifkan sistem pertahanan udara berbiaya tinggi untuk mencegat proyektil yang datang.

Konflik ini kembali menunjukkan bahwa perang modern bukan hanya soal kekuatan militer, tetapi juga membawa beban ekonomi yang sangat besar bagi negara yang terlibat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#iran #Triliun #as #biaya perang #donald trump #Israel #amerika serikat